<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581</id><updated>2012-02-16T07:23:32.406-08:00</updated><category term='Kesehatan'/><category term='Nikah'/><category term='akhlaq'/><category term='Teladan'/><category term='Tadabbur'/><title type='text'>Taman Orang Yang Sedang Jatuh Cinta</title><subtitle type='html'>Mengukir Cinta Diatas Batu,Daun,Pelepah Kurma,Kayu,dan Kertas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-8001684257262077177</id><published>2011-04-28T06:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T06:22:44.601-07:00</updated><title type='text'>Hukum Mayit Mengambil Manfaat Dari Bacaan Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;table dir="ltr" align="center" border="0" width="98%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;b&gt;Tajuk fatwa : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;Hukum Mayit Mengambil Manfaat Dari Bacaan Al Qur'an&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;b&gt;Nomor fatwa : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;12&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;b&gt;Tanggal penambahan : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt; Kamis 5 Jumadilakhir   1425 H.  bertepatan dengan  22 Juli 2004 M. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;b&gt;Pihak pemberi fatwa :  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;Fatwa Syekh Mahmud Syaltut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;b&gt;Sumber fatwa : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt; [Kumpulan fatwa, halaman 202]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#ddebdc"&gt; &lt;b&gt; Soal: &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="left"&gt;  &lt;div align="justify"&gt; Banyak orang yang membaca Al Qur'an kemudian menghadiahkannya kepada mayit. Apakah hal itu bermanfaat baginya?  &lt;/div&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="left" bgcolor="#ddebdc"&gt; &lt;b&gt; Jawab : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="left"&gt; &lt;div align="justify"&gt;      &lt;p&gt;Ayat-ayat dan hadis-hadis:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Masalah ini dikenal dengan masalah menghadiahkan pahala ibadah  kepada orang mati. Para ulama berselisih dalam hal ini. Sumber  perselisihan ini adalah bahwa di dalam Al Qur'an terdapat ayat-ayat yang  menerangkan sunah Allah dalam pahala dan hukuman, dan penggantian  kejelekan dengan kebaikan. Dan juga terdapat hadis-hadis sahih yang  jelas yang menerangkan bahwa kedua orang tua mengambil manfaat dari  sedekah anaknya, puasanya, atau hajinya.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara ayat-ayat itu adalah firman Allah: &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-l.gif" align="absMiddle" /&gt;Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-r.gif" align="absMiddle" /&gt; [Al Baqarah:286], dan firman-Nya &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-l.gif" align="absMiddle" /&gt;sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-r.gif" align="absMiddle" /&gt; [Asy-Syams:9-10] serta firman-Nya: &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-l.gif" align="absMiddle" /&gt;(kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-r.gif" align="absMiddle" /&gt; [Al Furqaan:70] serta firman-Nya: &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-l.gif" align="absMiddle" /&gt;Maka  apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al Qur'an)?, serta  memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi? Apakah dia mempunyai  pengetahuan tentang yang gaib sehingga dia mengetahui (apa yang  dikatakan)? Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam  lembaran-lembaran Musa?, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu  menyempurnakan janji?, (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak  akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada  memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya  itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan  kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.&lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/qrn-r.gif" align="absMiddle" /&gt; [An Najm:33-41] &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Ayat-ayat ini dan yang semisal dengannya menjelaskan bahwa tidak  ada yang bermanfaat bagi manusia kecuali dengan usahanya dan  perbuatannya yang menyucikan dirinya dengan niat yang baik dan ikhlas  kepada Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan hadis-hadis yang muncul dalam masalah ini semuanya  berkisar pada jawaban atas satu pertanyaan, yaitu: Apakah bapak dan ibu  saya dapat mengambil manfaat dari saya apabila saya berpuasa,  bersedekah, atau berhaji mewakili mereka? Jawabannya adalah: Ya,  perbuatan Anda bermanfaat bagi mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Perselisihan para ulama:  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di depan ayat-ayat dan hadis-hadis ini, para ulama saling berselisih  pendapat. Sekelompok mereka berpendapat bahwa ayat harus lebih  didahulukan untuk dikerjakan daripada hadis, dan hadis tidak mempunyai  kekuatan hukum atas ayat. Maka dari itu mereka memutuskan bahwa manusia  tidak dapat mengambil manfaat dari perbuatan orang lain, apa pun  perbuatan itu dan bagaimana pun orang lain itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kelompok lain berpendapat bahwa hadis-hadis dengan jelas menyatakan  bahwa orang tua dapat mengambil manfaat dengan sedekah atau haji atau  puasa anaknya yang dilakukan untuk mereka. Kemudian mereka mengatakan:  Tidak ada bedanya antara anak dan bukan anak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka dari itu mereka memutuskan bahwa manusia dapat mengambil  manfaat dengan perbuatan orang lain setelah matinya, apabila orang itu  menghadiahkan pahalanya kepadanya meskipun orang itu bukan anaknya. Dan  mereka mengatakan bahwa pahala adalah milik orang yang mengerjakannya.  Maka dia boleh menyumbangkannya atau menghadiahkannya kepada saudaranya  sesama Muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian mereka menafsirkan ayat-ayat Al Qur'an itu lebih ringan  daripada sikap mereka terhadap orang-orang yang melarang melakukan  perbuatan itu. Demikian pula sikap mereka terhadap pengkiasan bukan anak  -yang mana tidak ada teks yang menyangkut tentangnya- dengan anak, yang  memang ada teks yang menyatakan tentangnya, dengan adanya perbedaan  antara keduanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun doa adalah merupakan ibadah yang independen, pahalanya untuk  orang yang berdoa saja. Jika doa itu terkabul, orang yang didoakan dapat  mengambil manfaat dari terkabulnya doa itu. Terkabulnya doa di sini  bukan pengaruh dari dihadiahkannya pahala orang yang berdoa kepada  mayit, tetapi hal itu merupakan urusan khusus Allah mengenai orang yang  hidup dan mati. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan pendapat yang menyatakan kepemilikan pahala untuk orang  yang mengerjakannya, jelas bahwa itu bukan kepemilikan dengan makna yang  diketahui dalam hal kepemilikan seseorang atas harta benda dunia, atau  memindahkannya atau menggantinya. Ini adalah arahan yang salah. Dengan  begini maka telah jelas bahwa pendapat yang menyatakan kebolehan  menghadiahkan pahala suatu perbuatan -apa pun dan bagaimana pun dari  orang yang melakukannya- tidak ada argumentasi dan dalil yang  menguatkan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Manusia dilahirkan dari usahanya:  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendapat saya adalah: bahwa makna ayat-ayat Al Qur'an yang telah  tersebut adalah muhkamah (jelas) dan merupakan syariat Allah yang umum,  tidak dikhususkan untuk suatu kaum tanpa kaum yang lain. Dan bahwa  hadis-hadis sahih yang kita tunjukkan adalah khusus tentang perbuatan  anak yang menghadiahkan pahalanya kepada orang tuanya. Telah jelas dari  hadis bahwa: &lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/hds-l.gif" align="absMiddle" /&gt;&lt;span class="hadith"&gt;Manusia dilahirkan dari usahanya, dan apa yang diperbuatnya itu adalah hasil perbuatannya sendiri&lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.qurancomplex.org/images/hds-r.gif" align="absMiddle" /&gt;   &lt;b title="Hadis Aisyah: Sesungguhnya yang terbaik yang kalian makan adalah yang didapat dari hasil kerja kalian sendiri, dan yang dimakan anak-anak kalian adalah juga dari hasil kerja kalian sendiri. (Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam bab Jual Beli (3528), (3529), An-Nasai dalam bab Jual Beli (7/240-241), Ibnu Majah dalam bab Perdagangan (2137), Ahmad dalam banyak tempat."&gt;&lt;img src="http://www.qurancomplex.org/margntip.gif" align="absMiddle" /&gt;&lt;/b&gt;  maka dari itu orang tua yang mengambil manfaat dari perbuatan anaknya,  dan anaknya menghadiahkan pahala perbuatannya kepada orang tuanya adalah  memang itulah yang diutarakan dalam ayat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun yang biasa terjadi, yaitu orang asing membaca Al Qur'an  kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang mati, serta menyewa  seseorang untuk membaca Al Qur'an dan haji serta meninggalkan salat dan  puasa, semua itu tidak ada sandaran syariat yang benar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lebih dari itu, orang sewaan itu mewakili orang lain dalam masalah  ibadah, yang mana tujuan pensyariatannya tidak lain adalah untuk  membersihkan jiwa dan mengganti keburukan dengan kebaikan. Itu semua  tidak mungkin dilakukan kecuali dengan diri sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana mungkin hal itu dilakukan, sedangkan telah diketahui  dengan jelas bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang itu terjadi  setelah masa para salaf, sedangkan tidak pernah diriwayatkan bahwa  salah seorang dari mereka telah melakukan suatu perbuatan kemudian  menghadiahkan perbuatannya itu kepada selain orang tua, sedangkan mereka  adalah orang-orang yang senang melakukan perbuatan baik dan sangat  menyayangi saudara-saudara mereka baik yang masih hidup maupun yang  sudah meninggal. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebaiknya bagi seorang Muslim agar berdiri pada batas yang ada pada  teks dalam hal ibadah, pahala dan penghapusan keburukan. Maka dengan  kebaikannya, seseorang akan menghapus keburukannya. Dengan takwanya,  dosa-dosanya akan diampuni. Tidak ada urusan bagi manusia dalam hal  pemindahan pahala atau penghapusan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : http://www.qurancomplex.org/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-8001684257262077177?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/8001684257262077177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=8001684257262077177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/8001684257262077177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/8001684257262077177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/04/hukum-mayit-mengambil-manfaat-dari.html' title='Hukum Mayit Mengambil Manfaat Dari Bacaan Al Qur&apos;an'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-8271398751169571567</id><published>2011-02-09T23:35:00.001-08:00</published><updated>2011-02-09T23:40:56.799-08:00</updated><title type='text'>Kitab Ilmu</title><content type='html'>حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ قَالَ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ ح و حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ&lt;br /&gt;بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Fulaih]. Dan telah diriwayatkan pula hadits serupa dari jalan lain, yaitu Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Mundzir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fulaih] berkata, telah menceritakan kepadaku [bapakku] berkata, telah menceritakan kepadaku [Hilal bin Ali] dari [Atho' bin Yasar] dari [Abu Hurairah] berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya: "Kapan datangnya hari kiamat?" Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; "beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, " dan ada pula sebagian yang mengatakan; "bahwa beliau tidak mendengar perkataannya." Hingga akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang itu berkata: "saya wahai Rasulullah!". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya: "Bagaimana hilangnya amanat itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat". ( Shahih Bukhari 57 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ&lt;br /&gt;تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man 'Arim bin Al Fadlal] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Bisyir] dari [Yusuf bin Mahak] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, kami berwudlu' dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berseru dengan suara yang keras: "celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka." Beliau serukan hingga dua atau tiga kali. ( Shahih Bukhari 58 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرَةً لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ فَحَدِّثُونِي مَا هِيَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي قَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ النَّخْلَةُ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya diantara pohon ada suatu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Katakanlah kepadaku, pohon apakah itu?" Maka para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud adalah pohon yang berada di lembah. Abdullah berkata: "Aku berpikir dalam hati pohon itu adalah pohon kurma, tapi aku malu mengungkapkannya. Kemudian para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, pohon apakah itu?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Pohon kurma". ( Shahih Bukhari 59 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ أَبَا مُرَّةَ مَوْلَى عَقِيلِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَهَبَ وَاحِدٌ قَالَ فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا وَأَمَّا الْآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ النَّفَرِ الثَّلَاثَةِ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] berkata, telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] bahwa [Abu Murrah] -mantan budak Uqail bin Abu Thalib-, mengabarkan kepadanya dari [Abu Waqid Al Laitsi], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang duduk bermajelis di Masjid bersama para sahabat datanglah tiga orang. Yang dua orang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan yang seorang lagi pergi, yang dua orang terus duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dimana satu diantaranya nampak berbahagia bermajelis bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang yang kedua duduk di belakang mereka, sedang yang ketiga berbalik pergi, Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai bermajelis, Beliau bersabda: "Maukah kalian aku beritahu tentang ketiga orang tadi?" Adapun seorang diantara mereka, dia meminta perlindungan kepada Allah, maka Allah lindungi dia. Yang kedua, dia malu kepada Allah, maka Allah pun malu kepadanya. Sedangkan yang ketiga berpaling dari Allah maka Allah pun berpaling darinya". ( Shahih Bukhari 64 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-8271398751169571567?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/8271398751169571567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=8271398751169571567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/8271398751169571567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/8271398751169571567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/02/kitab-ilmu.html' title='Kitab Ilmu'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-2259357848599599089</id><published>2011-02-09T22:40:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T23:32:19.324-08:00</updated><title type='text'>Kitab Shalat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bab Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ يَعْنِي ابْنَ حُمَيْدٍ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ طَاوُسٍ قَالَ&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ يَشُدُّ بَيْنَهُمَا عَلَى صَدْرِهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abu Taubah] telah menceritakan kepada kami [Al Haitsam yaitu Ibnu Humaid] dari [Tsaur] dari [Sulaiman bin Musa] dari [Thawus] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangan kanannya diatas tangan kiri, kemudian menarik keduanya diatas dada ketika shalat."( Sunan Abu Daud 648 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Doa Pembuka sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَمِّهِ الْمَاجِشُونِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ كَبَّرَ ثُمَّ قَالَ&lt;br /&gt;{ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا }&lt;br /&gt;مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;{ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ }&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ لِي إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ وَإِذَا رَكَعَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعِظَامِي وَعَصَبِي وَإِذَا رَفَعَ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ وَإِذَا سَجَدَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ وَإِذَا سَلَّمَ مِنْ الصَّلَاةِ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَالْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَيَصْنَعُ مِثْلَ ذَلِكَ إِذَا قَضَى قِرَاءَتَهُ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ وَيَصْنَعُهُ إِذَا رَفَعَ مِنْ الرُّكُوعِ وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ قَاعِدٌ وَإِذَا قَامَ مِنْ السَّجْدَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ كَذَلِكَ وَكَبَّرَ وَدَعَا نَحْوَ حَدِيثِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فِي الدُّعَاءِ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ الشَّيْءَ وَلَمْ يَذْكُرْ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ وَزَادَ فِيهِ وَيَقُولُ عِنْدَ انْصِرَافِهِ مِنْ الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ أَنْتَ إِلَهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا شُرَيْحُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ قَالَ قَالَ لِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ وَابْنُ أَبِي فَرْوَةَ وَغَيْرُهُمَا مِنْ فُقَهَاءِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ فَإِذَا قُلْتَ أَنْتَ ذَاكَ فَقُلْ وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَعْنِي قَوْلَهُ&lt;br /&gt;{ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abu Salamah] dari [pamannya yaitu Al Majisun bin Abu Salamah] dari [Abdurrahman Al A'raj] dari ['Ubaidullah bin Abu Rafi'] dari [Ali bin Abu Thalib radliallahu 'anhu] dia berkata; "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak mengerjakan shalat, beliau bertakbir kemudian membaca; "WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDLI HANIIFAM MUSLIMA WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIN, INNA SHALAATI WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATI LILLAHI RABBIL 'AALAMIN, LAA SYARIIKALAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA AWWALUL MUSLIMIN. ALLAHUMMA ANTAL MALIK LAAILAAHA ILLA ANTA, ANTA RABBI WA ANAA 'ABDUKA DLALAMTU NAFSII WA'TARAFTU BIDZANBII FAGHFIRLII DZUNUUBI JAMII'A INNAHU LAA YAGHFIRUD DZUNUUBA ILLA ANTA WAHDINII LIAHSANIL AHLAAQI LAA YAHDII LI AHSANIHAA ILLA ANTA WASHRIF 'ANNI SAYYI`AHAA LAA YASHRIF SAYYI`AHAA ILLA ANTA. LABBAIKA WA SA'DAIKA WAL KHAIRU KULLUHU FII YADAIKA WASS SYARRU LAISA ILAIKA ANA BIKA WA ILAIKA TABAARAKTA WA TA'AALAITA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA. (Aku hadapkan muka-Ku ke hadirat Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tunduk dan menyerahkan diri, dan tidaklah aku termasuk golongan orang-orang Musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah untuk Allah Penguasa seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikian aku di perintah, dan aku adalah dari golongan orang-orang Islam (yang menyerah diri). Ya Allah, Enkau adalah Rabbku dan aku dalah hamba-Mu, aku telah berbuat aniaya terhadap diriku sendiri dan mengakui kesalahanku, maka amnpunilah dosaku semuanya, dan tiadalah yang dapat mengampuni dosaku itu melainkan Engkau. Tunjukilah aku kepada akhlak yang baik, dan tak ada yang dapat menunjuki kepada akhlak yang terbaik melainkan Engkau. Dan jauhkanlah aku dari akhlak yang tercela, karena tidak ada yang dapat menjauhkanku dari akhlak yang tercela melainkan Engkau, Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku patuhi perintah-Mu, kebaikan seluruhnya berada dalam kekuasaan-Mu, sedangkan kejahatan tidak dapat di pakai untuk mendekatkan diri kepada-Mu. Aku ini hanya dapat hidup dengan-Mu dan akan kembali kepada-Mu, Maha Berkah Engakau dan Maha Tinggi, aku meohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu)." Apabila ruku', beliau membaca; "ALLAHUMMA LAKA RAKA'TU WABIKA AAMANTU WALAKA ASLAMTU KHASYA'A LAKA SAM'II WA BASHARII WA MUKHHII WA 'IDZAAMII WA 'ASHABII (Ya Allah, kepada-Mu lah aku ruku', kepada-Mu lah aku beriman, kepada-Mu lah aku tunduk, dan kepada-Mu lah pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang belulangku dan urat sarafku tunduk)." Apabila i'tidal beliau mengucapkan; "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA WALAKAL HAMDU MIL`US SAMAAWAATI WAL ARDLI WA MIL`U MAA BAINAHUMAA WAMIL`U MAA SYI`TA MIN SYAI`IN BA'DU (Maha Mendengar Allah terhadap siapa saja yang memuji-Nya, Wahai Rabb kami, hanya bagi Engkau jua segala pujian, sepenuh langit, bumi, dan sepenuh isi langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu)." Apabila sujud, beliau mengucapkan; "ALLAHUMMA LAKA SAJADTU WA BIKA AAMANTU WALAKA ASLAMTU, SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SHAWWARAHU FA AHSANA SHUURATAHU WA SYAQQA SAM'AHU WA BASHARAHU WA TABAARAKALLAHU AHSANUL KHAALIQIN (Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, kepada-Mu lah aku beriman, kepada-Mu lah aku tunduk, wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya dengan sebaik-baik bentuk, membuat pendengaran dan penglihatannya, dan Maha Barakah Allah, sebaik-baik pencipta)." Apabila selesai salam, beliau mengucapkan; "ALLAHUMMAGHFIRLII MAA QADDAMTU WA MAA AKHHARTU WAMAA ASRARTU WAMAA A'LANTU WAMAA ASRAFTU WAMAA ANTA A'LAMU BIHI MINNI ANTAL MUQADDIM WAL MU`AKHHIR LAA ILAAHA ILLA ANTA (Ya Allah, ampunilah daku, dan dosa-dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang samar dan dosa yang jelas, serta dosa yang hanya Engkau saja yang mengetahuinya, Engkau lah yang mendahulukan dan mengundurkan, tiada ilah selain Engkau)." Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al Hasyimi] telah mengabarkan kepada kami [Abdurrahman bin Abu Az Zinnad] dari [Musa bin 'Uqbah] dari [Abdullah bin Al Fadl bin Rabi'ah bin Al Harits bin Abdul Mutthalib] dari [Abdurrahman Al A'raj] dari ['Ubaidullah bin Abu Rafi'] dari [Ali bin Abu Thalib] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa; "Apabila beliau hendak mengerjakan shalat wajib, beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya, beliau melakukan semacam itu ketika telah usai dari membaca (surat Al Qur'an) yaitu ketika hendak ruku', beliau mengerjakan seperti itu pula ketika bangun dari ruku' (i'tidal), dan beliau tidak pernah mengangkat kedua tangannya waktu duduk dalam shalat, ketika beliau hendak bangkit dari sujud kedua, beliau juga mengangkat kedua tangannya dan bertakbir lalu berdo'a …" sebagaimana hadits (riwayat) Abdul Aziz. Dalam do'anya terdapat penambahan dan pengurangan, namun tidak menyebutkan; "WAL KHAIRU KULLUHU FII YADAIKA WAS SYARRU LAISA ILAIKA" pada lafadznya ada tambahan; "Ketika telah selesai, beliau mengucapkan: "ALLAHUMMAGHFIRLII MAA QADDAMTU WA MAA AKHHARTU WAMAA ASRARTU WAMAA A'LANTU ANTA ILAAHI LAAILAAHA ILLA ANTA (Ya Allah, ampunilah daku, dan dosa-dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang samar dan dosa yang jelas, serta dosa yang hanya Engkau saja yang mengetahuinya, Engkau lah yang mendahulukan dan mengundurkan, tiada ilah selain Engkau)." Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Utsman telah menceritakan kepada kami Syuraih bin Yazid telah menceritakan kepadaku Syu'aib bin Abu Hamzah dia berkata; Muhammad bin Al Munkadir, Ibnu Abu Farwah dan yang lain dari fuqaha' Madinah telah berkata kepadaku; "Jika kamu mengucapkan (do'a iftitah) tersebut, maka ucapkanlah "WA ANA MINAL MUSLIMIN yaitu (sebagai pengganti) pada lafadz "WA ANA AWWALUL MUSLIMIN."( Sunan Abu Daud 649 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Bagaimana shalat di wajibkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ أَبُو ذَرٍّ يُحَدِّثُ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فُرِجَ عَنْ سَقْفِ بَيْتِي وَأَنَا بِمَكَّةَ فَنَزَلَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَرَجَ صَدْرِي ثُمَّ غَسَلَهُ بِمَاءِ زَمْزَمَ ثُمَّ جَاءَ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ مُمْتَلِئٍ حِكْمَةً وَإِيمَانًا فَأَفْرَغَهُ فِي صَدْرِي ثُمَّ أَطْبَقَهُ ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي فَعَرَجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَلَمَّا جِئْتُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ جِبْرِيلُ لِخَازِنِ السَّمَاءِ افْتَحْ قَالَ مَنْ هَذَا قَالَ هَذَا جِبْرِيلُ قَالَ هَلْ مَعَكَ أَحَدٌ قَالَ نَعَمْ مَعِي مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُرْسِلَ إِلَيْهِ قَالَ نَعَمْ فَلَمَّا فَتَحَ عَلَوْنَا السَّمَاءَ الدُّنْيَا فَإِذَا رَجُلٌ قَاعِدٌ عَلَى يَمِينِهِ أَسْوِدَةٌ وَعَلَى يَسَارِهِ أَسْوِدَةٌ إِذَا نَظَرَ قِبَلَ يَمِينِهِ ضَحِكَ وَإِذَا نَظَرَ قِبَلَ يَسَارِهِ بَكَى فَقَالَ مَرْحَبًا بِالنَّبِيِّ الصَّالِحِ وَالِابْنِ الصَّالِحِ قُلْتُ لِجِبْرِيلَ مَنْ هَذَا قَال هَذَا آدَمُ وَهَذِهِ الْأَسْوِدَةُ عَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ نَسَمُ بَنِيهِ فَأَهْلُ الْيَمِينِ مِنْهُمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَالْأَسْوِدَةُ الَّتِي عَنْ شِمَالِهِ أَهْلُ النَّارِ فَإِذَا نَظَرَ عَنْ يَمِينِهِ ضَحِكَ وَإِذَا نَظَرَ قِبَلَ شِمَالِهِ بَكَى حَتَّى عَرَجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ فَقَالَ لِخَازِنِهَا افْتَحْ فَقَالَ لَهُ خَازِنِهَا مِثْلَ مَا قَالَ الْأَوَّلُ فَفَتَحَ قَالَ أَنَسٌ فَذَكَرَ أَنَّهُ وَجَدَ فِي السَّمَوَاتِ آدَمَ وَإِدْرِيسَ وَمُوسَى وَعِيسَى وَإِبْرَاهِيمَ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يُثْبِتْ كَيْفَ مَنَازِلُهُمْ غَيْرَ أَنَّهُ ذَكَرَ أَنَّهُ وَجَدَ آدَمَ فِي السَّمَاءِ الدُّنْيَا وَإِبْرَاهِيمَ فِي السَّمَاءِ السَّادِسَةِ قَالَ أَنَسٌ فَلَمَّا مَرَّ جِبْرِيلُ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِدْرِيسَ قَالَ مَرْحَبًا بِالنَّبِيِّ الصَّالِحِ وَالْأَخِ الصَّالِحِ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا قَالَ هَذَا إِدْرِيسُ ثُمَّ مَرَرْتُ بِمُوسَى فَقَالَ مَرْحَبًا بِالنَّبِيِّ الصَّالِحِ وَالْأَخِ الصَّالِحِ قُلْتُ مَنْ هَذَا قَالَ هَذَا مُوسَى ثُمَّ مَرَرْتُ بِعِيسَى فَقَالَ مَرْحَبًا بِالْأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ قُلْتُ مَنْ هَذَا قَالَ هَذَا عِيسَى ثُمَّ مَرَرْتُ بِإِبْرَاهِيمَ فَقَالَ مَرْحَبًا بِالنَّبِيِّ الصَّالِحِ وَالِابْنِ الصَّالِحِ قُلْتُ مَنْ هَذَا قَالَ هَذَا إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَأَخْبَرَنِي ابْنُ حَزْمٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ وَأَبَا حَبَّةَ الْأَنْصَارِيَّ كَانَا يَقُولَانِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ عُرِجَ بِي حَتَّى ظَهَرْتُ لِمُسْتَوَى أَسْمَعُ فِيهِ صَرِيفَ الْأَقْلَامِ قَالَ ابْنُ حَزْمٍ وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ حَتَّى مَرَرْتُ عَلَى مُوسَى فَقَالَ مَا فَرَضَ اللَّهُ لَكَ عَلَى أُمَّتِكَ قُلْتُ فَرَضَ خَمْسِينَ صَلَاةً قَالَ فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ فَوَضَعَ شَطْرَهَا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى قُلْتُ وَضَعَ شَطْرَهَا فَقَالَ رَاجِعْ رَبَّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ فَرَاجَعْتُ فَوَضَعَ شَطْرَهَا فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُهُ فَقَالَ هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ رَاجِعْ رَبَّكَ فَقُلْتُ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي ثُمَّ انْطَلَقَ بِي حَتَّى انْتَهَى بِي إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى وَغَشِيَهَا أَلْوَانٌ لَا أَدْرِي مَا هِيَ ثُمَّ أُدْخِلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا فِيهَا حَبَايِلُ اللُّؤْلُؤِ وَإِذَا تُرَابُهَا الْمِسْكُ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Anas bin Malik] berkata, [Abu Dzar] menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat aku di Makkah atap rumahku terbuka, tiba-tiba datang Malaikat Jibril Alaihis Salam. Lalu dia membelah dadaku kemudian mencucinya dengan menggunakan air zamzam. Dibawanya pula bejana terbuat dari emas berisi hikmah dan iman, lalu dituangnya ke dalam dadaku dan menutupnya kembali. Lalu dia memegang tanganku dan membawaku menuju langit dunia. Tatkala aku sudah sampai di langit dunia, Jibril Alaihis Salam berkata kepada Malaikat penjaga langit, 'Bukalah'. Malaikat penjaga langit berkata, 'Siapa Ini? ' Jibril menjawab, 'Ini Jibril'. Malaikat penjaga langit bertanya lagi, 'Apakah kamu bersama orang lain? ' Jibril menjawab, "Ya, bersamaku Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.' Penjaga itu bertanya lagi, 'Apakah dia diutus sebagai Rasul? ' Jibril menjawab, 'Benar.' Ketika dibuka dan kami sampai di langit dunia, ketika itu ada seseorang yang sedang duduk, di sebelah kanan orang itu ada sekelompok manusia begitu juga di sebelah kirinya. Apabila dia melihat kepada sekelompok orang yang di sebelah kanannya ia tertawa, dan bila melihat ke kirinya ia menangis. Lalu orang itu berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan anak yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, "Dialah Adam Alaihis Salam, dan orang-orang yang ada di sebelah kanan dan kirinya adalah ruh-ruh anak keturunannya. Mereka yang ada di sebelah kanannya adalah para ahli surga sedangkan yang di sebelah kirinya adalah ahli neraka. Jika dia memandang ke sebelah kanannya dia tertawa dan bila memandang ke sebelah kirinya dia menangis.' Kemudian aku dibawa menuju ke langit kedua, Jibril lalu berkata kepada penjaganya seperti terhadap penjaga langit pertama. Maka langit pun dibuka'." Anas berkata, "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan bahwa pada tingkatan langit-langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, 'Isa dan Ibrahim semoga Allah memberi shalawat-Nya kepada mereka. Beliau tidak menceritakan kepadaku keberadaan mereka di langit tersebut, kecuali bahwa beliau bertemu Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam." Anas melanjutkan, "Ketika Jibril berjalan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia melewati Idris. Maka Idris pun berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan saudara yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah Idris.' Lalu aku berjalan melewati Musa, ia pun berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan saudara yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah Musa.' Kemudian aku berjalan melewati 'Isa, dan ia pun berkata, 'Selamat datang saudara yang shalih dan Nabi yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah 'Isa.' Kemudian aku melewati Ibrahim dan ia pun berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan anak yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah Ibrahim shallallahu 'alaihi wasallam.' Ibnu Syihab berkata, Ibnu Hazm mengabarkan kepadaku bahwa Ibnu 'Abbas dan Abu Habbah Al Anshari keduanya berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kemudian aku dimi'rajkan hingga sampai ke suatu tempat yang aku dapat mendengar suara pena yang menulis." Ibnu Hazm berkata, "Anas bin Malik menyebutkan, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kemudian Allah 'azza wajalla mewajibkan kepada ummatku shalat sebanyak lima puluh kali. Maka aku pergi membawa perintah itu hingga aku berjumpa dengan Musa, lalu ia bertanya, 'Apa yang Allah perintahkan buat umatmu? ' Aku jawab: 'Shalat lima puluh kali.' Lalu dia berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tidak akan sanggup! ' Maka aku kembali dan Allah mengurangi setengahnya. Aku kemudian kembali menemui Musa dan aku katakan bahwa Allah telah mengurangi setengahnya. Tapi ia berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu karena umatmu tidak akan sanggup.' Aku lalu kembali menemui Allah dan Allah kemudian mengurangi setengahnya lagi.' Kemudian aku kembali menemui Musa, ia lalu berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tetap tidak akan sanggup.' Maka aku kembali menemui Allah Ta'ala, Allah lalu berfirman: 'Lima ini adalah sebagai pengganti dari lima puluh. Tidak ada lagi perubahan keputusan di sisi-Ku! ' Maka aku kembali menemui Musa dan ia kembali berkata, 'Kembailah kepada Rabb-Mu! ' Aku katakan, 'Aku malu kepada Rabb-ku.' Jibril lantas membawaku hingga sampai di Sidratul Muntaha yang diselimuti dengan warna-warni yang aku tidak tahu benda apakah itu. Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya banyak kubah-kubah terbuat dari mutiara dan tanahnya dari minyak kesturi."( Shahih Bukhari 336 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Adzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ عَامِرٍ الْأَنْصَارِيَّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ&lt;br /&gt;كَانَ الْمُؤَذِّنُ إِذَا أَذَّنَ قَامَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ حَتَّى يَخْرُجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُمْ كَذَلِكَ يُصَلُّونَ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ شَيْءٌ&lt;br /&gt;قَالَ عُثْمَانُ بْنُ جَبَلَةَ وَأَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ لَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا إِلَّا قَلِيلٌ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ghundar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata, aku mendengar ['Amru bin 'Amir Al Anshari] dari [Anas bin Malik] berkata, "Jika seorang mu'adzin sudah mengumandangkan adzan (Maghrib), maka para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berebut mendekati tiang-tiang (untuk shalat sunnat) sampai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar, sementara mereka tetap dalam keadaan menunaikan shalat sunnat dua rakaat sebelum Maghrib. Dan di antara adzan dan iqamat Maghrib sangatlah sedikit (waktunya)." ['Utsman bin Jailah] dan [Abu Daud] menyebutkan dari [Syu'bah], "Antara keduanya (adzan dan iqamat) tidak ada waktu kecuali sedikit."( Shahih Bukhari 589 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ&lt;br /&gt;أَتَيْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ يَوْمًا وَلَيْلَةً وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا فَلَمَّا ظَنَّ أَنَّا قَدْ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا أَوْ قَدْ اشْتَقْنَا سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا بَعْدَنَا فَأَخْبَرْنَاهُ قَالَ ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لَا أَحْفَظُهَا وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahhab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Malik], "Kami datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, saat itu kami adalah para pemuda yang usianya sebaya. Maka kami tinggal bersama beliau selama dua puluh hari dua puluh malam. Beliau adalah seorang yang sangat penuh kasih dan lembut. Ketika beliau menganggap bahwa kami telah ingin, atau merindukan keluarga kami, beliau bertanya kepada kami tentang orang yang kami tinggalkan. Maka kami pun mengabarkannya kepada beliau. Kemudian beliau bersabda: "Kembalilah kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan perintahkan (untuk shalat)." Beliau lantas menyebutkan sesuatu yang aku pernah ingat lalu lupa. Beliau mengatakan: "Shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat. Maka jika waktu shalat sudah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang menjadi Imam adalah yang paling tua di antara kalian."( Shahih Bukhari 595 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ&lt;br /&gt;بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ جَلَبَةَ رِجَالٍ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ مَا شَأْنُكُمْ قَالُوا اسْتَعْجَلْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمْ الصَّلَاةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya] dari ['Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Bapaknya] ia berkata, "Ketika kami shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau mendengar suara gaduh orang-orang. Maka setelah selesai, beliau bertanya: "Ada apa dengan kalian?" Mereka menjawab, "Kami tergesa-gesa mendatangi shalat." Beliau pun bersabda: "Janganlah kalian berbuat seperti itu. Jika kalian mendatangi shalat maka datanglah dengan tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah."( Shahih Bukhari 599 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ كَتَبَ إِلَيَّ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا تَقُومُوا حَتَّى تَرَوْنِي&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] berkata, [Yahya bin Abu Katsir] telah menulis kepadaku surat dari ['Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Bapaknya] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku."( Shahih Bukhari 601 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا تَقُومُوا حَتَّى تَرَوْنِي وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya] dari ['Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Bapaknya] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku, dan hendaklah kalian melakukannya dengan tenang."(Shahih Bukhari 602 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ وَقَدْ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَعُدِّلَتْ الصُّفُوفُ حَتَّى إِذَا قَامَ فِي مُصَلَّاهُ انْتَظَرْنَا أَنْ يُكَبِّرَ انْصَرَفَ قَالَ عَلَى مَكَانِكُمْ فَمَكَثْنَا عَلَى هَيْئَتِنَا حَتَّى خَرَجَ إِلَيْنَا يَنْطِفُ رَأْسُهُ مَاءً وَقَدْ اغْتَسَلَ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Shalih bin Kaisan] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar sementara iqamat sudah dikumandangkan dan shaf-shaf sudah diluruskan, hingga ketika beliau telah berdiri di tempat shalatnya dan kami menunggunya untuk segera takbir, beliau berlalu sambil berkata: "Tetaplah di tempat kalian." Maka kami tetap berdiri di tempat semula hingga beliau kembali kepada kami dengan kela basah karena sebab mandi."( Shahih Bukhari 603 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ&lt;br /&gt;أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَسَوَّى النَّاسُ صُفُوفَهُمْ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَقَدَّمَ وَهُوَ جُنُبٌ ثُمَّ قَالَ عَلَى مَكَانِكُمْ فَرَجَعَ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ خَرَجَ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ مَاءً فَصَلَّى بِهِمْ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah bin 'Abdurrahman] dari [Abu Hurairah] berkata, "Suatu hari iqamat sudah dikumandangkan dan orang-orang sudah merapikan shaf-shaf mereka, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dan maju ke depan untuk memimpin shalat padahal waktu itu beliau sedang junub. Beliau lantas berkata; "Tetaplah di tempat kalian." Beliau pun kembali ke rumah untuk mandi dan datang kepada kami dalam keadaan kepalanya basah, kemudian beliau shalat bersama mereka."( Shahih Bukhari 604 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Wajibnya shalat berjama'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ الْعِشَاءَ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar kemudian aku perintahkan seseorang untuk adzan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat. Sedangkan aku akan mendatangi orang-orang (yang tidak ikut shalat berjama'ah) lalu aku bakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seseorang di antara kalian mengetahui bahwa ia akan memperaleh daging yang gemuk, atau dua potongan daging yang bagus, pasti mereka akan mengikuti shalat 'Isya berjama'ah."( Shahih Bukhari 608 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Keutamaan sholat berjama'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari ['Abdullah bin 'Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat."( Shahih Bukhari 609 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-2259357848599599089?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/2259357848599599089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=2259357848599599089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/2259357848599599089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/2259357848599599089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/02/kitab-shalat.html' title='Kitab Shalat'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-4704466782289329731</id><published>2011-02-08T21:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T21:47:28.482-08:00</updated><title type='text'>Kitab Doa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي فِي الْآخِرَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap Nabi mempunyai doa yang telah dikabulkan, sedang aku ingin menyimpan doaku sebagai syafa'at untuk umatku di Akhirat nanti."( Shahih Bukhari no hadits 5829 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Istighfar Paling Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ الْعَدَوِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abu Ma'mar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Al Husain] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Buraidah] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Busyair bin Ka'b Al 'Adawi] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Syaddad bin Aus] radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Sesungguhnya istighfar yang paling baik adalah; kamu mengucapkan: 'ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA 'ABDUKA WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA'TU ABUU`U LAKA BIDZANBI WA ABUU`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA FAGHFIRLI FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ DZUNUUBA ILLA ANTA (Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu) '." Beliau bersabda: 'Jika ia mengucapkan di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk dari penghuni surga. Dan jika ia membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk dari penghuni surga.'( Shahih Bukhari no hadits 5831 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Istighfar Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ&lt;br /&gt;سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] dia berkata; [Abu Hurairah] berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali."( Shahih Bukhari no Hadits 5832 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ حَدِيثَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ عَنْ نَفْسِهِ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ فَقَالَ بِهِ هَكَذَا قَالَ أَبُو شِهَابٍ بِيَدِهِ فَوْقَ أَنْفِهِ ثُمَّ قَالَ&lt;br /&gt;لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ رَجُلٍ نَزَلَ مَنْزِلًا وَبِهِ مَهْلَكَةٌ وَمَعَهُ رَاحِلَتُهُ عَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَوَضَعَ رَأْسَهُ فَنَامَ نَوْمَةً فَاسْتَيْقَظَ وَقَدْ ذَهَبَتْ رَاحِلَتُهُ حَتَّى إِذَا اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْحَرُّ وَالْعَطَشُ أَوْ مَا شَاءَ اللَّهُ قَالَ أَرْجِعُ إِلَى مَكَانِي فَرَجَعَ فَنَامَ نَوْمَةً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَإِذَا رَاحِلَتُهُ عِنْدَهُ&lt;br /&gt;تَابَعَهُ أَبُو عَوَانَةَ وَجَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ وَقَالَ أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ سَمِعْتُ الْحَارِثَ وَقَالَ شُعْبَةُ وَأَبُو مُسْلِمٍ اسْمُهُ عُبَيْدُ اللَّهِ كُوفِيٌّ قَائِدُ الْأَعْمَشِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَعَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Al A'masy] dari ['Umarah bin 'Umair] dari [Al Harits bin Suwaid] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mas'ud] mengenai dua hadits, salah satunya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan yang lain dari dia sendiri, dia berkata; "Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya seperti ia duduk di pangkal gunung, ia khawatir gunung itu akan menimpanya, sedangkan orang fajir (selalu berbuat dosa) melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menempel di batang hidungnya, kemudian ia mengusirnya seperti ini lalu terbang." Abu Syihab mengisyaratkan dengan tangannya di atas hidungnya. Dia juga berkata; 'Allah merasa gembira karena taubatnya seorang hamba melebihi kegembiraan seseorang yang tengah singgah di suatu tempat yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya, perbekalan makanan dan minuman berada bersama tunggangannya, kemudian ia meletakkan kepalanya lalu tertidur. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya, hingga ketika ia merasa sangat panas dan haus, atau seperti yang dikehendaki Allah, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja ke tempat tidurku semula.' Kemudian ia kembali dan tertidur. Ketika ia mengangkat kepalanya, ternyata hewan tunggangannya telah berada di sisinya.' Hadits ini juga diperkuat oleh [Abu 'Awanah] dan [Jarir] dari [Al A'masy]. [Abu Usamah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] telah menceritakan kepada kami ['Umarah] saya mendengar [Al Harits]. Dan [Syu'bah], Abu Muslim yaitu ['Ubaidullah Al Kufi] pengawalnya Al A'masy juga berkata; dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Al Harits bin Suwaid]. [Abu Mu'awiyah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Umarah] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] dan dari [Ibrahim At Taimi] dari [Al Harits bin Suwaid] dari [Abdullah].( Shahih Bukhari no Hadits 5833 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا هُدْبَةُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Habban] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Hudbah] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Anas] radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya melebihi salah seorang dari kalian yang mendapatkan hewan tunggangannya yang telah hilang di padang yang luas."( Shahih Bukhari 5834 )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-4704466782289329731?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/4704466782289329731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=4704466782289329731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4704466782289329731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4704466782289329731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/02/kitab-doa.html' title='Kitab Doa'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-474144653009115608</id><published>2011-02-08T21:31:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T21:39:04.906-08:00</updated><title type='text'>Kitab Pengobatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ خَرَجْنَا وَمَعَنَا غَالِبُ بْنُ أَبْجَرَ فَمَرِضَ فِي الطَّرِيقِ فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَهُوَ مَرِيضٌ فَعَادَهُ ابْنُ أَبِي عَتِيقٍ فَقَالَ&lt;br /&gt;لَنَا عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الْحُبَيْبَةِ السَّوْدَاءِ فَخُذُوا مِنْهَا خَمْسًا أَوْ سَبْعًا فَاسْحَقُوهَا ثُمَّ اقْطُرُوهَا فِي أَنْفِهِ بِقَطَرَاتِ زَيْتٍ فِي هَذَا الْجَانِبِ وَفِي هَذَا الْجَانِبِ فَإِنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْنِي&lt;br /&gt;أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا مِنْ السَّامِ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Manshur] dari [Khalid bin Sa'd] dia berkata; Kami pernah bepergian yang di antaranya terdapat Ghalib bin Abjar, di tengah jalan ia jatuh sakit, ketika sampai di Madinah ia masih menderita sakit, lalu [Ibnu Abu 'Atiq] menjenguknya dan berkata kepada kami; "Hendaknya kalian memberinya habbatus sauda' (jintan hitam), ambillah lima atau tujuh biji, lalu tumbuklah hingga halus, setelah itu teteskanlah di hidungnya di sertai dengan tetesan minyak sebelah sini dan sebelah sini, karena sesungguhnya [Aisyah] pernah menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya habbatus sauda' ini adalah obat dari segala macam penyakit kecuali saam." Aku bertanya; "Apakah saam itu?" beliau menjawab: "Kematian."( Shahih Bukhari no hadits 5255 )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا&lt;br /&gt;أَنَّهَا كَانَتْ تَأْمُرُ بِالتَّلْبِينِ لِلْمَرِيضِ وَلِلْمَحْزُونِ عَلَى الْهَالِكِ وَكَانَتْ تَقُولُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ التَّلْبِينَةَ تُجِمُّ فُؤَادَ الْمَرِيضِ وَتَذْهَبُ بِبَعْضِ الْحُزْنِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Hibban bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin Yazid] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] radliallahu 'anha bahwa dia memerintahkan untuk menkonsumsi talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) untuk orang yang sakit dan orang yang sedih karena musibah yang menimpanya, dia juga berkata; "Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) itu dapat menyembuhkan hati yang sakit dan menghilangkan kesedihan."( Shahih Bukhari no hadits 5257 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ&lt;br /&gt;أَنَّهَا كَانَتْ تَأْمُرُ بِالتَّلْبِينَةِ وَتَقُولُ هُوَ الْبَغِيضُ النَّافِعُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Farwah bin Abu Al Maghra`] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Ayahnya] dari ['Aisyah] bahwa dia juga memeritahkan supaya menkonsumsi talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma), katanya; "Talbinah adalah obat yang tidak di sukai namun sangat bermanfa'at."( Shahih Bukhari no hadits 5258 )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ تَلِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَغَيْرُهُ أَنَّ بُكَيْرًا حَدَّثَهُ أَنَّ عَاصِمَ بْنَ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا&lt;br /&gt;عَادَ الْمُقَنَّعَ ثُمَّ قَالَ لَا أَبْرَحُ حَتَّى تَحْتَجِمَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِيهِ شِفَاءً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Talid] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Wahb] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku ['Amru] dan yang lainnya, bahwa [Bukair] telah menceritakan kepadanya bahwa ['Ashim bin Umar bin Qatadah] menceritakan kepadanya bahwa [Jabir bin Abdullah] radliallahu 'anhuma pernah menjenguk Muqanna' kemudian dia berkata; "Kamu tidak akan sembuh hingga berbekam, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya padanya terdapat obat."( Shahih Bukhari 5264 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-474144653009115608?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/474144653009115608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=474144653009115608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/474144653009115608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/474144653009115608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/02/kitab-pengobatan.html' title='Kitab Pengobatan'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-7267000691466485926</id><published>2011-02-08T19:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T20:51:56.495-08:00</updated><title type='text'>Kitab Iman</title><content type='html'>Bab Islam Dibangun atas Lima Landasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا&lt;br /&gt;قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Musa] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Hanzhalah bin Abu Sufyan] dari ['Ikrimah bin Khalid] dari [Ibnu Umar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan". ( Shahih Bukhari no hadits 7 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Tentang Perkara - Perkara Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad Al Ju'fi] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman". (Shahih Bukhari no hadits 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab Seorang Muslim Adalah Orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ&lt;br /&gt;قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Adam bin Abu Iyas] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdullah bin Abu As Safar] dan [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Asy Sya'bi] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah " Abu Abdullah berkata; dan [Abu Mu'awiyyah] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Daud], dia adalah anak Ibnu Hind, dari ['Amir] berkata; aku mendengar [Abdullah], maksudnya ibnu 'Amru, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan berkata [Abdul A'laa] dari [Daud] dari ['Amir] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ( Shahih Muslim no Hadits 9 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-7267000691466485926?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/7267000691466485926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=7267000691466485926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7267000691466485926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7267000691466485926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/02/kitab-iman.html' title='Kitab Iman'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-7935264100419430135</id><published>2011-02-08T19:20:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T19:33:36.441-08:00</updated><title type='text'>Kitab Permulaan Wahyu</title><content type='html'>حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ&lt;br /&gt;قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Anshari] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim At Taimi], bahwa dia pernah mendengar [Alqamah bin Waqash Al Laitsi] berkata; saya pernah mendengar [Umar bin Al Khaththab] diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan"( Shahih Bukhari no hadits 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا&lt;br /&gt;أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Aisyah] Ibu Kaum Mu'minin, bahwa Al Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya wahyu turun kepada engkau?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng dan cara ini yang paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan. Dan terkadang datang Malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya". Aisyah berkata: "Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti, dan aku lihat dahi Beliau mengucurkan keringat." (Shahih Bukhari no hadits 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّهَا قَالَتْ&lt;br /&gt;أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ فَكَانَ لَا يَرَى رُؤْيَا إِلَّا جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ ثُمَّ حُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلَاءُ وَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ وَهُوَ التَّعَبُّدُ اللَّيَالِيَ ذَوَاتِ الْعَدَدِ قَبْلَ أَنْ يَنْزِعَ إِلَى أَهْلِهِ وَيَتَزَوَّدُ لِذَلِكَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى خَدِيجَةَ فَيَتَزَوَّدُ لِمِثْلِهَا حَتَّى جَاءَهُ الْحَقُّ وَهُوَ فِي غَارِ حِرَاءٍ فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فَقَالَ اقْرَأْ قَالَ مَا أَنَا بِقَارِئٍ قَالَ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ قُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ&lt;br /&gt;{ اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ }&lt;br /&gt;فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ فَدَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقَالَ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَزَمَّلُوهُ حَتَّى ذَهَبَ عَنْهُ الرَّوْعُ فَقَالَ لِخَدِيجَةَ وَأَخْبَرَهَا الْخَبَرَ لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي فَقَالَتْ خَدِيجَةُ كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ فَانْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ حَتَّى أَتَتْ بِهِ وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى ابْنَ عَمِّ خَدِيجَةَ وَكَانَ امْرَأً قَدْ تَنَصَّرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ يَكْتُبُ الْكِتَابَ الْعِبْرَانِيَّ فَيَكْتُبُ مِنْ الْإِنْجِيلِ بِالْعِبْرَانِيَّةِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكْتُبَ وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ عَمِيَ فَقَالَتْ لَهُ خَدِيجَةُ يَا ابْنَ عَمِّ اسْمَعْ مِنْ ابْنِ أَخِيكَ فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ يَا ابْنَ أَخِي مَاذَا تَرَى فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَرَ مَا رَأَى فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي نَزَّلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى يَا لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا لَيْتَنِي أَكُونُ حَيًّا إِذْ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ قَالَ نَعَمْ لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا عُودِيَ وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ وَفَتَرَ الْوَحْيُ&lt;br /&gt;قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الْوَحْيِ فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَرُعِبْتُ مِنْهُ فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى&lt;br /&gt;{ يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ }&lt;br /&gt;فَحَمِيَ الْوَحْيُ وَتَتَابَعَ تَابَعَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ وَأَبُو صَالِحٍ وَتَابَعَهُ هِلَالُ بْنُ رَدَّادٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَقَالَ يُونُسُ وَمَعْمَرٌ بَوَادِرُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata, Telah menceritakan kepada kami dari [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. [Ibnu Syihab] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Jabir bin Abdullah Al Anshari] bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadits ini juga diriwayatkan oleh [Abdullah bin Yusuf] dan [Abu Shalih] juga oleh [Hilal bin Raddad] dari [Az Zuhri]. Dan [Yunus] berkata; dan [Ma'mar] menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri. ( Shahih Bukhari no hadits 3 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ أَبِي عَائِشَةَ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ&lt;br /&gt;فِي قَوْلِهِ تَعَالَى&lt;br /&gt;{ لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ }&lt;br /&gt;قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَالِجُ مِنْ التَّنْزِيلِ شِدَّةً وَكَانَ مِمَّا يُحَرِّكُ شَفَتَيْهِ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَأَنَا أُحَرِّكُهُمَا لَكُمْ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَرِّكُهُمَا وَقَالَ سَعِيدٌ أَنَا أُحَرِّكُهُمَا كَمَا رَأَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يُحَرِّكُهُمَا فَحَرَّكَ شَفَتَيْهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى&lt;br /&gt;{ لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ }&lt;br /&gt;قَالَ جَمْعُهُ لَكَ فِي صَدْرِكَ وَتَقْرَأَهُ&lt;br /&gt;{ فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ }&lt;br /&gt;قَالَ فَاسْتَمِعْ لَهُ وَأَنْصِتْ&lt;br /&gt;{ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ }&lt;br /&gt;ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا أَنْ تَقْرَأَهُ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ إِذَا أَتَاهُ جِبْرِيلُ اسْتَمَعَ فَإِذَا انْطَلَقَ جِبْرِيلُ قَرَأَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا قَرَأَهُ&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Abu Aisyah] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] tentang firman Allah Ta'ala: (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat ingin (menguasainya)." Berkata Ibnu 'Abbas: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat kuat keinginannya untuk menghafalkan apa yang diturunkan (Al Qur'an) dan menggerak-gerakkan kedua bibir Beliau." Berkata Ibnu 'Abbas: "aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya kepadaku". Berkata Sa'id: "Dan aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana aku melihat Ibnu 'Abbas melakukannya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggerakkan kedua bibirnya, Kemudian turunlah firman Allah Ta'ala: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya". Maksudnya Allah mengumpulkannya di dalam dadamu (untuk dihafalkan) dan kemudian kamu membacanya: "Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu". Maksudnya: "Dengarkanlah dan diamlah". Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya" Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak saat itu bila Jibril 'Alaihis Salam datang kepadanya, Beliau mendengarkannya. Dan bila Jibril 'Alaihis Salam sudah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya (kepada para sahabat) sebagaimana Jibril 'Alaihis Salam membacakannya kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam.( Shahih Bukhari no hadits 4 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-7935264100419430135?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/7935264100419430135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=7935264100419430135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7935264100419430135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7935264100419430135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2011/02/kitab-permulaan-wahyu.html' title='Kitab Permulaan Wahyu'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-2370267946157984150</id><published>2010-11-24T18:19:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T18:45:15.205-08:00</updated><title type='text'>Berlindung kepada Allah dari zina</title><content type='html'>ya rabb q minta padamu,hindarkanlah q dari zinanya mata yaitu dengan melihat,zinanya telinga dengan mendengar,zinanya tangan dengan memegang,zinanya kaki dengan melangkah,zinanya lisan dengan mengucapkan,zinanya hati yaitu berkeinginan dan berharap,serta zinanya kemaluan yaitu mendustakan atau membenarkannya.Sebagaimana dalam sebuah hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ&lt;br /&gt;عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنْ بَنِي آدَمَ كُتِبَ حَظُّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالْعَيْنُ زِنَاهَا النَّظَرُ وَالْآذَانُ زِنَاهَا الِاسْتِمَاعُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْمَشْيُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ وَيُكَذِّبُهُ الْفَرْجُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih melalui jalur periwayatan yag sama seperti hadits sebelumnya dari [Abu Hurairah] Dan dengan sanad ini, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: "Setiap jiwa dari anak cucu Adam telah ditetapkan bagiannya dari zina, tidak mungkin tidak, maka mata zinanya adalah melihat, dua telinga zinanya mencari dengar, tangan zinanya memegang, kaki zinanya melangkah, lisan zinanya mengucapkan, hati berkeinginan dan berharap, dan kemaluanlah yang mendustakan atau membenarkan semua itu." ( Musnad Ahmad no 8576 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-2370267946157984150?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/2370267946157984150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=2370267946157984150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/2370267946157984150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/2370267946157984150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2010/11/berlindung-kepada-allah-dari-zina.html' title='Berlindung kepada Allah dari zina'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-7004649341287116972</id><published>2010-07-23T22:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-23T23:34:28.483-07:00</updated><title type='text'>JILBAB MURAH TEMBALANG SEMARANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqHAcFJ5gI/AAAAAAAAABY/OiKg1jTwe8E/s1600/aisyah+batik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqHAcFJ5gI/AAAAAAAAABY/OiKg1jTwe8E/s320/aisyah+batik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497354736766674434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model : Aisyah&lt;br /&gt;Harga : 40.000&lt;br /&gt;Warna: Seri (banyak warna)&lt;br /&gt;Bahan : Winner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqCLLjUl9I/AAAAAAAAABI/eOH1IiooB7o/s1600/jilbab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqCLLjUl9I/AAAAAAAAABI/eOH1IiooB7o/s320/jilbab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497349423750223826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model : Aisyah AB&lt;br /&gt;Harga : 45.000&lt;br /&gt;Warna: Seri (banyak warna)&lt;br /&gt;Bahan : Winner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqF3DGhZQI/AAAAAAAAABQ/1kbqvIKeTlQ/s1600/jilbabwinner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqF3DGhZQI/AAAAAAAAABQ/1kbqvIKeTlQ/s320/jilbabwinner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497353475931071746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model : Dewi pertiwi Jumbo&lt;br /&gt;Harga : 50.000&lt;br /&gt;Warna : Seri (lengkap)&lt;br /&gt;Bahan : Winner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warohmatullah wabarokatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudara saudari muslim muslimah...kami bekerja sama dengan ibu Ibu Keke Achmadi.Kami menyediakan berbagai macam model jilbab dengan harga yang sangat murah,kain dan bahan kualitas baik,silakan melihat - lihat mungkin ada yang tertarik,harga dari Rp40.000,- sampai Rp75.000,- belum termasuk ongkos kirim.untuk wilayah semarang barang kami antar.pemesanan bisa hubungi kami di 085740560556 .Alamat kantor kami di Jalan Bulusan XI/5 Perum Korpri Bulusan tembalang Semarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-7004649341287116972?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/7004649341287116972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=7004649341287116972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7004649341287116972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7004649341287116972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2010/07/jilbab-murah-tembalang-semarang.html' title='JILBAB MURAH TEMBALANG SEMARANG'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kPTx3CoBk_E/TEqHAcFJ5gI/AAAAAAAAABY/OiKg1jTwe8E/s72-c/aisyah+batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-5105526489913596177</id><published>2010-02-23T21:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T21:56:43.322-08:00</updated><title type='text'>dengerin murottal</title><content type='html'>&lt;div style="width:444px"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.listen2quran.com/listen/mediaplayer.swf?config=http://www.listen2quran.com/listen/Conf.aspx" quality="high" allowfullscreen="true" width="444" height="555"&gt;&lt;div style="text-align:center"&gt;&lt;a href="http://www.listen2quran.com/" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.listen2quran.com/pic/" alt="Listen to Quran"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-5105526489913596177?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/5105526489913596177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=5105526489913596177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/5105526489913596177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/5105526489913596177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2010/02/dengerin-murottal.html' title='dengerin murottal'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-1419432730181353769</id><published>2009-11-07T01:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T01:33:41.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlaq'/><title type='text'>Ihsan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hambah Allah SWT. Sebab, ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat dimata Allah SWT. Rasulullah saw. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Oleh karenanya, seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari aqidah dan bagian terbesar dari keislamannya. Karena, Islam dibangun di atas tiga landasan utama, yaitu iman, Islam, dan ihsan, seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya yang shahih. Hadist ini menceritakan saat Raulullah saw. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril—yang menyamar sebagai seorang manusia—mengenai Islam, iman, dan ihsan. Setelah Jibril pergi, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya :&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ )).  رواه مسلم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“&lt;em&gt;Inilah Jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian&lt;/em&gt;.” Beliau menyebut ketiga hal di atas sebagai agama, dan bahkan Allah SWT memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-Qur`an.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”&lt;/em&gt; (al-Baqarah: 195)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….”&lt;/em&gt;(an-Nahl: 90)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Ihsan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Ihsan berasal dari kata حَسُنَ yang artinya adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah اِحْسَانْ, yang artinya kebaikan.  Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…&lt;/em&gt;” (al-Isra’: 7)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“…Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….”&lt;/em&gt; (al-Qashash:77)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;Landasan Syar’i Ihsan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; Al-Qur`an&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Dalam Al-Qur`an, terdapat seratus enam puluh enam ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya. Dari sini kita dapat menarik satu makna, betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini, hingga mendapat porsi yang sangat istimewa dalam Al-Qur`an. Berikut ini beberapa ayat yang menjadi landasan akan hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“&lt;em&gt;…Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” &lt;/em&gt;(al-Baqarah:195)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….” &lt;/em&gt;&lt;/em&gt;(an-Nahl: 90)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“…serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia….” &lt;/em&gt;(al-Baqarah: 83)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“…Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan para hamba sahayamu….” &lt;/em&gt;(an-Nisaa`: 36)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;Kedua;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt; As-Sunnah.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Rasulullah saw. pun sangat memberi perhatian terhadap masalah ihsan ini. Sebab, ia merupakan puncak harapan dan perjuangan seorang hamba. Bahkan, diantara hadist-hadist mengenai ihsan tersebut,  ada beberapa yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini. Rasulullah saw. menerangkan mengenai ihsan—ketika ia menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang ihsan dimana jawaban tersebut dibenarkan oleh Jibril, dengan mengatakan :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” &lt;/em&gt;(HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Di kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;اِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اْلِاحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ , فَاِذَا قَتَلْتُمْ فَاَحْسِنُوْ الْقَتْلَةَ وَ اِذَا ذَبَحْتُمْ فَاَحْسِنُوْ الذَّبْحَةَ &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kebaikan pada segala sesuatu, maka jika kamu membunuh, bunuhlah dengan baik, dan jika kamu menyembelih, sembelihlah dengan baik…” &lt;/em&gt;(HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;Tiga Aspek Pokok Dalam Ihsan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Ihsan meliputi tiga aspek yang fundamental. Ketiga hal tersebut adalah &lt;em&gt;ibadah, muamalah, dan akhlak&lt;/em&gt;. Ketiga hal ini lah yang menjadi pokok bahasan kita kali ini.&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;A. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ibadah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Kita berkewajiban ihsan dalam beribadah, yaitu dengan menunaikan semua jenis ibadah, seperti shalat, puasa, haji, dan sebagainya dengan cara yang benar, yaitu menyempurnakan syarat, rukun, sunnah, dan adab-adabnya. Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba, kecuali jika saat pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut ia dipenuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya), juga    dengan kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh-Nya. Minimal seorang hamba merasakan bahwa Allah senantiasa memantaunya, karena dengan ini lah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna, sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan. Inilah maksud dari perkataan  Rasulullah saw yang berbunyi,  “&lt;em&gt;Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. Maka, selain jenis ibadah yang kita sebutkan tadi, yang tidak kalah pentingnya adalah juga jenis ibadah lainnya seperti jihad, hormat terhadap mukmin, mendidik anak, menyenangkan isteri, meniatkan setiap yang mubah untuk mendapat ridha Allah, dan masih banyak lagi. Oleh karena itulah, Rasulullah saw. menghendaki umatnya senantiasa dalam keadaan seperti itu, yaitu senantiasa sadar jika ia ingin mewujudkan ihsan dalam ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tingkatan Ibadah dan Derajatnya.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Berdasarkan nash-nash Al-Qur`an dan Sunnah, maka ibadah mempunyai tiga tingkatan, yang pada setiap tingkatan derajatnya masing-masing seorang hamba tidak dapat mengukurnya. Karena itulah, kita berlomba untuk meraihnya. Pada setiap derajat, ada tingkatan tersendiri dalam surga. Yang tertinggi adalah derajat &lt;em&gt;muhsinin&lt;/em&gt;, ia menempati &lt;em&gt;jannatul firdaus&lt;/em&gt;, derajat tertinggi di dalam surga. Kelak, para penghuni surga tingkat bawah akan saling memandang dengan penghuni surga  tingkat tertinggi, laksana penduduk bumi memandang bintang-bintang di langit yang  menandakan jauhnya jarak antara mereka.&lt;br /&gt;Adapun tiga tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1.&lt;em&gt;Tingkat at-Takwa&lt;/em&gt;, yaitu tingkatan paling bawah dengan derajat yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Tingkat al-Bir&lt;/em&gt;, yaitu tingkatan menengah dengan derajat yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;3.&lt;em&gt;Tingkat al-Ihsan&lt;/em&gt;, yaitu tingkatan tertinggi dengan derajat yang berbeda-beda pula.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama,Tingkat Takwa.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tingkat taqwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk katagori &lt;em&gt;al-Muttaqun&lt;/em&gt;, sesuai dengan derajat ketaqwaan masing-masing.&lt;br /&gt;Takwa akan menjadi sempurna dengan menunaikan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. Hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah dapat mengakibatkan sangsi dan melakukan salah satu larangannya  adalah dosa. Dengan demikian, puncak takwa adalah melakukan seluruh perintah Allah dan meninggalkansemualarangan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Namun, ada satu hal yang harus kita fahami dengan baik, yaitu bahwa Allah SWT Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya yang memiliki berbagai kelemahan, yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. Oleh karena itu, Allah membuat satu cara penghapusan dosa, yaitu dengan cara tobat dan pengampunan. Melalui hal tersebut, Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak takwa. Sementara itu, ketika seorang hamba naik pada peringkat puncak takwa, boleh jadi ia akan naik pada peringkat bir atau ihsan.&lt;br /&gt;Peringkat ini disebut martabat takwa, karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka, yaitu dengan iman yang benar yang diterima oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua,Tingkatal-Bir.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/em&gt;Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategori &lt;em&gt;al-Abrar&lt;/em&gt;. Hal ini  sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT. hal ini dilakukan setelah mereka menunaikan segala yang wajib, atau yang ada pada peringkat sebelumnya, yaitu peringkat takwa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Peringkat ini disebut martabat &lt;em&gt;al-Bir&lt;/em&gt; (kebaikan), karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah, sesuatu sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang diharamkan-Nya. Amalan-amalan ini tidak diwajibkan Allah kepada hamba-hamba-Nya, tetapi perintah itu bersifat anjuran, sekaligus  terdapat janji pahala didalamnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam kelompok al-bir, kecuali telah menunaikan peringkat yang pertama, yaitu peringkat takwa. Karena, melakukan hal pertama merupakan syarat mutlak untuk naik pada peringkat selanjutnya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, barangsiapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang dia tidak mengimani unsur-unsur qaidah iman dalam Islam, serta tidak terhidar dari siksaan neraka, maka ia tidak dapat masuk dalam peringkat ini (al-bir). Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“…Bukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebaikan itu adalah takwa, dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” &lt;/em&gt;(al-Baqarah: 189)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman, yaitu: Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik.” (Ali ‘Imran: 193)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga, Tingkatan Ihsan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun. Mereka adalah orang-orang yang telah melalui peringkat pertama dan yang kedua (peringkat takwa dan al-bir).&lt;br /&gt;Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna—seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya, maka kita akan mendapatkan suatu kesimpulan bahwa ihsan memiliki dua sisi: &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keikhlasan dan jujur pada saat beramal. Ini adalah ihsan dalam tata cara (metode). &lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, ihsan adalah senantiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, selama hal itu adalah sesuatu yang diridhai-Nya dan dianjurkan untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Untuk dapat naik ke martabat ihsan dalam segala amal, hanya bisa dicapai melalui amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah, serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;B. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Muamalah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam bab muamalah, ihsan dijelaskan Allah SWT pada surah an Nisaa’ ayat 36, yang berbunyi sebagai berikut : &lt;em&gt;“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu…”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; Kita sebelumnya telah membahas bahwa ihsan adalah beribadah kepada Allah  dengan sikap seakan-akan kita melihat-Nya, dan jika kita tidak dapat melihat-Nya, maka Allah melihat kita. Kini, kita akan membahas ihsan dari muamalah dan siapa saja yang masuk dalam bahasannya. Berikut ini adalah mereka yang berhak mendapatkan ihsan tersebut:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama, Ihsan kepada kedua orang tua.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menjelaskan hal ini dalam kitab-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berumr lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua mendidik aku diwaktu kecil.” (al-Israa’: 23-24)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Ayat di atas mengatakan kepada kita bahwa ihsan kepada ibu-bapak adalah sejajar dengan ibadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist riwayat Turmuzdi, dari Ibnu Amru bin Ash, Rasulullah saw. Bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;رِضَى اللهُ فِى رِضَى اْلوَالِدَيْنِ وَ سُخْطُ اللهِ فِى سُخْطِ اْلوَاِلدَيْنِ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Keridhaan Allah berada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan orang tua.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Dalil di atas menjelaskan bahwa ibadah kita kepada Allah tidak akan diterima, jika tidak disertai dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Apabila kita tidak memiliki kebaikan ini, maka bersamaan dengannya akan hilang ketakwaan, keimanan, dan keislaman. Dan Akhlak kepada sesama manusia yang paling utama kepada kedua orang tua, berakhlak kepada mereka adalah dengan berbakti kepada keduanya, baik ketika hidup aupun setelah wafatnya, sebagimana hadits Nabi :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا(رواه ابو داود)&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idy berkata : “Tatkala kami sedngan bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah seraya bertanya : “Ya Rasulallah apakah masih ada kesempatan untuk saya berbakti kepada Ibu Bapak saya setekah keduanya wafat?” Nabi menjawab : “Ya, dengan mendoakan keduanya, memohon ampun unyuknya, melaksanakan janjinya dan menyambung silaturrahmi dari sanak saudarnya serta memuliakan teman-temannya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua, Ihsan kepada kerabat karib.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ihsan kepada kerabat adalah dengan jalan membangun hubungan yang baik dengan mereka, bahkan Allah SWT menyamakan seseorang yang memutuskan hubungan silatuhrahmi dengan perusak dimuka bumi. Allah berfirman :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;”Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan.?” &lt;/em&gt;(Muhammad: 22)&lt;br /&gt;Silaturahmi adalah kunci untuk mendapatkan keridhaan Allah. Hal ini dikarenakan sebab paling utama terputusnya hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah karena terputusnya hubungan silaturahmi. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;أَنَا اللَّهُ وَأَنَا الرَّحْمَنُ خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا مِنْ اسْمِي فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Aku adalah Allah, Aku adalah Rahman, dan Aku telah menciptakan rahim yang Kuberi nama bagian dari nama-Ku. Maka, barangsiapa yang menyambungnya, akan Ku sambungkan pula baginya dan barangsiapa yang memutuskannya, akan Ku putuskan hubunganku dengannya.”&lt;/em&gt; (HR. Turmuzdi)&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan tali silaturahmi.” (HR. Syaikahni dan Abu Dawud)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga, Ihsan kepada anak yatim dan fakir miskin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Dawud, dan Turmuzdi, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga kelak akan seperti ini…(seraya menunjukkan jari telunjuk jari tengahnya).”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Diriwayatkan oleh Turmuzdi, Nabi saw. Bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَبَضَ يَتِيمًا مِنْ بَيْنِ الْمُسْلِمِينَ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ إِلَّا أَنْ يَعْمَلَ ذَنْبًا لَا يُغْفَرُ لَهُ &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;Dari Ibnu Abbas bahwasanya Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa—dari Kaum Muslimin—yang memelihara anak yatim dengan memberi makan dan minumnya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selamanya, selama ia tidak melakukan dosa yang tidak terampuni.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat, Ihsan kepada tetangga dekat,  tetangga jauh, serta teman sejawat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ihsan kepada tetangga dekat meliputi tetangga dekat dari kerabat atau tetangga yang berada di dekat rumah, serta  tetangga jauh, baik jauh karena nasab maupun yang berada jauh dari rumah.&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud teman sejawat adalah yang berkumpul dengan kita atas dasar pekerjaan, pertemanan, teman sekolah atau kampus, perjalanan, ma’had,  dan sebagainya. Mereka semua masuk ke dalam katagori tetangga. Seorang tetangga kafir mempunyai hak sebagai tetangga saja, tetapi tetangga muslim mempunyai dua hak, yaitu sebagai tetangga dan sebagai muslim, sedang tetangga muslim dan kerabat mempunyai tiga hak, yaitu sebagai tetangga, sebagai muslim dan sebagai kerabat. Rasulullah saw. menjelaskan hal ini dalam sabdanya :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" align="right"&gt;&lt;strong&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُسْلِمُ عَبْدٌ حَتَّى يَسْلَمَ قَلْبُهُ وَلِسَانُهُ وَلَا يُؤْمِنُ حَتَّى يَأْمَنَ جَارُهُ بَوَائِقَهُ &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata, bersabda Rasulullah SAW : Demi Yang jiwaku berada di tangan-NYA tidaklah selamat seorang hamba sampai hati dan lisannya selamat (tidak berbuat dosa) dan tidaklah beriman (sempurna keimanannya) seorang hamba sehingga tetangganya merasa aman dari gangguannya. (HR.Ahmad)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Pada hadits yang lain, Rasulullah bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;لاَ يُؤْمِنُ بِي مَنْ باَتَ شَبْعَانًا وَ جَارُهُ جَا ئِعٌ وَهُوَ يَعْرِفُهُ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam, sedangkan tetangganya kelaparan, padahal ia megetahuinya.”&lt;/em&gt;(HR. ath-Thabrani)&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelima, Ihsan kepada ibnu sabil dan hamba sahaya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Rasulullah saw. bersabda mengenai hal ini :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" align="right"&gt;َ&lt;strong&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan tamunya.” (HR. Jama’ah, kecuali Nasa’i)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Selain itu, ihsan terhadap ibnu sabil adalah dengan cara memenuhi kebutuhannya, menjaga hartanya, memelihara kehormatannya, menunjukinya jalan jika ia meminta, dan memberinya pelayanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" align="right"&gt;&lt;strong&gt;جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمْ أَعْفُو عَنْ الْخَادِمِ فَصَمَتَ عَنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمْ أَعْفُو عَنْ الْخَادِمِ فَقَالَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعِينَ مَرَّةً &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat yang lain, dikatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Ya, Rasulullah, berapa kali saya harus memaafkan hamba sahayaku?” Rasulullah diam tidak menjawab. Orang itu berkata lagi, “Berapa kali ya, Rasulullah?” Rasul menjawab, “Maafkanlah ia tujuh puluh kali dalam sehari.” &lt;/em&gt;(HR. Abu Daud dan at-Turmuzdi)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" align="right"&gt;&lt;strong&gt;إِذَا صَنَعَ لِأَحَدِكُمْ خَادِمُهُ طَعَامَهُ ثُمَّ جَاءَهُ بِهِ وَقَدْ وَلِيَ حَرَّهُ وَدُخَانَهُ فَلْيُقْعِدْهُ مَعَهُ فَلْيَأْكُلْ فَإِنْ كَانَ الطَّعَامُ مَشْفُوهًا قَلِيلًا فَلْيَضَعْ فِي يَدِهِ مِنْهُ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Jika seorang hamba sahaya membuat makanan untuk salah seorang diantara kamu, kemudian ia datang membawa makanan itu dan telah merasakan panas dan asapnya, maka hendaklah kamu mempersilahkannya duduk dan makan bersamamu. Jika ia hanya makan sedikit, maka hendaklah kamu mememberinya satu atau dua suapan.” &lt;/em&gt;(HR. Bukhari, Turmuzdi, dan Abi Daud)&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; Adapun muamalah terhadap pembantu atau karyawan dilakukan dengan membayar gajinya sebelum keringatnya kering, tidak membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak sanggup melakukannya, menjaga kehormatannya, dan menghargai pridainya. Jika ia pembantu rumah tangga, maka hendaklah ia diberi makan dari apa yang kita makan, dan diberi pakaian dari apa yang kita pakai.&lt;br /&gt;Pada akhir pembahasan mnegenai bab muamalah ini, Allah SWT  menutupnya firman-Nya yang berbunyi :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;”Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” &lt;/em&gt;(al-Hajj: 38)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Ayat di atas merupakan isyarat yang sangat jelas kepada siapa saja yang tidak berlaku ihsan. Bahkan, hal itu adalah pertanda bahwa dalam dirinya ada kecongkakan dan kesombongan, dua sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keenam, Ihsan dengan perlakuan dan ucapan yang baik kepada manusia.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" align="right"&gt;&lt;strong&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَصْمُتْ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Masih riwayat dari Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda   :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;قَوْلُ اْلمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;“Ucapan yang baik adalah sedekah.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;Bagi manusia secara umum, hendaklah kita melembutkan ucapan, saling menghargai dalam pergaulan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegahnya dari kemungkaran, menunjukinya jalan jika ia tersesat, mengajari mereka yang bodoh, mengakui hak-hak mereka, dan tidak mengganggu mereka dengan tidak melakukan hal-hal dapat mengusik serta melukai mereka.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketujuh, Ihsan dengan berlaku baik kepada binatang.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Berbuat ihsan terhadap binatang adalah dengan memberinya makan jika  ia lapar, mengobatinya jika ia sakit, tidak membebaninya diluar kemampuannya, tidak menyiksanya jika ia bekerja, dan mengistirahatkannya jika ia lelah. Bahkan, pada saat menyembelih, hendaklah dengan menyembelihnya dengan cara yang baik, tidak menyiksanya, serta menggunakan pisau yang tajam.&lt;br /&gt;Inilah sisi-sisi  ihsan yang datang dari nash Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. &lt;p&gt;·  &lt;strong&gt;Beberapa contoh ihsan dalam hal muamalah&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Pada Perang Uhud, orang-orang Quraisy membunuh paman Rasulullah saw, yaitu Hamzah. Mereka mencincang tubuhnya, membelah dadanya, serta memecahkan giginya, kemudian seorang sahabat meminta Rasulullah saw.  berdoa agar mereka diazab oleh Allah. Akan tetapi, Rasulullah malah berkata   :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;اَلَّلهُمَّ اهْدِ قَوْ مِيْ فَاِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt; “Ya Allah, ampunilah mereka, karena mereka adalah kaum yang bodoh.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Contoh kedua, suatu hari, Umar bin Abdul Aziz berkata kepada hamba sahaya perempuannya, “Kipasilah aku sampai aku tertidur.” Lalu, hambanya pun  mengipasinya sampai ia tertidur. Karena sangat mengantuk, sang hamba pun tertidur. Ketika Umar bangun,  beliau mengambil kipas tadi dan mengipasi hamba sahayanya. Ketika hamba sahaya itu terbangun, maka ia pun berteriak  menyaksikan tuannya melakukan hal tersebut. Umar kemudian berkata, “Engkau adalah manusia biasa seperti diriku dan mendapatkan kebaikan seperti halnya aku, maka aku pun melakukan hal ini kepadamu,  sebagaimana engkau melakukannya padaku”.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;strong&gt; C.  Akhlak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ihsan dalam akhlak sesungguhnya merupakan buah dari ibadah dan muamalah. Seseorang akan mencapai tingkat ihsan dalam akhlaknya apabila ia telah melakukan ibadah seperti yang menjadi harapan Rasulullah dalam hadits yang telah dikemukakan di awal tulisan ini, yaitu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya, dan jika kita tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah senantiasa melihat kita. Jika hal ini telah dicapai oleh seorang hamba, maka sesungguhnya itulah puncak ihsan dalam ibadah. Pada akhirnya, ia akan berbuah menjadi akhlak atau perilaku, sehingga mereka yang sampai pada tahap ihsan dalam ibadahnya akan terlihat jelas dalam perilaku dan karakternya.&lt;br /&gt;Jika kita ingin melihat nilai ihsan pada diri seseorang—yang diperoleh dari hasil maksimal ibadahnya, maka kita akan menemukannya dalam muamalah kehidupannya. Bagaimana ia bermuamalah dengan sesama manusia, lingkungannya,  pekerjaannya, keluarganya, dan bahkan terhadap dirinya sendiri. Berdasarkan ini semua, maka Rasulullah saw. mengatakan dalam sebuah hadits   :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;اِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَ خْلَاقِ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt; “Aku diutus hanyalah demi menyempurnakan akhlak yang mulia.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong style="font-family: arial;"&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah, muamalah, dan akhlak. Oleh karena itu, semua orang yang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut. Siapa pun kita, apa pun profesi kita, dimata Allah tidak ada yang lebih mulia dari yang lain, kecuali mereka yang telah naik ketingkat ihsan dalam seluruh sisi dan nilai hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-1419432730181353769?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/1419432730181353769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=1419432730181353769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/1419432730181353769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/1419432730181353769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/ihsan.html' title='Ihsan'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-7912701853603935203</id><published>2009-11-05T08:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T08:57:55.278-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Jabir Ibnu Abdullah Al-Anshari</title><content type='html'>&lt;!-- End Xtypo --&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rombongan kendaraan melaju mempercepat langkah dari Yatsrib ke Mekah karena didorong oleh rasa kerinduan kepada seseorang yang dicintai. Mereka sudah berjanji kepada Rasulullah untuk bertemu. Setiap orang yang berada di rombongan itu sangat rindu dengan suatu waktu pada saat akan merasakan kebahagiaan bertemu dengan Nabi Muhammad &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;Shalalllahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dan meletakkan tangan di atas tangan beliau dengan membaiatnya untuk selalu mendengarkan perintahnya dan taat, serta berjanji untuk saling menguatkan dan menolong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Di antara rombongan itu, ada orang tua, salah seorang pemuka kaum, membonceng anak laki-laki satu-satunya yang masih kecil di belakangnya. Ia meninggalkan sembilan anak perempuan di Yatsrib karena ia tidak memiliki anak laki-laki yang kecil selainnya. Orang tua itu sangat ingin anaknya bisa menyaksikan baiat dan tidak kehilangan hari agung yang dianugerahkan itu. Orang tua itu bernama Abdullah ibnu Amr al-Khazraji al-Anshari. Anaknya bernama Jabir ibnu Abdullah al-Anshari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Keimanan bersinar di hati Jabir ibnu Abdullah, sedangkan ia masih kecil dan segar. Keimanan pun menyinari setiap sendinya. Islam menyentuh jiwanya yang halus seperti tetesan-tetesan hujan menyentuh kelopak bunga. Tetesan-tetesan itu pun membukanya dan memenuhinya dengan semerbak wangi-wangian. Hubungan Jabir dan Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; menjadi kuat sejak mudanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; yang mulia datang berhijrah ke Madinah, anak kecil yang mukmin ini berguru kepada Nabi pembawa petunjuk dan rahmat. Ia pun menjadi sebagian orang utama yang diluluskan oleh pendidikan Muhammad menjadi penghafal Kitab Allah untuk kepentingan manusia dan menjadi periwayat hadits Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;.. Cukuplah kita mengetahui bahwa Musnad Jabir ibnu Abdullah terkumpul di antara kedua sisinya sebanyak 1.540 hadits. Dihafallah semua hadits itu oleh seorang murid yang pandai dan meriwayatkannya dari Nabi kaum muslimin yang agung. Imam Bukhari dan Imam Muslim menetapkan dalam dua kitab shahihnya lebih dari 200 hadits dari hadits-haditsnya. Ia menjadi sumber penyiaran dan petunjuk bagi kaum muslimin sepanjang waktu. Allah pun memanjangkan kehidupannya sehingga umurnya sampai satu abad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-7912701853603935203?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/7912701853603935203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=7912701853603935203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7912701853603935203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7912701853603935203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/hanzhalah-bin-abi-amir-radiallahu-anhu.html' title='Jabir Ibnu Abdullah Al-Anshari'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-4075068088571793708</id><published>2009-11-05T07:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T08:04:49.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Terapi Jus Buah dan Sayuran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TERAPI&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 115%; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;JUS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; untuk &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;SEHAT, BUGAR&lt;/span&gt; DAN &lt;span style="background: fuchsia none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;AWET MUDA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus bukan sekedar minuman segar pelepas dahaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain kaya vitamin dan tinggi serat, jus berdaya terapi yang efektif. Mulai dari mencegah kanker, sampai membuat awet muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mulanya, biasa saja Anda tertarik karena warna-warninya. Lalu makin terpesona dengan kesegaran rasanya. Ah terlebih bila Anda juga tahu manfaatnya. Bukankah menyenangkan bisa menghilangkan dahaga dengan segelas minuman segar, bercita rasa sedap dan punya nilai plus bagi kesehatan Anda pula?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah info lengkap tentang aneka jus, agar daya terapi jus dapat Anda manfaatkan secara optimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: center;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;KHASIAT PRIMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;BUAH &amp;amp; SAYURAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pilihan Jus &amp;amp; Problem Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus tidak secara otomatis membuat masalah kesehatan Anda terselesaikan. Namun, minuman menyegarkan ini dapat membantu tubuh Anda mengurangi macam-macam gejala antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kulit Berjerawat :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 108pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Minumlah jus yang terdiri dari seledri, wortel, tomat, brokoli, apel atau mangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kembung dan nyeri payudara menjelang Haid:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;Minumlah jus mentimun, wortel, seledri, apel dan    nanas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedang Stress :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 108pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Usir dengan jus jeruk nipis, daun-daun hijau (bayam /seledri) avokad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: fuchsia none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keluhan menjelang Menstruasi :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;Padukan Apel dan wortel dalam segelas jus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Dalam Resep Terapi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Jus :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: blue none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Pengusir Lelah :&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 72pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zat yang diperlukan; vitamin B kompleks, vitamin C, E, seng, besi, magnesium dan potassium… (Jus yang terdiri dari :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wortel + jahe + daun bayam + peterseli + selada air atau bayam + wortel &amp;amp; brussel sprouts atau bayam + apel + jeruk nipis + leci + kiwi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mengusir Jerawat :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : vitamin B2, C, E, beta karoten, potassium dan seng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : Wortel+ lobak cina dan jahe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kulit Kusam :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : Vitamin B2, C, E, Beta karoten dan potassium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : anggur merah + strobery atau jeruk + jambu biji dan jeruk nipis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anti Keriput :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : vitamin B2, C, E, silicon, selenium dan potassium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : wortel +pir + daun selada + peterseli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: fuchsia none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Memulihkan Gairah Bercinta :&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yag diperlukan beta karoten, vitamin, Vitamin E dan seng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 72pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus : Apel + jahe +seledri atau Wortel + daun Bayam + peterseli atau aggur merah + peach.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mengurangi keluhan PMS (pre-menstruasi syndrome) – sindroma pra haid.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : vitamin E, Seng, dan magnesium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : Wortel + daun bayam + seledri + jahe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Stress dan Depresi :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : Vitamin B kompleks, C, zat Besi dan magnesium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : melon + daun bayam atau daun bayam + anggur merah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pereda Flu :&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : Vitamin C, beta karoten dan seng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : Jeruk + Jambu biji atau Jeruk + papaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tekanan Darah Tinggi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gizi yang diperlukan : Potasium, kalsium dan magnesium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus : ceri + anggur + pir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: fuchsia none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mencegah Artritis ( Radang sendi)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : Niasin, Vitamin B3, C dan Selenium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : Wortel + selada air atau Jambu biji + jeruk nipis + nanas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mencegah Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gizi yang diperlukan : Vitamin D dan kalsium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus : Wortel + Apel + Kuntum Brocoli beserta batangya + peterseli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Problem Pencernaan :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gizi yang diperlukan : folat dan beta karote&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus : Wortel + lobak cina + apel atau Apel + mentimun +selada Air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gusi Berdarah :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Gizi yang diperlukan : Vitamin C, Kalsium dan Magnesium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Jus : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bayam + Apel + Pir atau Selada + Wortel + Peterseli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mata Lelah :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gizi yang diperlukan : Beta Karoten&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 10pt 36pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jus : Wortel + selada air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=";font-family:'Kristen ITC';font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga Info ini bermanfaat buat teman-teman yang membacanya…&lt;/span&gt;..:)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-4075068088571793708?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/4075068088571793708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=4075068088571793708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4075068088571793708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4075068088571793708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/terapi-jus-buah-dan-sayuran.html' title='Terapi Jus Buah dan Sayuran'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-7378621669202841059</id><published>2009-11-05T07:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T07:56:36.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Hidup Sehat Terapi dengan Jus</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 204, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buah &lt;/span&gt;dan sayur mengandung berbagai nutrisi penting yang sangat baik bagi kesehatan. Hal ini tentunya bukan hal yang baru bagi Anda. Tapi, pernahkah Anda berpikir untuk melakukan pengobatan dengan melakukan terapi jus? Hal ini tentunya sangat menarik, karena obat biasanya identik dengan hal yang tidak menyenangkan. Tapi, Dengan terapi jus, Anda bisa memulihkan dan memperbaiki kesehatan sekaligus juga mengonsumsi makanan yang Anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi jus sendiri bukanlah hal yang baru. Terapi jus sudah digunakan secara luas dalam sistem pengobatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;naturophaty&lt;/span&gt; untuk menangani berbagai jenis penyakit. Jus juga kaya akan suplemen diat dan yang pasti tanpa efek samping. Tidak usah ragu-ragu, jus merupakan sumber vitamin, mineral, serta enzim-enzim terkaya. Penelitian juga telah membuktikan, mereka yang hidup dengan mengonsumsi jus, khususnya dari buah dan sayur mentah, hidup lebih sehat dan tanpa gangguan penyakit yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jus membantu meningkatkan jumlah energi dan meredakan kelelahan. Selain itu, jus juga berperan dalam proses detoksifikasi untuk membuang racun-racun yang ada dalam tubuh. Jus akan dicerna dan diserap tubuh dalam hitungan menit. Nah, setelah mengetahui manfaat jus, masihkah Anda ragu utuk mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sebelumnya, Anda harus ingat dulu, untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, ada baiknya menghindari jus botol atau kalengan. Jus ini seringkali mengandung zat-zat kimia yang bisa merusak nutrisi-nutrisi sehat. Lebih baik mengonsumsi jus segar yang Anda buat sendiri di rumah. Jangan lupa membersihkan buah dan sayuran terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi jus ini bermanfaat dalam mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk hipertensi, penyakit kardiovaskular, ginjal serta obesitas. Tidak hanya ini, terapi jus terbukti masih bisa membantu mengatasi berbagai penyakit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pakar nutrisi setiap orang sebaiknya mengistirahatkan lambung tanpa kehilangan energi dengan mengikuti terapi jus sekali seminggu. Pada hari ini, Anda bisa mengonsumsi berbagai jenis jus setiap 2 jam sampai Anda tidur di malam hari. Tapi, ada baiknya juga berkonsultasi dulu dengan dokter Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin mencoba tapi masih bingung menentukan pilihan? Berikut beberapa pilihan jus beserta manfaatnya yang bisa menjadi pilihan Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan:&lt;/span&gt; Kentang diyakini mengandung vitamin seperti vitamin B1, B2, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;niacin&lt;/span&gt;, dan bahkan vitamin C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan:&lt;/span&gt; Sebelum membuat jus, perhatikan dulu kentang yang Anda pilih. Bagian yang mengalami perubahan warna menjadi hijau sebaiknya dibuang karena mungkin mengandung racun yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;solanine.&lt;/span&gt; Ada baiknya juga  membuang tunas-tunas yang mungkin sudah mulai muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat:&lt;/span&gt; Kulit kentang kaya akan kalium. Karena itu, makanan ini bisa langsung dikonsumsi setelah direbus tanpa mengupas kulitnya. Sayuran ini juga diyakini bagus untuk kesehatan kardiovaskular. Di sisi lain, jus kentang&lt;br /&gt;juga bisa mengatasi masalah di usus halus dan lambung. Selain itu, jus kentang juga bagus bagi Anda yang mengalami masalah konstipasi dan wasir. Karena kentang juga mengandung soda dan kalium karbonat, maka bisa mencegah peningkatan keasaman (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;acidosis&lt;/span&gt;) dan menjaga agar tubuh tetap bersifat alkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, karena kandungan kentang juga diyakini bisa membantu mengeluarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;uric acid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Labu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan: &lt;/span&gt;Jika ingin membuat jus, ada baiknya memilih labu yang telah masak, karena akan lebih mudah membuang bijinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat:&lt;/span&gt; Labu diyakini kaya akan seng. Karena itu, jus ini bisa membantu pasien yang menderita pembesaran prostat. Selain itu, labu juga dinyatakan bisa menetralkan racun. Labu juga merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anti-helmintic &lt;/span&gt;(pengangkat cacing dari saluran pencernaan). Selain itu, karena bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diuretic, &lt;/span&gt;labu juga bisa meredakan pasien-pasien yang menderita akibat pembengkakan, batu ginjal dan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tomat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan: &lt;/span&gt;Menurut pengobatan aryuveda, tomat merupakan bahan laksatif yang bagus serta makanan perangsang selera makan yang baik. Tomat mengandung&lt;span style="font-style: italic;"&gt; citic,&lt;/span&gt; fosfor dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;malic acid&lt;/span&gt; yang berfungsi membersihkan darah. Vitamin C dalam tomat juga tidak mudah dihancurkan karena dilindungi oleh asam. Ada juga pernyataan yang menyebutkan, asupan jus tomat lebih baik daripada jus jeruk, khususnya pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat: &lt;/span&gt;Jus tomat dianjurkan bagi pasien diabetes dan mereka yang obesitas karena kandungan karbohidratnya rendah. Selain bermanfaat dalam mengatasi kelainan ginjal, tomat juga bagus untuk mengatasi konstipasi. Pasien dengan kadar hemoglobin rendah juga sangat dianjurkan mengonsumsi jus tomat karena kandungan besi dalam tomat mudah dicerna dan bisa diserap tubuh dengan lebih mudah. Selain itu, jus tomat juga bagus dikonsumi saat Anda&lt;br /&gt;terserang flu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan: Karena kandungan airnya banyak, semangka diyakini bisa mendinginkan dan bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diuretic.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat:&lt;/span&gt; Jus semangka diyakini bisa meredakan masalah-masalah perut serta meredakan sensasi panas di lambung. Karena bersifat&lt;span style="font-style: italic;"&gt; diuretic,&lt;/span&gt; jus semangka juga bermanfaat mengatasi masalah ginjal dan kandung kemih. Yang lebih  menarik lagi, semangka juga diyakini bisa menstimulus proses peremajaan yang berlangsung di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sayuran hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sayuran hijau kaya akan klorofil. Klorofil ini, selain berfungsi sebagai anti bakteri dan laksatif juga mengandung protein berkualitas tinggi. Kandungan klorofil dan besi dalam sayuran hijau bisa mengatasi anemia. Sayuran hijau juga kaya mineral yang berfungsi menurunkan keasaman lambung. Tubuh manusia pada dasarnya diyakini bersifat alkali, karena itu makanan yang mengandung mineral lebih cocok untuk dikonsumi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, mereka yang menderita masalah usus halus tidak dianjurkan mengonsumsi sayuran hijau karena kandungan seratnya bisa membahayakan mereka. Penderita disentri dan diare juga sebaiknya menghindari sayuran hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayam diyakini mengandung oksalat, dan sebaiknya dihindari oleh mereka yang menderita batu ginjal. Pasien-pasien ini juga dianjurkan meminimalkan asupan sayuran hijau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 204, 0);"&gt; dari tubuh, maka kentang juga bagus bagi penderita encok. Kentang dan jus kentang juga terlihat bagus dalam mengatasi berbagai  masalah kulit, khususnya eksem. Karena itu, jus kentang bisa juga diminum atau dioleskan ke bagian kulit yang bermasalah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-7378621669202841059?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/7378621669202841059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=7378621669202841059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7378621669202841059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/7378621669202841059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/manfaat-juss-buah-dan-sayur-segar.html' title='Hidup Sehat Terapi dengan Jus'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-4422487437744788781</id><published>2009-11-05T07:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T07:43:26.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Gaya Hidup Sehat</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Gaya hidup back to nature sedang menjadi tren di masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Seperti dalam ungkapan bijak “You are what you eat,” atau kesehatan tercermin dari apa yang Anda makan. Jika pola makan buruk, beragam penyakitpun akan bermunculan, sedangkan pola makan yang baik akan menjadikan tubuh bugar dan sehat. Ada hubungan sejajar antara pola perilaku makan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan jaman yang serba cepat, kesibukan bekerja menjadikan sebagian masarakat kita lebih memnyukai pola makan serba instan. Seringnya mengkonsumsi makanan instan ini berdampak negatif terhadap kesehatan. Ini di sebabkan karena makanan instan kebanyakan mengandung pengawet, pewarna, pemberi rasa, tinggi lemak, tinggi protein, banyak gula, garam namun rendah serat. Pola makan ini menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti tekenen darah tinggi, diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, obesitas hingga kanker. Agar terhindar dari berbagai penyakit tersebut, hendaklah kita menghindari pola makan tidak sehat. Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin, mineral esensial, serta nutrisi mikro yang penting bagi kesehatan tubuh. Buah dan sayuran juga mampu mendetoksifikasi tubuh dari beragam zat karsinogen penyebab kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dan sayur juga mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan ini mampu mengubah sel-sel tubuh menjadi pengaman untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Sejatinya, radikal bebas yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan sel-sel. Disinilah antioksidan dalam buah dan sayuran mengambil peranan, seperti mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Masalahnya, sebagian besar makanan sumber antioksidan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, agar tetap efektif manfaatnya. Mengonsumsi makanan mentah/segar dalam bentuk jus bisa menjadi solusi. Jus menjadikan buah dan sayuran lebih mudah dicerna dan meningkatkan citarasa sehingga lebih mudah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan food based dengan cara terapi jus adalah cara terbaik untuk memperoleh berbagai antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh dalam melawan berbagai penyakit. Vitamin, mineral, fitonutrien dan enzim dalam jus, dibutuhkan untuk merawat organ-organ tubuh, jaringan yang melemah, memperbaiki sistem kekebalan, meingkatkan daya tahan serta menjaga seluruh fungsi vital tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, jus juga merupakan metode cepat untuk memperoleh makanan yang mudah dicerna dan diasimilasi secara mudah dan cepat. Makanan tersebut akan masuk ke dalam sistem darah dan kelenjar tubuh, memberi makanan sel serta mempertahankan dan menjaga kesehatan hanya beberpa saat setelah jus diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh konkretnya bisa dilihat pada jus buah dan jus sayuran. Jus buah memasok lebih banyak vitamin sementara jus sayuran cenderung memasok lebih banyak mineral. Meskipun secara umum masing-masing mengandung keduanya. Vitamin dan mineral, merupakan elemen penting yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan. Dengan pasokan kontinyu dari jus buah dan sayuran, dipastikan kesehatan dan kebugaran tubuh akan tetap terjaga. Sehingga secara umum, jus dapat membantu memperbaiki kualitas kesehatan kita.Mau hidup sehat ? olahraga teratur,makan teratur,istirahat cukup :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-4422487437744788781?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/4422487437744788781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=4422487437744788781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4422487437744788781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4422487437744788781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/gaya-hidup-sehat.html' title='Gaya Hidup Sehat'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-8068937081611928810</id><published>2009-11-05T01:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T07:01:20.748-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah'/><title type='text'>Tata Cara Pernikahan Dalam Islam : Malam Pertama Dan Adab Bersenggama ( Jima' / Bersetubuh  )</title><content type='html'>Yang belum cukup Umur di larang Baca .. hehe :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Pertama Dan Adab Bersenggama&lt;br /&gt;Saat pertama kali pengantin pria menemui isterinya setelah aqad nikah, dianjurkan melakukan beberapa hal, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya seraya mendo’akan baginya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a Bersetubuh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: right; color: rgb(255, 0, 0);font-size:large;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;بِسْمِ اللهِ اَللَّھُمَّ جَنِّبْنَا الشَّیْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّیْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Bismillaahi, allahumma jannibnasy syaythaana wa jannibisy syaythaana maa razaqtanaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah; jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Hendaknya ia mengerjakan shalat sunnah dua raka’at bersama isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata: “Hal itu telah ada sandarannya dari ulama Salaf (Shahabat dan Tabi’in).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits dari Abu Sa’id maula (budak yang telah dimerdekakan) Abu Usaid.&lt;br /&gt;Ia berkata: “Aku menikah ketika aku masih seorang budak. Ketika itu aku mengundang beberapa orang Shahabat Nabi, di antaranya ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr dan Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhum. Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami shalat. Tetapi mereka berkata: ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzarr) berkata: ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar!’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka shalat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku, ‘Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua raka’at. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kamu berdua...!’”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits dari Abu Waail.&lt;br /&gt;Ia berkata, “Seseorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.’ ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka’at di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdo’alah):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Bercumbu rayu dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Misalnya dengan memberinya segelas air minum atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan hadits Asma’ binti Yazid binti as-Sakan radhiyallaahu ‘anha, ia berkata: “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada ‘Aisyah. Tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazid berkata: “Aku menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam!’ Akhirnya ‘Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Berdo’a sebelum jima’ (bersenggama), yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca do’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Suami boleh menggauli isterinya dengan cara bagaimana pun yang disukainya asalkan pada kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangi-lah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” [Al-Baqarah : 223]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Pernah suatu ketika ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu datang kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, celaka saya.’ Beliau bertanya, ‘Apa yang membuatmu celaka?’ ‘Umar menjawab, ‘Saya membalikkan pelana saya tadi malam.’ [6] Dan beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan komentar apa pun, hingga turunlah ayat kepada beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai...” [Al-Baqarah : 223]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setubuhilah isterimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi hindarilah (jangan engkau menyetubuhinya) di dubur dan ketika sedang haidh". [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan menggaulinya dari arah depan atau dari belakang asalkan pada kemaluannya".[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Suami Dianjurkan Mencampuri Isterinya Kapan Waktu Saja&lt;br /&gt;• Apabila suami telah melepaskan hajat biologisnya, janganlah ia tergesa-gesa bangkit hingga isterinya melepaskan hajatnya juga. Sebab dengan cara seperti itu terbukti dapat melanggengkan keharmonisan dan kasih sayang antara keduanya. Apabila suami mampu dan ingin mengulangi jima’ sekali lagi, maka hendaknya ia berwudhu’ terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu’ terlebih dahulu.” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yang afdhal (lebih utama) adalah mandi terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Rafi' radhi-yallaahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah menggilir isteri-isterinya dalam satu malam. Beliau mandi di rumah fulanah dan rumah fulanah. Abu Rafi' berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa tidak dengan sekali mandi saja?” Beliau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lebih bersih, lebih baik dan lebih suci.” [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seorang suami dibolehkan jima’ (mencampuri) isterinya kapan waktu saja yang ia kehendaki; pagi, siang, atau malam. Bahkan, apabila seorang suami melihat wanita yang mengagumkannya, hendaknya ia mendatangi isterinya. Hal ini berdasarkan riwayat bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat wanita yang mengagumkan beliau. Kemudian beliau mendatangi isterinya -yaitu Zainab radhiyallaahu ‘anha- yang sedang membuat adonan roti. Lalu beliau melakukan hajatnya (berjima’ dengan isterinya). Kemu-dian beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya wanita itu menghadap dalam rupa syaitan dan membelakangi dalam rupa syaitan. [11] Maka, apabila seseorang dari kalian melihat seorang wanita (yang mengagumkan), hendaklah ia mendatangi isterinya. Karena yang demikian itu dapat menolak apa yang ada di dalam hatinya.” [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam an-Nawawi rahimahullaah berkata : “ Dianjurkan bagi siapa yang melihat wanita hingga syahwatnya tergerak agar segera mendatangi isterinya - atau budak perempuan yang dimilikinya -kemudian menggaulinya untuk meredakan syahwatnya juga agar jiwanya menjadi tenang.” [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketahuilah saudara yang budiman, bahwasanya menahan pandangan itu wajib hukumnya, karena hadits tersebut berkenaan dan berlaku untuk pandangan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” .[An-Nuur : 30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Buraidah, dari ayahnya radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ber-sabda kepada ‘Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ‘Ali, janganlah engkau mengikuti satu pandangan pandangan lainnya karena yang pertama untukmu dan yang kedua bukan untukmu”. [14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Haram menyetubuhi isteri pada duburnya dan haram menyetubuhi isteri ketika ia sedang haidh/ nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haidh. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor.’ Karena itu jauhilah [15] isteri pada waktu haidh; dan janganlah kamu dekati sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” [Al-Baqarah : 222]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menggauli isterinya yang sedang haidh, atau menggaulinya pada duburnya, atau mendatangi dukun, maka ia telah kafir terhadap ajaran yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” [16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dilaknat orang yang menyetubuhi isterinya pada duburnya.” [17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kaffarat bagi suami yang menggauli isterinya yang sedang haidh.&lt;br /&gt;Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata, “Barangsiapa yang dikalahkan oleh hawa nafsunya lalu menyetubuhi isterinya yang sedang haidh sebelum suci dari haidhnya, maka ia harus bershadaqah dengan setengah pound emas Inggris, kurang lebihnya atau seperempatnya. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang menggauli isterinya yang sedang haidh. Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hendaklah ia bershadaqah dengan satu dinar atau setengah dinar.’”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apabila seorang suami ingin bercumbu dengan isterinya yang sedang haidh, ia boleh bercumbu dengannya selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima'/ bersetubuh).” [19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apabila suami atau isteri ingin makan atau tidur setelah jima’ (bercampur), hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu' terlebih dahulu, serta mencuci kedua tangannya. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila beliau hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu' seperti wudhu' untuk shalat. Dan apabila beliau hendak makan atau minum dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau makan dan minum.” [20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu’ (seperti wudhu') untuk shalat.” [21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sebaiknya tidak bersenggama dalam keadaan sangat lapar atau dalam keadaan sangat kenyang, karena dapat membahayakan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Suami isteri dibolehkan mandi bersama dalam satu tempat, dan suami isteri dibolehkan saling melihat aurat masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun riwayat dari ‘Aisyah yang mengatakan bahwa ‘Aisyah tidak pernah melihat aurat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah riwayat yang bathil, karena di dalam sanadnya ada seorang pendusta. [22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Haram hukumnya menyebarkan rahasia rumah tangga dan hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap suami maupun isteri dilarang menyebarkan rahasia rumah tangga dan rahasia ranjang mereka. Hal ini dilarang oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan, orang yang menyebarkan rahasia hubungan suami isteri adalah orang yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya pada hari Kiamat adalah laki-laki yang bersenggama dengan isterinya dan wanita yang bersenggama dengan suaminya kemudian ia menyebarkan rahasia isterinya.” [23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang shahih, disebutkan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan kalian lakukan (menceritakan hubungan suami isteri). Perumpamaannya seperti syaitan laki-laki yang berjumpa dengan syaitan perempuan di jalan lalu ia menyetubuhinya (di tengah jalan) dilihat oleh orang banyak…” [24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullaah berkata, “Apa yang dilakukan sebagian wanita berupa membeberkan maslah rumah tangga dan kehidupan suami isteri kepada karib kerabat atau kawan adalah perkara yang diharamkan. Tidak halal seorang isteri menyebarkan rahasia rumah tangga atau keadaannya bersama suaminya kepada seseorang.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : “Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” [An-Nisaa' : 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang bersenggama dengan isterinya dan wanita yang bersenggama dengan suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasia pasangannya". [25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2160), Ibnu Majah (no. 1918), al-Hakim (II/185) dan ia menshahihkannya, juga al-Baihaqi (VII/148), dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 92-93)&lt;br /&gt;[2]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (X/159, no. 30230 dan ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191-192). Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 94-97), cet. Darus Salam, th. 1423 H.&lt;br /&gt;[3]. Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191, no. 10460, 10461).&lt;br /&gt;[4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/438, 452, 453, 458). Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 91-92), cet. Darus Salam, th. 1423 H.&lt;br /&gt;[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 141, 3271, 3283, 5165), Muslim (no. 1434), Abu Dawud (no. 2161), at-Tirmidzi (no. 1092), ad-Darimi (II/145), Ibnu Majah (no. 1919), an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa' (no. 144, 145), Ahmad (I/216, 217, 220, 243, 283, 286) dan lainnya, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.&lt;br /&gt;[6]. Pelana adalah kata kiasan untuk isteri. Yang dimaksud ‘Umar bin al-Khaththab adalah menyetubuhi isteri pada kemaluannya tetapi dari arah belakang. Hal ini karena menurut kebiasaan, suami yang menyetubuhi isterinya berada di atas, yaitu menunggangi isterinya dari arah depan. Jadi, karena ‘Umar menunggangi isterinya dari arah belakang, maka dia menggunakan kiasan “membalik pelana”. (Lihat an-Nihayah fii Ghariibil Hadiits (II/209))&lt;br /&gt;[7]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/297), an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa' (no. 91) dan dalam Tafsiir an-Nasa-i (I/256, no. 60), at-Tirmidzi (no. 2980), Ibnu Hibban (no. 1721-al-Mawarid) dan (no. 4190-Ta’liiqatul Hisaan ‘ala Shahiih Ibni Hibban), ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (no. 12317) dan al-Baihaqi (VII/198). At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.” Hadits ini dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fat-hul Baari (VIII/291).&lt;br /&gt;[8]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh ath-Thahawi dalam Syarah Ma’anil Aatsaar (III/41) dan al-Baihaqi (VII/195). Asalnya hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (no. 4528), Muslim (no. 1435) dan lainnya, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma. Lihat al-Insyirah fii Adabin Nikah (hal. 48) oleh Abu Ishaq al-Huwaini.&lt;br /&gt;[9]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (308 (27)) dan Ahmad (III/28), dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;[10]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 219), an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa' (no. 149), dan yang lainnya. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (no. 216) dan Adabuz Zifaf (hal. 107-108).&lt;br /&gt;[11]. Maksudnya isyarat dalam mengajak kepada hawa nafsu.&lt;br /&gt;[12]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1403), at-Tirmidzi (no. 1158), Adu Dawud (no. 2151), al-Baihaqi (VII/90), Ahmad (III/330, 341, 348, 395) dan lafazh ini miliknya, dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (I/470-471).&lt;br /&gt;[13]. Syarah Shahiih Muslim (IX/178).&lt;br /&gt;[14]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2777) dan Abu Dawud (no. 2149).&lt;br /&gt;[15]. Jangan bercampur dengan isteri pada waktu haidh.&lt;br /&gt;[16]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3904), at-Tirmidzi (no. 135), Ibnu Majah (no. 639), ad-Darimi (I/259), Ahmad (II/408, 476), al-Baihaqi (VII/198), an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa' (no. 130, 131), dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;[17]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari ‘Uqbah bin ‘Amr dan dikuatkan dengan hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2162) dan Ahmad (II/444 dan 479). Lihat Adaabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 105).&lt;br /&gt;[18]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 264), an-Nasa-i (I/153), at-Tirmidzi (no. 136), Ibnu Majah (no. 640), Ahmad (I/172), dishahihkan oleh al-Hakim (I/172) dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 122)&lt;br /&gt;[19]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 302), Abu Dawud (no. 257), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 123).&lt;br /&gt;[20]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 222, 223), an-Nasa-i (I/139), Ibnu Majah (no. 584, 593) dan Ahmad (VI/102-103, dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 390) dan Shahiihul Jaami’ (no. 4659).&lt;br /&gt;[21]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 288), Muslim (no. 306 (25)), Abu Dawud (no. 221), an-Nasa-i (I/140). Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 4660).&lt;br /&gt;[22]. Lihat Adabuz Zifaf hal. 109.&lt;br /&gt;[23]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (no. 17732), Muslim (no. 1437), Abu Dawud (no. 4870), Ahmad (III/69) dan lainnya. Hadits ini ada kelemahannya karena dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah bernama ‘Umar bin Hamzah al-‘Amry. Rawi ini dilemahkan oleh Yahya bin Ma’in dan an-Nasa-i. Imam Ahmad berkata tentangnya, “Hadits-haditsnya munkar.” Lihat kitab Mizanul I’tidal (III/192), juga Adabuz Zifaf (hal. 142). Makna hadits ini semakna dengan hadits-hadits lain yang shahih yang melarang menceritakan rahasia hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;[24]. Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/456-457).&lt;br /&gt;[25]. Fataawaa al-Islaamiyyah (III/211-212).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-8068937081611928810?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/8068937081611928810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=8068937081611928810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/8068937081611928810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/8068937081611928810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/tata-cara-pernikahan-dalam-islam-malam.html' title='Tata Cara Pernikahan Dalam Islam : Malam Pertama Dan Adab Bersenggama ( Jima&apos; / Bersetubuh  )'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-4458910086777364095</id><published>2009-11-05T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T08:31:36.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Manfaat Buah - Buahan Bagi Kesehatan Kita</title><content type='html'>&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="content"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. BUAH TOMAT (TOMATO)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.&lt;br /&gt;- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.&lt;br /&gt;- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. gusi berdarah.&lt;br /&gt;b. rabun senja / kotok ayam.&lt;br /&gt;c. penggumpalan darah.&lt;br /&gt;d. usus buntu.&lt;br /&gt;e. kanker prostat dan kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.&lt;br /&gt;- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.&lt;br /&gt;- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.&lt;br /&gt;- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. menyembuhkan luka.&lt;br /&gt;b. menghilangkan infeksi.&lt;br /&gt;c. menghilangkan alergi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3. BUAH PISANG (BANANA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.&lt;br /&gt;- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.&lt;br /&gt;- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.&lt;br /&gt;- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. gangguan pada lambung.&lt;br /&gt;b. penyakit jantung dan stroke&lt;br /&gt;c. stress&lt;br /&gt;d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4. BUAH MANGGA (MANGO)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt; - mangga mengandung vitamin A, E dan C.&lt;br /&gt;- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.&lt;br /&gt;- mangga dapat membersihkan darah.&lt;br /&gt;- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.&lt;br /&gt;b. menurunkan panas tubuh saat demam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.&lt;br /&gt;- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.&lt;br /&gt;- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.&lt;br /&gt;b. menjadi anti virus&lt;br /&gt;c. menjadi anti kanker&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6. BUAH APEL (APPLE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- apel mengandung vitamin A, B dan C.&lt;br /&gt;- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.&lt;br /&gt;- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. menjadi zat anti kanker.&lt;br /&gt;b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;7. BUAH JERUK (ORANGE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.&lt;br /&gt;- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.&lt;br /&gt;- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. mengobati sariawan.&lt;br /&gt;b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.&lt;br /&gt;- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. menurunkan demam / panas tubuh.&lt;br /&gt;b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.&lt;br /&gt;- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.&lt;br /&gt;- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. menurunkan kadar kolesterol darah&lt;br /&gt;b. mengobati infeksi.&lt;br /&gt;c. menjaga mengobati sariawan.&lt;br /&gt;d. memperlancar peredaran darah.&lt;br /&gt;e. melancarkan saluran pencernaan.&lt;br /&gt;f. mencegah konstipasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.&lt;br /&gt;- semangka dapat menjadi antialergi.&lt;br /&gt;- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;seperti :&lt;br /&gt;a. menurunkan kadar kolesterol.&lt;br /&gt;b. mencegah dan menahan serangan jantung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;11. BUAH MELON (HONEYDEW)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.&lt;br /&gt;- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.&lt;br /&gt;- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. mencegah darah menggumpal.&lt;br /&gt;b. membersihkan kulit.&lt;br /&gt;c. menlancarkan saluran pencernaan.&lt;br /&gt;d. menurunkan kadar kolestrerol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;12. BUAH WORTEL (CARROT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- wortel kaya akan vitamin A.&lt;br /&gt;- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.&lt;br /&gt;- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.&lt;br /&gt;b. menjaga hati tetap sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.&lt;br /&gt;- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.&lt;br /&gt;- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. menurunkan tekanan darah.&lt;br /&gt;b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span mce_="" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- nanas mengandung vitamin B dan C.&lt;br /&gt;- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.&lt;br /&gt;- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :&lt;br /&gt;a. menyembuhkan luka.&lt;br /&gt;b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span mce_=""  style="font-size:100%;"&gt;Untuk menjadi sehat alami tanpa bahan kimia makanlah berbagai buah secukupnya setiap hari demi kesehatan badan kita yang sangat berharga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-4458910086777364095?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/4458910086777364095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=4458910086777364095' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4458910086777364095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/4458910086777364095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/11/manfaat-buah-buahan-bagi-kesehatan-kita.html' title='Manfaat Buah - Buahan Bagi Kesehatan Kita'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-5924026037639245183</id><published>2009-05-26T04:10:00.001-07:00</published><updated>2009-11-05T08:32:53.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tadabbur'/><title type='text'>Tadabbur Al Quran</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="style24"&gt;Belajar dari Abu Thalhah&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="style24"&gt;oleh ustadz Yasir Mutholib&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="style24"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style24"&gt;Allah berfirman,&lt;br /&gt; “&lt;em&gt;Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya&lt;/em&gt;.” (Al-Imran; 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Imam Ibnu Katsir menceritakan dalam tafsirnya bahwa Abu Thalhah adalah salah satu sahabat Rasulullah dari kalangan Anshar di Madinah yang kaya raya. Dan, dari sekian item kekayaan yang menjadi pavoritnya adalah sebuah kebun kurma Bairaha, yang letaknya tidak jauh dari Masjid Nabawi. Karena begitu akrabnya, Rasulullah, acapkali memasuki kebun itu untuk melepaskan penat, meminum air dan menikmati kurma segarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun kata  Anas, ”Ketika ayat ini turun (&lt;em&gt;lan tanaalul birra dst&lt;/em&gt;), Abu Thalhah segera menghampiri Rasulullah, ”Wahai Rasulullah, aku baru saja mendengar bahwa Allah telah menurunkan firmanNya, ”&lt;em&gt;Lan tanaalu dst&lt;/em&gt;”. Dan, seperti yang engkau ketahui wahai Rasul, saya pemilik kebun Baeraha yang sangat saya cintai. Karena itu, saat ini juga, saya menyerahkannya kepadamu sebagai shadaqah dariku, moga-moga ia menjadi investasi terbaik saya di sisi Allah. Salurkanlah ia kemana saja dan kepada siapa saja yang engkau kehendaki, sesuai arahan Allah kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, Rasulullah mendekatinya, ”Masya Allah, hartamu itu sangat bernilai tinggi dan menguntungkan wahai sahabatku, dan Aku telah mendengarkan keingananmu untuk menginfakannya di jalan Allah. Namun, Aku tetap berpandangan bahwa engkau tetap membagi-bagikannya kepada kaum kerabatmu terlebih dahulu sebelum kepada yang lain.”&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, Abu Talhah segera beranjak pergi untuk membagi-bagikan kekayaannya kepada kerabatnya termasuk kepada anak pamannya.” (Al-Bukhari, Muslim dan Imam Ahmad)&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;           Saudaraku, itulah bedanya kita dengan para sahabat. Kalau sudah Allah dan RasulNya yang meminta, selalu tidak ada jarak antara perintah dan respon. Dan, respon itu hanya bisa ada kalau volume keimanan terus meninggi. Biasanya kalau sudah begitu, Allah pun tidak terlalu banyak pertimbangan untuk memenuhi harapan dan mengabulkan pinta-pinta mereka. Karena memang seperti itulah hidup mengajarkan kita, bahwa siapa banyak memberi, akan banyak menuai. Siapa yang berbuat satu kebaikan, sesungguhnya setelah itu ribuan kebaikan akan datang menghampirinya. Dan Allah mengingatkan, kebaikan itu bukan untuk siapa-siapa tapi untuk pelakunya, &lt;em&gt;in  ahsantum ahsantum lianfusikum&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style24"&gt;Tapi itulah manusia. Terlau banyak meminta tapi jarang memberi, sedikit bekerja tapi terlalu banyak mengambil manfaat. Mungkin karena zamannya sudah beda, Abu Thalhah di masa Nabi dan kita di masa pemerintahan SBY. Tapi pandangan seperti ini, tidak ada benarnya sama sekali. Karena ihsan itu adalah lintas zaman. Pada setiap zaman, ada saja orang-orang yang mau berpikir bagaimana ia mengguyurkan sebanyak mungkin manfaat kepada orang lain, bukan menunggu diberi. Zaman akan selalu menghadirkan orang-orang baik yang akan memperindah sejarah.&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                                     &lt;em&gt;Ala kullli  haal&lt;/em&gt;, Abu Thalhah telah mengukir sejarah indahnya, menempatkan dirinya sebagai &lt;em&gt;the  real enterpeneuer&lt;/em&gt;, ia begitu menyadari bahwa hartanya bukan untuk dirinya dan keluarganya semata, tapi juga untuk agamanya. Semestinya, kita juga harus berpikir seperti itu. Karena kebaikan ini pulalah, Abu Thalhah mulia di dunia, mulia di akhirat.&lt;br /&gt;                                   &lt;br /&gt;           Ada juga hal value menarik dari cerita ini bahwa memberi itu haruslah yang terbaik, bukan karena sisa, atau bukan karena daripada-daripada; &lt;em&gt;daripada ntar basih&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;daripada ngga kepake&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;daripada penuh-penuhin lemari&lt;/em&gt; dan  seterusnya. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam &lt;em&gt;Fikhul islam wa adillatuhu&lt;/em&gt; menjelaskan adab-adab memberi, dan salah satunya di antara adab itu adalah harus yang terbaik dan berangkat dari kebaikan hati.  Karena harta yang diberikan atas dasar kebaikan hati, yakinlah ia juga akan sampai di hati orang-orang yang menerimanya. &lt;em&gt;Wallahu  a’lam bi shawab. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-5924026037639245183?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/5924026037639245183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=5924026037639245183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/5924026037639245183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/5924026037639245183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/05/tadabbur-al-quran.html' title='Tadabbur Al Quran'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-6967379440045976596</id><published>2009-05-19T02:59:00.000-07:00</published><updated>2009-11-05T08:36:29.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah'/><title type='text'>Bolehkan Akhwat Melamar Ikhwan ? .. :) tentu saja boleh..</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tsabit al Bunnani berkata, “Aku berada di sisi Anas, dan di sebelahnya ada anak perempuannya. Anas berkata, “Seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW. Menawarkan dirinya seraya berkata, “Wahai Rasulullah apakah engkau berhasrat kepadaku? (dan di dalam satu riwayat(1), wanita itu berkata, “wahai Rasulullah, aku datang hendak memberikan diriku padamu). Maka putri Anas berkata, “Betapa sedikitnya perasaan malunya, idih… idiih”. Anas berkata, “Dia lebih baik dari pada engkau, dia menginginkan Nabi SAW. Lalu menawarkan dirinya kepada beliau. (HR Bukhari)(2) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukhari membuat hadits ini di dalam bab “wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang saleh”. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Diantara kejelian Bukhari ialah bahwa ketika beliau mengetahui keistimewaan wanita yang menghibahkan dirinya kepada laki-laki tanpa mahar, maka ia meng-istimbat hukum dari hadits ini mengenai sesuatu yang tidak khusus, yaitu diperbolehkan baginya berbuat begitu. Dan jika si laki-laki menyukainya, maka bolehlah ia mengawininya” .(3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan Ibnu Daqiqil ‘Id berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan diperbolehkan wanita menawarkan dirinya kepada orang yang diharapkan berkahnya” .(4)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di dalam syarahnya, Ibnu Hajar menambahkan penjelasan terhadap cara peminangan ini, katanya, “Dan di dalam hadits ini terdapat beberapa faedah antara lain bahwa orang yang ingin kawin dengan orang yang lebih tinggi kedudukannya itu tidak tercela, karena mungkin saja keinginan tersebut akan mendapatkan sambutan yang positif, kecuali jika menurut adat yang berlaku yang demikian itu pasti ditolak, seperti seorang rakyat jelata hendak meminang putri raja atau saudara perempuannya. Dan seorang wanita yang menginginkan kawin dengan laki-laki yang lebih tinggi kedudukannya dari pada dirinya juga tidak tercela, lebih-lebih jika dengan tujuan yang benar dan maksud yang baik, mungkin karena kelebihan agama laki-laki yang hendak dilamar, atau karena suatu keinginan yang apabila didiamkan saja akan menyebabkannya terjatuh ke dalam hal-hal yang terlarang” .(5)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh salah seorang teman dari Al Jazair, bahwa ketika ia berkunjung ke Mauritania, ada seorang wanita yang datang kepadanya menawarkan diri untuk kawin dengannya. Ketika dia merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, “Apakah aku mengajak anda untuk berbuat yang haram? Aku hanya mengajak anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan RasulNya…”. Maka berangkatlah kami ke qadhi (pengadilan), dan terjadilah akad nikah dengan dihadiri dua orang saksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)  Al Bukhari. Kitab An Nikah, bab an nazhar ilal marah qablat tazwij&lt;br /&gt;2)  Al Bukhari. Kitab An Nikah, bab ‘ardhul mar’ah nafsaha ‘alar rajulish saleh&lt;br /&gt;3)  Fathul Bari&lt;br /&gt;4)  ‘Umdatul Ahkam&lt;br /&gt;5)  Fathul Bari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-6967379440045976596?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/6967379440045976596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=6967379440045976596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/6967379440045976596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/6967379440045976596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/05/bolehkah-akhwat-melamar-ikhwan-boleh.html' title='Bolehkan Akhwat Melamar Ikhwan ? .. :) tentu saja boleh..'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-204087250335226411</id><published>2009-01-22T01:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T01:25:02.422-08:00</updated><title type='text'>الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده </title><content type='html'>الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده ، أما بعد:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإن الله عز وجل منَّ على البشرية ببعثة الرسل وخص هذه الأمة الخاتمة للأمم بخاتم الأنبياء محمد صلى الله عليه وسلم لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ فكانت بعثة هذا الرسول أعظم النعم على الأمة وأجلها، وجعل سبحانه من تمام هذه النعمة تشريف الأمة بحمل الرسالة بل جعل خيريتها للأمم مرتبطة بذلك كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ فعلماء الأمة ودعاتها هم هداة الناس إلى الخير ، والسعاة في النفع بكل وجوهه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي هذه البلاد المباركة : المملكة العربية السعودية جمع الله الشمل ، ووحد الصف ، وجمع الكلمة تحت قيادة رشيدة تحمل هم الإسلام وتسعى في الدعوة إلى الله على علم وبحكمة كما قال الله سبحانه ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وكان لوزارة الشؤون الإسلامية والأوقاف والدعوة والإرشاد أكبر شرف أن أسند إليها ولاة الأمر القيام بالدعوة إلى الله ورعاية الأوقاف والمساجد .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد سعت الوزارة لتحقيق هذه المهمة الشريفة باتخاذ كل سبيل يحقق المراد ويعبِّد الخلق لله عز وجل على هدى وبصيرة ، من خلال كل وسيلة ممكنة كالخطب، والدروس ، والمحاضرات والندوات والمؤتمرات ، ونشر الكتب والدوريات.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وإن من حسن العمل وتمامه استثمار الوسائل التقنية المعاصرة التي سهلت سبل التواصل بين الأمم والحضارات كما وصلت الأفراد والمجتمعات فسعت الوزارة إلى الانتفاع بها منذ زمن وهي اليوم تتوج الجهد الذي قامت به بافتتاح هذا الموقع .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولقد جعلنا نصب أعينا العمل من خلال محورين رئيسين .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الأول: التواصل بين المسلمين فشبكة المعلومات ( الإنترنت) تحقق قدراً كبيراً من التواصل بين المسلمين إذ تسهل البحث عن النافع من العلوم التي تبصًر الجاهل وتعين العالم والداعية على تحقيق هدفه الدعوي ، وكان طابع هذا الموقع طابعاً علمياً يمكن من خلاله تسهيل الوصول إلى المعلومة التي يحتاجها طالب العلم والداعية والخطيب والباحث ؛ إذ جعلت النوافذ المناسبة لمختلف التخصصات العلمية والتي هي بمثابة مكتبة متكاملة مصنفةً ومفهرسة تؤدي هدفاً علمياً كبيراً .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المحور الثاني: التواصل بين الأمم والحضارات .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شبكة المعلومات ( الإنترنت) تحقق الاتصال بين الحضارات والتفاعل بين أهلها ، كما تحقق التواصل داخل كل حضارة فسعت الوزارة إلى العناية بهذا الجانب سعياً لتعريف الآخر بديننا ، وقيمنا وحضارتنا وبلادنا .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن كثرة التواصل والتقارب في العالم اليوم أوجدت لوناً من الغبش الذي غطى الحقائق لكثرة المتكلمين ، باسم الدين أو المقترفين باسمه أعمالاً تناقض قيمه ، وهو جعل من المهام الرئيسة على أهل الإسلام تقديم الحق بصورته المشرقة وسماته المضيئة المتمثلة في عدل هذا الدين ووسطيتة وسماحته .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إننا وإن سعينا لتحقيق أهداف عالية واتخذنا وسائل كبيرة لنأمل أن يكون موقعنا محققاً لرضا ربنا عز وجل ونفع عباده مع إيماننا بالحاجة إلى التجديد والتطوير الذي سيتم بعون الله تعالى ثم بآراء مرتادي هذا الموقع وزائريه والمنتفعين بما فيه ، إنه موقع الوزارة إدارة وعملاً ، وهو موقع لكل إنسان ينشد الحقيقة ويسعى للوصول إليها ، وإذا كان كذلك فإن أملنا كبير في تحقيق تفاعل يرقى بالجهد ويجًود العمل ويرقى به إلى ما يوافق الطموح موافقةً للشرع وتحقيقاً للهدف المنشود.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أسأل الله أن يبارك في الجهود ويعين على تحقيق المقصود وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-204087250335226411?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/204087250335226411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=204087250335226411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/204087250335226411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/204087250335226411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده '/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-6172910649848317280</id><published>2009-01-21T02:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T01:16:31.542-08:00</updated><title type='text'>Hadits Niat صحيح البخاري</title><content type='html'>حدثنا ‏ ‏الحميدي عبد الله بن الزبير ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏سفيان ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏يحيى بن سعيد الأنصاري ‏ ‏قال أخبرني ‏ ‏محمد بن إبراهيم التيمي ‏ ‏أنه سمع ‏ ‏علقمة بن وقاص الليثي ‏ ‏يقول سمعت ‏ ‏عمر بن الخطاب ‏ ‏رضي الله عنه ‏ ‏على المنبر ‏&lt;br /&gt;‏قال سمعت رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يقول ‏ ‏إنما الأعمال ‏ ‏بالنيات ‏ ‏وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى دنيا ‏ ‏يصيبها ‏ ‏أو إلى امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليهفتح الباري بشرح صحيح البخاري&lt;br /&gt;‏&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيّ ) ‏&lt;br /&gt;‏هُوَ أَبُو بَكْر عَبْد اللَّه بْن الزُّبَيْر بْن عِيسَى , مَنْسُوب إِلَى حُمَيْدِ بْن أُسَامَة بَطْن مِنْ بَنِي أَسَد بْن عَبْد الْعُزَّى بْن قُصَيّ رَهْط خَدِيجَة زَوْج النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَجْتَمِع مَعَهَا فِي أَسَد وَيَجْتَمِع مَعَ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قُصَيّ . وَهُوَ إِمَام كَبِير مُصَنِّف , رَافَقَ الشَّافِعِيّ فِي الطَّلَب عَنْ اِبْن عُيَيْنَةَ وَطَبَقَته وَأَخَذَ عَنْهُ الْفِقْه وَرَحَلَ مَعَهُ إِلَى مِصْر , وَرَجَعَ بَعْد وَفَاته إِلَى مَكَّة إِلَى أَنْ مَاتَ بِهَا سَنَة تِسْع عَشْرَة وَمِائَتَيْنِ . فَكَأَنَّ الْبُخَارِيّ اِمْتَثَلَ قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " قَدِّمُوا قُرَيْشًا " فَافْتَتَحَ كِتَابه بِالرِّوَايَةِ عَنْ الْحُمَيْدِيّ لِكَوْنِهِ أَفْقَه قُرَشِيّ أَخَذَ عَنْهُ . وَلَهُ مُنَاسَبَة أُخْرَى لِأَنَّهُ مَكِّيّ كَشَيْخِهِ فَنَاسَبَ أَنْ يُذْكَر فِي أَوَّل تَرْجَمَة بَدْء الْوَحْي لِأَنَّ اِبْتِدَاءَهُ كَانَ بِمَكَّة , وَمِنْ ثَمَّ ثَنَّى بِالرِّوَايَةِ عَنْ مَالِك لِأَنَّهُ شَيْخ أَهْل الْمَدِينَة وَهِيَ تَالِيَة لِمَكَّة فِي نُزُول الْوَحْي وَفِي جَمِيع الْفَضْل , وَمَالِك وَابْن عُيَيْنَةَ قَرِينَانِ , قَالَ الشَّافِعِيّ : لَوْلَاهُمَا لَذَهَبَ الْعِلْم مِنْ الْحِجَاز . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( حَدَّثَنَا سُفْيَان ) ‏&lt;br /&gt;‏هُوَ اِبْن عُيَيْنَةَ بْن أَبِي عِمْرَان الْهِلَالِيّ أَبُو مُحَمَّد الْمَكِّيّ , أَصْله وَمَوْلِده الْكُوفَة , وَقَدْ شَارَكَ مَالِكًا فِي كَثِير مِنْ شُيُوخه وَعَاشَ بَعْده عِشْرِينَ سَنَة , وَكَانَ يُذْكَر أَنَّهُ سَمِعَ مِنْ سَبْعِينَ مِنْ التَّابِعِينَ . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( عَنْ يَحْيَى بْن سَعِيد ) ‏&lt;br /&gt;‏فِي رِوَايَة غَيْر أَبِي ذَرّ : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْن سَعِيد الْأَنْصَارِيّ . اِسْم جَدّه قَيْس بْن عَمْرو وَهُوَ صَحَابِيّ , وَيَحْيَى مِنْ صِغَار التَّابِعِينَ , وَشَيْخه مُحَمَّد بْن إِبْرَاهِيم بْن الْحَارِث بْن خَالِد التَّيْمِيُّ مِنْ أَوْسَاط التَّابِعِينَ , وَشَيْخ مُحَمَّد عَلْقَمَة بْن وَقَّاص اللَّيْثِيّ مِنْ كِبَارهمْ , فَفِي الْإِسْنَاد ثَلَاثَة مِنْ التَّابِعِينَ فِي نَسَق . وَفِي الْمَعْرِفَة لِابْنِ مَنْدَهْ مَا ظَاهِره أَنَّ عَلْقَمَة صَحَابِيّ , فَلَوْ ثَبَتَ لَكَانَ فِيهِ تَابِعِيَّانِ وَصَحَابِيَّانِ , وَعَلَى رِوَايَة أَبِي ذَرّ يَكُون قَدْ اِجْتَمَعَ فِي هَذَا الْإِسْنَاد أَكْثَر الصِّيَغ الَّتِي يَسْتَعْمِلهَا الْمُحَدِّثُونَ , وَهِيَ التَّحْدِيث وَالْإِخْبَار وَالسَّمَاع وَالْعَنْعَنَة وَاَللَّه أَعْلَم . وَقَدْ اُعْتُرِضَ عَلَى الْمُصَنِّف فِي إِدْخَاله حَدِيث الْأَعْمَال هَذَا فِي تَرْجَمَة بَدْء الْوَحْي وَأَنَّهُ لَا تَعَلُّق لَهُ بِهِ أَصْلًا , بِحَيْثُ إِنَّ الْخَطَّابِيّ فِي شَرْحه وَالْإِسْمَاعِيلِيّ فِي مُسْتَخْرَجه أَخْرَجَاهُ قَبْل التَّرْجَمَة لِاعْتِقَادِهِمَا أَنَّهُ إِنَّمَا أَوْرَدَهُ لِلتَّبَرُّكِ بِهِ فَقَطْ , وَاسْتَصْوَبَ أَبُو الْقَاسِم بْن مَنْدَهْ صَنِيع الْإِسْمَاعِيلِيّ فِي ذَلِكَ , وَقَالَ اِبْن رَشِيد : لَمْ يَقْصِد الْبُخَارِيّ بِإِيرَادِهِ سِوَى بَيَان حُسْن نِيَّته فِيهِ فِي هَذَا التَّأْلِيف , وَقَدْ تُكُلِّفَتْ مُنَاسَبَته لِلتَّرْجَمَةِ , فَقَالَ : كُلّ بِحَسَبِ مَا ظَهَرَ لَهُ . اِنْتَهَى . وَقَدْ قِيلَ : إِنَّهُ أَرَادَ أَنْ يُقِيمهُ مَقَام الْخُطْبَة لِلْكِتَابِ ; لِأَنَّ فِي سِيَاقه أَنَّ عُمَر قَالَهُ عَلَى الْمِنْبَر بِمَحْضَرِ الصَّحَابَة , فَإِذَا صَلَحَ أَنْ يَكُون فِي خُطْبَة الْمِنْبَر صَلَحَ أَنْ يَكُون فِي خُطْبَة الْكُتُب . وَحَكَى الْمُهَلَّب أَنَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ بِهِ حِين قَدِمَ الْمَدِينَة مُهَاجِرًا , فَنَاسَبَ إِيرَاده فِي بَدْء الْوَحْي ; لِأَنَّ الْأَحْوَال الَّتِي كَانَتْ قَبْل الْهِجْرَة كَانَتْ كَالْمُقَدِّمَةِ لَهَا لِأَنَّ بِالْهِجْرَةِ اُفْتُتِحَ الْإِذْن فِي قِتَال الْمُشْرِكِينَ , وَيَعْقُبهُ النَّصْر وَالظَّفَر وَالْفَتْح اِنْتَهَى . وَهَذَا وَجْه حَسَن , إِلَّا أَنَّنِي لَمْ أَرَ مَا ذَكَرَهُ - مِنْ كَوْنه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - خَطَبَ بِهِ أَوَّل مَا هَاجَرَ - مَنْقُولًا . وَقَدْ وَقَعَ فِي بَاب تَرْك الْحِيَل بِلَفْظِ : سَمِعْت رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول " يَا أَيّهَا النَّاس إِنَّمَا الْأَعْمَال بِالنِّيَّةِ " الْحَدِيث , فَفِي هَذَا إِيمَاء إِلَى أَنَّهُ كَانَ فِي حَال الْخُطْبَة , أَمَّا كَوْنه كَانَ فِي اِبْتِدَاء قُدُومه إِلَى الْمَدِينَة فَلَمْ أَرَ مَا يَدُلّ عَلَيْهِ , وَلَعَلَّ قَائِله اِسْتَنَدَ إِلَى مَا رُوِيَ فِي قِصَّة مُهَاجِر أُمّ قَيْس , قَالَ اِبْن دَقِيق الْعِيد : نَقَلُوا أَنَّ رَجُلًا هَاجَرَ مِنْ مَكَّة إِلَى الْمَدِينَة لَا يُرِيد بِذَلِكَ فَضِيلَة الْهِجْرَة وَإِنَّمَا هَاجَرَ لِيَتَزَوَّج اِمْرَأَة تُسَمَّى أُمّ قَيْس , فَلِهَذَا خُصَّ فِي الْحَدِيث ذِكْر الْمَرْأَة دُون سَائِر مَا يُنْوَى بِهِ , اِنْتَهَى . وَهَذَا لَوْ صَحَّ لَمْ يَسْتَلْزِم الْبُدَاءَة بِذِكْرِهِ أَوَّل الْهِجْرَة النَّبَوِيَّة . وَقِصَّة مُهَاجِر أُمّ قَيْس رَوَاهَا سَعِيد مِنْ مَنْصُور قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَة عَنْ الْأَعْمَش عَنْ شَقِيق عَنْ عَبْد اللَّه - هُوَ اِبْن مَسْعُود - قَالَ : مَنْ هَاجَرَ يَبْتَغِي شَيْئًا فَإِنَّمَا لَهُ ذَلِكَ , هَاجَرَ رَجُل لِيَتَزَوَّج اِمْرَأَة يُقَال لَهَا أُمّ قَيْس فَكَانَ يُقَال لَهُ مُهَاجِر أُمّ قَيْس وَرَوَاهُ الطَّبَرَانِيّ مِنْ طَرِيق أُخْرَى عَنْ الْأَعْمَش بِلَفْظِ : كَانَ فِينَا رَجُل خَطَبَ اِمْرَأَة يُقَال لَهَا أُمّ قَيْس فَأَبَتْ أَنْ تَتَزَوَّجهُ حَتَّى يُهَاجِر فَهَاجَرَ فَتَزَوَّجَهَا , فَكُنَّا نُسَمِّيه مُهَاجِر أُمّ قَيْس . وَهَذَا إِسْنَاد صَحِيح عَلَى شَرْط الشَّيْخَيْنِ , لَكِنْ لَيْسَ فِيهِ أَنَّ حَدِيث الْأَعْمَال سِيقَ بِسَبَبِ ذَلِكَ , وَلَمْ أَرَ فِي شَيْء مِنْ الطُّرُق مَا يَقْتَضِي التَّصْرِيح بِذَلِكَ . وَأَيْضًا فَلَوْ أَرَادَ الْبُخَارِيّ إِقَامَته مَقَام الْخُطْبَة فَقَطْ أَوْ الِابْتِدَاء بِهِ تَيَمُّنًا وَتَرْغِيبًا فِي الْإِخْلَاص لَكَانَ سَاقَهُ قَبْل التَّرْجَمَة كَمَا قَالَ الْإِسْمَاعِيلِيّ وَغَيْره وَنَقَلَ اِبْن بَطَّال عَنْ أَبِي عَبْد اللَّه بْن النَّجَّار قَالَ : التَّبْوِيب يَتَعَلَّق بِالْآيَةِ وَالْحَدِيث مَعًا ; لِأَنَّ اللَّه تَعَالَى أَوْحَى إِلَى الْأَنْبِيَاء ثُمَّ إِلَى مُحَمَّد صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى { وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّه مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّين } . ‏&lt;br /&gt;‏وَقَالَ أَبُو الْعَالِيَة فِي قَوْله تَعَالَى { شَرَعَ لَكُمْ مِنْ الدِّين مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا } قَالَ وَصَّاهُمْ بِالْإِخْلَاصِ فِي عِبَادَته . وَعَنْ أَبِي عَبْد الْمَلِك الْبَوْنِيّ قَالَ : مُنَاسَبَة الْحَدِيث لِلتَّرْجَمَةِ أَنَّ بَدْء الْوَحْي كَانَ بِالنِّيَّةِ ; لِأَنَّ اللَّه تَعَالَى فَطَرَ مُحَمَّدًا عَلَى التَّوْحِيد وَبَغَّضَ إِلَيْهِ الْأَوْثَان وَوَهَبَ لَهُ أَوَّل أَسْبَاب النُّبُوَّة وَهِيَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَة , فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ أَخْلَصَ إِلَى اللَّه فِي ذَلِكَ فَكَانَ يَتَعَبَّد بِغَارِ حِرَاء فَقَبِلَ اللَّه عَمَله وَأَتَمَّ لَهُ النِّعْمَة . وَقَالَ الْمُهَلَّب مَا مُحَصَّله : قَصَدَ الْبُخَارِيّ الْإِخْبَار عَنْ حَال النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَال مَنْشَئِهِ وَأَنَّ اللَّه بَغَّضَ إِلَيْهِ الْأَوْثَان وَحَبَّبَ إِلَيْهِ خِلَال الْخَيْر وَلُزُوم الْوَحْدَة فِرَارًا مِنْ قُرَنَاء السُّوء , فَلَمَّا لَزِمَ ذَلِكَ أَعْطَاهُ اللَّه عَلَى قَدْر نِيَّته وَوَهَبَ لَهُ النُّبُوَّة كَمَا يُقَال الْفَوَاتِح عُنْوَان الْخَوَاتِم . وَلَخَّصَهُ بِنَحْوٍ مِنْ هَذَا الْقَاضِي أَبُو بَكْر بْن الْعَرَبِيّ . ‏&lt;br /&gt;‏وَقَالَ اِبْن الْمُنِير فِي أَوَّل التَّرَاجِم : كَانَ مُقَدِّمَة النُّبُوَّة فِي حَقّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْهِجْرَة إِلَى اللَّه تَعَالَى بِالْخَلْوَةِ فِي غَار حِرَاء فَنَاسَبَ الِافْتِتَاح بِحَدِيثِ الْهِجْرَة . وَمِنْ الْمُنَاسَبَات الْبَدِيعَة الْوَجِيزَة مَا تَقَدَّمَتْ الْإِشَارَة إِلَيْهِ أَنَّ الْكِتَاب لَمَّا كَانَ مَوْضُوعًا لِجَمْعِ وَحْي السُّنَّة صَدَّرَهُ بِبَدْءِ الْوَحْي , وَلَمَّا كَانَ الْوَحْي لِبَيَانِ الْأَعْمَال الشَّرْعِيَّة صَدَّرَهُ بِحَدِيثِ الْأَعْمَال , وَمَعَ هَذِهِ الْمُنَاسَبَات لَا يَلِيق الْجَزْم بِأَنَّهُ لَا تَعَلُّق لَهُ بِالتَّرْجَمَةِ أَصْلًا . وَاَللَّه يَهْدِي مَنْ يَشَاء إِلَى صِرَاط مُسْتَقِيم . وَقَدْ تَوَاتَرَ النَّقْل عَنْ الْأَئِمَّة فِي تَعْظِيم قَدْر هَذَا الْحَدِيث : قَالَ أَبُو عَبْد اللَّه : لَيْسَ فِي أَخْبَار النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْء أَجْمَع وَأَغْنَى وَأَكْثَر فَائِدَة مِنْ هَذَا الْحَدِيث . وَاتَّفَقَ عَبْد الرَّحْمَن بْن مَهْدِيّ وَالشَّافِعِيّ فِيمَا نَقَلَهُ الْبُوَيْطِيّ عَنْهُ وَأَحْمَد بْن حَنْبَل وَعَلِيّ بْن الْمَدِينِيّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيّ والدَّارَقُطْنِيّ وَحَمْزَة الْكِنَانِيّ عَلَى أَنَّهُ ثُلُث الْإِسْلَام , وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ رُبْعه , وَاخْتَلَفُوا فِي تَعْيِين الْبَاقِي . وَقَالَ اِبْن مَهْدِيّ أَيْضًا : يَدْخُل فِي ثَلَاثِينَ بَابًا مِنْ الْعِلْم , وَقَالَ الشَّافِعِيّ : يَدْخُل فِي سَبْعِينَ بَابًا , وَيُحْتَمَل أَنْ يُرِيد بِهَذَا الْعَدَد الْمُبَالَغَة . وَقَالَ عَبْد الرَّحْمَن بْن مَهْدِيّ أَيْضًا : يَنْبَغِي أَنْ يُجْعَل هَذَا الْحَدِيث رَأْس كُلّ بَاب . وَوَجَّهَ الْبَيْهَقِيُّ كَوْنه ثُلُث الْعِلْم بِأَنَّ كَسْب الْعَبْد يَقَع بِقَلْبِهِ وَلِسَانه وَجَوَارِحه , فَالنِّيَّة أَحَد أَقْسَامهَا الثَّلَاثَة وَأَرْجَحهَا ; لِأَنَّهَا قَدْ تَكُون عِبَادَة مُسْتَقِلَّة وَغَيْرهَا يَحْتَاج إِلَيْهَا , وَمِنْ ثَمَّ وَرَدَ : نِيَّة الْمُؤْمِن خَيْر مِنْ عَمَله , فَإِذَا نَظَرْت إِلَيْهَا كَانَتْ خَيْر الْأَمْرَيْنِ . وَكَلَام الْإِمَام أَحْمَد يَدُلّ عَلَى أَنَّهُ بِكَوْنِهِ ثُلُث الْعِلْم أَنَّهُ أَرَادَ أَحَد الْقَوَاعِد الثَّلَاثَة الَّتِي تُرَدّ إِلَيْهَا جَمِيع الْأَحْكَام عِنْده , وَهِيَ هَذَا وَ " مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرنَا فَهُوَ رَدّ " وَ " الْحَلَال بَيِّن وَالْحَرَام بَيِّن " الْحَدِيث . ثُمَّ إِنَّ هَذَا الْحَدِيث مُتَّفَق عَلَى صِحَّته أَخْرَجَهُ الْأَئِمَّة الْمَشْهُورُونَ إِلَّا الْمُوَطَّأ , وَوَهَمَ مَنْ زَعَمَ أَنَّهُ فِي الْمُوَطَّأ مُغْتَرًّا بِتَخْرِيجِ الشَّيْخَيْنِ لَهُ وَالنَّسَائِيّ مِنْ طَرِيق مَالِك , وَقَالَ أَبُو جَعْفَر الطَّبَرِيّ : قَدْ يَكُون هَذَا الْحَدِيث عَلَى طَرِيقَة بَعْض النَّاس مَرْدُودًا لِكَوْنِهِ فَرْدًا ; لِأَنَّهُ لَا يُرْوَى عَنْ عُمَر إِلَّا مِنْ رِوَايَة عَلْقَمَة , وَلَا عَنْ عَلْقَمَة إِلَّا مِنْ رِوَايَة مُحَمَّد بْن إِبْرَاهِيم وَلَا عَنْ مُحَمَّد بْن إِبْرَاهِيم إِلَّا مِنْ رِوَايَة يَحْيَى بْن سَعِيد , وَهُوَ كَمَا قَالَ , فَإِنَّهُ إِنَّمَا اِشْتَهَرَ عَنْ يَحْيَى بْن سَعِيد وَتَفَرَّدَ بِهِ مَنْ فَوْقه وَبِذَلِكَ جَزَمَ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ وَالْبَزَّار وَابْن السَّكَن وَحَمْزَة بْن مُحَمَّد الْكِنَانِيّ , وَأَطْلَقَ الْخَطَّابِيُّ نَفْي الْخِلَاف بَيْن أَهْل الْحَدِيث فِي أَنَّهُ لَا يُعْرَف إِلَّا بِهَذَا الْإِسْنَاد , وَهُوَ كَمَا قَالَ لَكِنْ بِقَيْدَيْنِ : ‏&lt;br /&gt;‏أَحَدهمَا : الصِّحَّة لِأَنَّهُ وَرَدَ مِنْ طُرُق مَعْلُولَة ذَكَرَهَا الدَّارَقُطْنِيُّ وَأَبُو الْقَاسِم بْن مَنْدَهْ وَغَيْرهمَا . ‏&lt;br /&gt;‏ثَانِيهمَا : السِّيَاق لِأَنَّهُ وَرَدَ فِي مَعْنَاهُ عِدَّة أَحَادِيث صَحَّتْ فِي مُطْلَق النِّيَّة كَحَدِيثِ عَائِشَة وَأُمّ سَلَمَة عِنْد مُسْلِم " يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتهمْ " , وَحَدِيث اِبْن عَبَّاس " وَلَكِنْ جِهَاد وَنِيَّة " , وَحَدِيث أَبِي مُوسَى " مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَة اللَّه هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيل اللَّه " مُتَّفَق عَلَيْهِمَا , وَحَدِيث اِبْن مَسْعُود " رُبَّ قَتِيل بَيْن الصَّفَّيْنِ اللَّه أَعْلَم بِنِيَّتِهِ " أَخْرَجَهُ أَحْمَد , وَحَدِيث عُبَادَةَ " مَنْ غَزَا وَهُوَ لَا يَنْوِي إِلَّا عِقَالًا فَلَهُ مَا نَوَى " أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ , إِلَى غَيْر ذَلِكَ مِمَّا يَتَعَسَّر حَصْره , وَعُرِفَ بِهَذَا التَّقْرِير غَلَط مَنْ زَعَمَ أَنَّ حَدِيث عُمَر مُتَوَاتِر , إِلَّا إِنْ حُمِلَ عَلَى التَّوَاتُر الْمَعْنَوِيّ فَيُحْتَمَل . نَعَمْ قَدْ تَوَاتَرَ عَنْ يَحْيَى بْن سَعِيد : فَحَكَى مُحَمَّد بْن عَلِيّ بْن سَعِيد النَّقَّاش الْحَافِظ أَنَّهُ رَوَاهُ عَنْ يَحْيَى مِائَتَانِ وَخَمْسُونَ نَفْسًا , وَسَرَدَ أَسْمَاءَهُمْ أَبُو الْقَاسِم بْن مَنْدَهْ فَجَاوَزَ الثَّلَثمِائَةِ , وَرَوَى أَبُو مُوسَى الْمَدِينِيّ عَنْ بَعْض مَشَايِخه مُذَاكَرَة عَنْ الْحَافِظ أَبِي إِسْمَاعِيل الْأَنْصَارِيّ الْهَرَوِيّ قَالَ : كَتَبْته مِنْ حَدِيث سَبْعمِائَةٍ مِنْ أَصْحَاب يَحْيَى . قُلْت : وَأَنَا أَسْتَبْعِد صِحَّة هَذَا , فَقَدْ تَتَبَّعْت طُرُقه مِنْ الرِّوَايَات الْمَشْهُورَة وَالْأَجْزَاء الْمَنْثُورَة مُنْذُ طَلَبْت الْحَدِيث إِلَى وَقْتِي هَذَا فَمَا قَدَرْت عَلَى تَكْمِيل الْمِائَة , وَقَدْ تَتَبَّعْت طُرُق غَيْره فَزَادَتْ عَلَى مَا نُقِلَ عَمَّنْ تَقَدَّمَ , كَمَا سَيَأْتِي مِثَال لِذَلِكَ فِي الْكَلَام عَلَى حَدِيث اِبْن عُمَر فِي غُسْل الْجُمُعَة إِنْ شَاءَ اللَّه تَعَالَى . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( عَلَى الْمِنْبَر ) ‏&lt;br /&gt;‏بِكَسْرِ الْمِيم , وَاللَّام لِلْعَهْدِ , أَيْ مِنْبَر الْمَسْجِد النَّبَوِيّ , وَوَقَعَ فِي رِوَايَة حَمَّاد بْن زَيْد عَنْ يَحْيَى فِي تَرْك الْحِيَل : سَمِعْت عُمَر يَخْطُب . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( إِنَّمَا الْأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ ) ‏&lt;br /&gt;‏كَذَا أُورِدَ هُنَا , وَهُوَ مِنْ مُقَابَلَة الْجَمْع بِالْجَمْعِ , أَيْ كُلّ عَمَل بِنِيَّتِهِ . وَقَالَ الْخُوبِيّ كَأَنَّهُ أَشَارَ بِذَلِكَ إِلَى أَنَّ النِّيَّة تَتَنَوَّع كَمَا تَتَنَوَّع الْأَعْمَال كَمَنْ قَصَدَ بِعَمَلِهِ وَجْه اللَّه أَوْ تَحْصِيل مَوْعُوده أَوْ الِاتِّقَاء لِوَعِيدِهِ . وَوَقَعَ فِي مُعْظَم الرِّوَايَات بِإِفْرَادِ النِّيَّة , وَوَجْهه أَنَّ مَحَلّ النِّيَّة الْقَلْب وَهُوَ مُتَّحِد فَنَاسَبَ إِفْرَادهَا . بِخِلَافِ الْأَعْمَال فَإِنَّهَا مُتَعَلِّقَة بِالظَّوَاهِرِ وَهِيَ مُتَعَدِّدَة فَنَاسَبَ جَمْعهَا ; وَلِأَنَّ النِّيَّة تَرْجِع إِلَى الْإِخْلَاص وَهُوَ وَاحِد لِلْوَاحِدِ الَّذِي لَا شَرِيك لَهُ . وَوَقَعَتْ فِي صَحِيح اِبْن حِبَّانَ بِلَفْظِ " الْأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ " بِحَذْفِ " إِنَّمَا " وَجَمْع الْأَعْمَال وَالنِّيَّات , وَهِيَ مَا وَقَعَ فِي كِتَاب الشِّهَاب لِلْقُضَاعِيّ وَوَصَلَهُ فِي مُسْنَده كَذَلِكَ , وَأَنْكَرَهُ أَبُو مُوسَى الْمَدِينِيّ كَمَا نَقَلَهُ النَّوَوِيّ وَأَقَرَّهُ , وَهُوَ مُتَعَقَّب بِرِوَايَةِ اِبْن حِبَّانَ , بَلْ وَقَعَ فِي رِوَايَة مَالِك عَنْ يَحْيَى عِنْد الْبُخَارِيّ فِي كِتَاب الْإِيمَان بِلَفْظِ " الْأَعْمَال بِالنِّيَّةِ " , وَكَذَا فِي الْعِتْق مِنْ رِوَايَة الثَّوْرِيّ , وَفِي الْهِجْرَة مِنْ رِوَايَة حَمَّاد بْن زَيْد , وَوَقَعَ عِنْده فِي النِّكَاح بِلَفْظِ " الْعَمَل بِالنِّيَّةِ " بِإِفْرَادِ كُلّ مِنْهُمَا . وَالنِّيَّة بِكَسْرِ النُّون وَتَشْدِيد التَّحْتَانِيَّة عَلَى الْمَشْهُور , وَفِي بَعْض اللُّغَات بِتَخْفِيفِهَا . قَالَ الْكَرْمَانِيُّ قَوْله " إِنَّمَا الْأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ " هَذَا التَّرْكِيب يُفِيد الْحَصْر عِنْد الْمُحَقِّقِينَ , وَاخْتُلِفَ فِي وَجْه إِفَادَته فَقِيلَ لِأَنَّ الْأَعْمَال جَمْع مُحَلًّى بِالْأَلِفِ وَاللَّام مُفِيد لِلِاسْتِغْرَاقِ , وَهُوَ مُسْتَلْزِم لِلْقَصْرِ لِأَنَّ مَعْنَاهُ كُلّ عَمَل بِنِيَّةٍ فَلَا عَمَل إِلَّا بِنِيَّةٍ , وَقِيلَ لِأَنَّ إِنَّمَا لِلْحَصْرِ , وَهَلْ إِفَادَتهَا لَهُ بِالْمَنْطُوقِ أَوْ بِالْمَفْهُومِ , أَوْ تُفِيد الْحَصْر بِالْوَضْعِ أَوْ الْعُرْف , أَوْ تُفِيدهُ بِالْحَقِيقَةِ أَوْ بِالْمَجَازِ ؟ وَمُقْتَضَى كَلَام الْإِمَام وَأَتْبَاعه أَنَّهَا تُفِيدهُ بِالْمَنْطُوقِ وَضْعًا حَقِيقِيًّا , بَلْ نَقَلَهُ شَيْخنَا شَيْخ الْإِسْلَام عَنْ جَمِيع أَهْل الْأُصُول مِنْ الْمَذَاهِب الْأَرْبَعَة إِلَّا الْيَسِير كَالْآمِدِيّ , وَعَلَى الْعَكْس مِنْ ذَلِكَ أَهْل الْعَرَبِيَّة , وَاحْتَجَّ بَعْضهمْ بِأَنَّهَا لَوْ كَانَتْ لِلْحَصْرِ لَمَا حَسُنَ إِنَّمَا قَامَ زَيْد فِي جَوَاب هَلْ قَامَ عَمْرو , أُجِيبَ بِأَنَّهُ يَصِحّ أَنَّهُ يَقَع فِي مِثْل هَذَا الْجَوَاب مَا قَامَ إِلَّا زَيْد وَهِيَ لِلْحَصْرِ اِتِّفَاقًا , وَقِيلَ : لَوْ كَانَتْ لِلْحَصْرِ لَاسْتَوَى إِنَّمَا قَامَ زَيْد مَعَ مَا قَامَ إِلَّا زَيْد , وَلَا تَرَدُّد فِي أَنَّ الثَّانِي أَقْوَى مِنْ الْأَوَّل , وَأُجِيبَ بِأَنَّهُ لَا يَلْزَم مِنْ هَذِهِ الْقُوَّة نَفْي الْحَصْر فَقَدْ يَكُون أَحَد اللَّفْظَيْنِ أَقْوَى مِنْ الْآخَر مَعَ اِشْتِرَاكهمَا فِي أَصْل الْوَضْع كَسَوْفَ وَالسِّين , وَقَدْ وَقَعَ اِسْتِعْمَال إِنَّمَا مَوْضِع اِسْتِعْمَال النَّفْي وَالِاسْتِثْنَاء كَقَوْلِهِ تَعَالَى ( إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ) وَكَقَوْلِهِ : ( وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ) وَقَوْله : ( إِنَّمَا عَلَى رَسُولنَا الْبَلَاغ الْمُبِين ) وَقَوْله : ( مَا عَلَى الرَّسُول إِلَّا الْبَلَاغ ) وَمِنْ شَوَاهِده قَوْل الْأَعْشَى : ‏ ‏وَلَسْت بِالْأَكْثَرِ مِنْهُمْ حَصًى ‏ ‏وَإِنَّمَا الْعِزَّة لِلْكَاثِرِ ‏ ‏يَعْنِي مَا ثَبَتَتْ الْعِزَّة إِلَّا لِمَنْ كَانَ أَكْثَر حَصًى . وَاخْتَلَفُوا : هَلْ هِيَ بَسِيطَة أَوْ مُرَكَّبَة , فَرَجَّحُوا الْأَوَّل , وَقَدْ يُرَجَّح الثَّانِي , وَيُجَاب عَمَّا أُورِدَ عَلَيْهِ مِنْ قَوْلهمْ إِنَّ " إِنَّ " لِلْإِثْبَاتِ وَ " مَا " لِلنَّفْيِ فَيَسْتَلْزِم اِجْتِمَاع الْمُتَضَادَّيْنِ عَلَى صَدَد وَاحِد بِأَنْ يُقَال مَثَلًا : أَصْلهمَا كَانَ لِلْإِثْبَاتِ وَالنَّفْي , لَكِنَّهُمَا بَعْد التَّرْكِيب لَمْ يَبْقَيَا عَلَى أَصْلهمَا بَلْ أَفَادَا شَيْئًا آخَر , أَشَارَ إِلَى ذَلِكَ الْكَرْمَانِيُّ قَالَ : وَأَمَّا قَوْل مَنْ قَالَ إِفَادَة هَذَا السِّيَاق لِلْحَصْرِ مِنْ جِهَة أَنَّ فِيهِ تَأْكِيدًا بَعْد تَأْكِيد وَهُوَ الْمُسْتَفَاد مِنْ إِنَّمَا وَمِنْ الْجَمْع , فَتُعُقِّبَ بِأَنَّهُ مِنْ بَاب إِيهَام الْعَكْس ; لِأَنَّ قَائِله لَمَّا رَأَى أَنَّ الْحَصْر فِيهِ تَأْكِيد عَلَى تَأْكِيد ظَنَّ أَنَّ كُلّ مَا وَقَعَ كَذَلِكَ يُفِيد الْحَصْر . وَقَالَ اِبْن دَقِيق الْعِيد : اُسْتُدِلَّ عَلَى إِفَادَة إِنَّمَا لِلْحَصْرِ بِأَنَّ اِبْن عَبَّاس اِسْتَدَلَّ عَلَى أَنَّ الرِّبَا لَا يَكُون إِلَّا فِي النَّسِيئَة بِحَدِيثِ " إِنَّمَا الرِّبَا فِي النَّسِيئَة " , وَعَارَضَهُ جَمَاعَة مِنْ الصَّحَابَة فِي الْحُكْم وَلَمْ يُخَالِفُوهُ فِي فَهْمه فَكَانَ كَالِاتِّفَاقِ مِنْهُمْ عَلَى أَنَّهَا تُفِيد الْحَصْر . وَتُعُقِّبَ بِاحْتِمَالِ أَنْ يَكُونُوا تَرَكُوا الْمُعَارَضَة بِذَلِكَ تَنَزُّلًا . وَأَمَّا مَنْ قَالَ : يُحْتَمَل أَنْ يَكُون اِعْتِمَادهمْ عَلَى قَوْله " لَا رِبَا إِلَّا فِي النَّسِيئَة " لِوُرُودِ ذَلِكَ فِي بَعْض طُرُق الْحَدِيث الْمَذْكُور , فَلَا يُفِيد ذَلِكَ فِي رَدّ إِفَادَة الْحَصْر , بَلْ يُقَوِّيه وَيُشْعِر بِأَنَّ مُفَاد الصِّيغَتَيْنِ عِنْدهمْ وَاحِد , وَإِلَّا لَمَا اِسْتَعْمَلُوا هَذِهِ مَوْضِع هَذِهِ . وَأَوْضَح مِنْ هَذَا حَدِيث " إِنَّمَا الْمَاء مِنْ الْمَاء " فَإِنَّ الصَّحَابَة الَّذِينَ ذَهَبُوا إِلَيْهِ لَمْ يُعَارِضهُمْ الْجُمْهُور فِي فَهْم الْحَصْر مِنْهُ , وَإِنَّمَا عَارَضَهُمْ فِي الْحُكْم مِنْ أَدِلَّة أُخْرَى كَحَدِيثِ " إِذَا اِلْتَقَى الْخِتَانَانِ " وَقَالَ اِبْن عَطِيَّة : إِنَّمَا لَفْظ لَا يُفَارِقهُ الْمُبَالَغَة وَالتَّأْكِيد حَيْثُ وَقَعَ , وَيَصْلُح مَعَ ذَلِكَ لِلْحَصْرِ إِنْ دَخَلَ فِي قِصَّة سَاعَدَتْ عَلَيْهِ , فَجُعِلَ وُرُوده لِلْحَصْرِ مَجَازًا يَحْتَاج إِلَى قَرِينَة , وَكَلَام غَيْره عَلَى الْعَكْس مِنْ ذَلِكَ وَأَنَّ أَصْل وُرُودهَا لِلْحَصْرِ , لَكِنْ قَدْ يَكُون فِي شَيْء مَخْصُوص كَقَوْلِهِ تَعَالَى ( إِنَّمَا اللَّه إِلَه وَاحِد ) فَإِنَّهُ سِيقَ بِاعْتِبَارِ مُنْكِرِي الْوَحْدَانِيَّة , وَإِلَّا فَلِلَّهِ سُبْحَانه صِفَات أُخْرَى كَالْعِلْمِ وَالْقُدْرَة , وَكَقَوْلِهِ تَعَالَى ( إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِر ) فَإِنَّهُ سِيقَ بِاعْتِبَارِ مُنْكِرِي الرِّسَالَة , وَإِلَّا فَلَهُ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِفَات أُخْرَى كَالْبِشَارَةِ , إِلَى غَيْر ذَلِكَ مِنْ الْأَمْثِلَة . وَهِيَ - فِيمَا يُقَال - السَّبَب فِي قَوْل مَنْ مَنَعَ إِفَادَتهَا لِلْحَصْرِ مُطْلَقًا . ‏&lt;br /&gt;‏( تَكْمِيل ) : ‏&lt;br /&gt;‏الْأَعْمَال تَقْتَضِي عَامِلَيْنِ , وَالتَّقْدِير : الْأَعْمَال الصَّادِرَة مِنْ الْمُكَلَّفِينَ , وَعَلَى هَذَا هَلْ تَخْرُج أَعْمَال الْكُفَّار ؟ الظَّاهِر الْإِخْرَاج ; لِأَنَّ الْمُرَاد بِالْأَعْمَالِ أَعْمَال الْعِبَادَة وَهِيَ لَا تَصِحّ مِنْ الْكَافِر وَإِنْ كَانَ مُخَاطَبًا بِهَا مُعَاقَبًا عَلَى تَرْكهَا وَلَا يُرَدّ الْعِتْق وَالصَّدَقَة لِأَنَّهُمَا بِدَلِيلٍ آخَر . ‏&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( بِالنِّيَّاتِ ) الْبَاء لِلْمُصَاحَبَةِ , وَيُحْتَمَل أَنْ تَكُون لِلسَّبَبِيَّةِ بِمَعْنَى أَنَّهَا مُقَوِّمَة لِلْعَمَلِ فَكَأَنَّهَا سَبَب فِي إِيجَاده , وَعَلَى الْأَوَّل فَهِيَ مِنْ نَفْس الْعَمَل فَيُشْتَرَط أَنْ لَا تَتَخَلَّف عَنْ أَوَّله . قَالَ النَّوَوِيّ : النِّيَّة الْقَصْد , وَهِيَ عَزِيمَة الْقَلْب . وَتَعَقَّبَهُ الْكَرْمَانِيُّ بِأَنَّ عَزِيمَة الْقَلْب قَدْر زَائِد عَلَى أَصْل الْقَصْد . وَاخْتَلَفَ الْفُقَهَاء هَلْ هِيَ رُكْن أَوْ شَرْط ؟ وَالْمُرَجَّح أَنَّ إِيجَادهَا ذِكْرًا فِي أَوَّل الْعَمَل رُكْن , وَاسْتِصْحَابهَا حُكْمًا بِمَعْنَى أَنْ لَا يَأْتِي بِمُنَافٍ شَرْعًا شَرْطٌ . وَلَا بُدّ مِنْ مَحْذُوف يَتَعَلَّق بِهِ الْجَارّ وَالْمَجْرُور , فَقِيلَ تُعْتَبَر وَقِيلَ تُكَمِّل وَقِيلَ تَصِحّ وَقِيلَ تَحْصُل وَقِيلَ تَسْتَقِرّ . قَالَ الطِّيبِيُّ : كَلَام الشَّارِع مَحْمُول عَلَى بَيَان الشَّرْع ; لِأَنَّ الْمُخَاطَبِينَ بِذَلِكَ هُمْ أَهْل اللِّسَان , فَكَأَنَّهُمْ خُوطِبُوا بِمَا لَيْسَ لَهُمْ بِهِ عِلْم إِلَّا مِنْ قِبَل الشَّارِع , فَيَتَعَيَّن الْحَمْل عَلَى مَا يُفِيد الْحُكْم الشَّرْعِيّ . وَقَالَ الْبَيْضَاوِيّ : النِّيَّة عِبَارَة عَنْ اِنْبِعَاث الْقَلْب نَحْو مَا يَرَاهُ مُوَافِقًا لِغَرَضٍ مِنْ جَلْب نَفْع أَوْ دَفْع ضُرّ حَالًا أَوْ مَآلًا , وَالشَّرْع خَصَّصَهُ بِالْإِرَادَةِ الْمُتَوَجِّهَة نَحْو الْفِعْل لِابْتِغَاءِ رِضَاء اللَّه وَامْتِثَال حُكْمه . وَالنِّيَّة فِي الْحَدِيث مَحْمُولَة عَلَى الْمَعْنَى اللُّغَوِيّ لِيَحْسُن تَطْبِيقه عَلَى مَا بَعْده وَتَقْسِيمه أَحْوَال الْمُهَاجِر , فَإِنَّهُ تَفْصِيل لِمَا أُجْمِلَ , وَالْحَدِيث مَتْرُوك الظَّاهِر لِأَنَّ الذَّوَات غَيْر مُنْتَفِيَة , إِذْ التَّقْدِير : لَا عَمَل إِلَّا بِالنِّيَّةِ , فَلَيْسَ الْمُرَاد نَفْي ذَات الْعَمَل لِأَنَّهُ قَدْ يُوجَد بِغَيْرِ نِيَّة , بَلْ الْمُرَاد نَفْي أَحْكَامهَا كَالصِّحَّةِ وَالْكَمَال , لَكِنَّ الْحَمْل عَلَى نَفْي الصِّحَّة أَوْلَى لِأَنَّهُ أَشْبَه بِنَفْيِ الشَّيْء نَفْسه ; وَلِأَنَّ اللَّفْظ دَلَّ عَلَى نَفْي الذَّات بِالتَّصْرِيحِ وَعَلَى نَفْي الصِّفَات بِالتَّبَعِ , فَلَمَّا مَنَعَ الدَّلِيل نَفْي الذَّات بَقِيَتْ دَلَالَته عَلَى نَفْي الصِّفَات مُسْتَمِرَّة . وَقَالَ شَيْخنَا شَيْخ الْإِسْلَام : الْأَحْسَن تَقْدِير مَا يَقْتَضِي أَنَّ الْأَعْمَال تَتْبَع النِّيَّة , لِقَوْلِهِ فِي الْحَدِيث " فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَته " إِلَى آخِره . وَعَلَى هَذَا يُقَدَّر الْمَحْذُوف كَوْنًا مُطْلَقًا مِنْ اِسْم فَاعِل أَوْ فِعْل . ثُمَّ لَفْظ الْعَمَل يَتَنَاوَل فِعْل الْجَوَارِح حَتَّى اللِّسَان فَتَدْخُل الْأَقْوَال . قَالَ اِبْن دَقِيق الْعِيد : وَأَخْرَجَ بَعْضهمْ الْأَقْوَال وَهُوَ بَعِيد , وَلَا تَرَدُّد عِنْدِي فِي أَنَّ الْحَدِيث يَتَنَاوَلهَا . وَأَمَّا التُّرُوكُ فَهِيَ وَإِنْ كَانَتْ فِعْل كَفّ لَكِنْ لَا يُطْلَق عَلَيْهَا لَفْظ الْعَمَل . وَقَدْ تُعُقِّبَ عَلَى مَنْ يُسَمِّي الْقَوْل عَمَلًا لِكَوْنِهِ عَمَل اللِّسَان , بِأَنَّ مَنْ حَلَفَ لَا يَعْمَل عَمَلًا فَقَالَ قَوْلًا لَا يَحْنَث . وَأُجِيبَ بِأَنَّ مَرْجِع الْيَمِين إِلَى الْعُرْف , وَالْقَوْل لَا يُسَمَّى عَمَلًا فِي الْعُرْف وَلِهَذَا يُعْطَف عَلَيْهِ . وَالتَّحْقِيق أَنَّ الْقَوْل لَا يَدْخُل فِي الْعَمَل حَقِيقَة وَيَدْخُل مَجَازًا , وَكَذَا الْفِعْل , لِقَوْلِهِ تَعَالَى ( وَلَوْ شَاءَ رَبّك مَا فَعَلُوهُ ) بَعْد قَوْله : ( زُخْرُف الْقَوْل ) . وَأَمَّا عَمَل الْقَلْب كَالنِّيَّةِ فَلَا يَتَنَاوَلهَا الْحَدِيث لِئَلَّا يَلْزَم التَّسَلْسُل , وَالْمَعْرِفَة : وَفِي تَنَاوُلهَا نَظَر , قَالَ بَعْضهمْ : هُوَ مُحَال لِأَنَّ النِّيَّة قَصْد الْمَنَوِيّ , وَإِنَّمَا يَقْصِد الْمَرْء مَا يَعْرِف فَيَلْزَم أَنْ يَكُون عَارِفًا قَبْل الْمَعْرِفَة . وَتَعَقَّبَهُ شَيْخنَا شَيْخ الْإِسْلَام سِرَاج الدِّين الْبُلْقِينِيّ بِمَا حَاصِله : إِنْ كَانَ الْمُرَاد بِالْمَعْرِفَةِ مُطْلَق الشُّعُور فَمُسَلَّم , وَإِنْ كَانَ الْمُرَاد النَّظَر فِي الدَّلِيل فَلَا ; لِأَنَّ كُلّ ذِي عَقْل يَشْعُر مَثَلًا بِأَنَّ لَهُ مَنْ يُدَبِّرهُ , فَإِذَا أَخَذَ فِي النَّظَر فِي الدَّلِيل عَلَيْهِ لِيَتَحَقَّقهُ لَمْ تَكُنْ النِّيَّة حِينَئِذٍ مُحَالًا . وَقَالَ اِبْن دَقِيق الْعِيد : الَّذِينَ اِشْتَرَطُوا النِّيَّة قَدَّرُوا صِحَّة الْأَعْمَال , وَاَلَّذِينَ لَمْ يَشْتَرِطُوهَا قَدَّرُوا كَمَال الْأَعْمَال , وَرُجِّحَ الْأَوَّل بِأَنَّ الصِّحَّة أَكْثَر لُزُومًا لِلْحَقِيقَةِ مِنْ الْكَمَال فَالْحَمْل عَلَيْهَا أَوْلَى . وَفِي هَذَا الْكَلَام إِيهَام أَنَّ بَعْض الْعُلَمَاء لَا يَرَى بِاشْتِرَاطِ النِّيَّة , وَلَيْسَ الْخِلَاف بَيْنهمْ فِي ذَلِكَ إِلَّا فِي الْوَسَائِل , وَأَمَّا الْمَقَاصِد فَلَا اِخْتِلَاف بَيْنهمْ فِي اِشْتِرَاط النِّيَّة لَهَا , وَمِنْ ثَمَّ خَالَفَ الْحَنَفِيَّة فِي اِشْتِرَاطهَا لِلْوُضُوءِ , وَخَالَفَ الْأَوْزَاعِيُّ فِي اِشْتِرَاطهَا فِي التَّيَمُّم أَيْضًا . نَعَمْ بَيْن الْعُلَمَاء اِخْتِلَاف فِي اِقْتِرَان النِّيَّة بِأَوَّلِ الْعَمَل كَمَا هُوَ مَعْرُوف فِي مَبْسُوطَات الْفِقْه . ‏&lt;br /&gt;‏( تَكْمِيل ) : ‏&lt;br /&gt;‏الظَّاهِر أَنَّ الْأَلِف وَاللَّام فِي النِّيَّات مُعَاقِبَة لِلضَّمِيرِ , وَالتَّقْدِير الْأَعْمَال بِنِيَّاتِهَا , وَعَلَى هَذَا فَيَدُلّ عَلَى اِعْتِبَار نِيَّة الْعَمَل مِنْ كَوْنه مَثَلًا صَلَاة أَوْ غَيْرهَا , وَمِنْ كَوْنهَا فَرْضًا أَوْ نَفْلًا , ظُهْرًا مَثَلًا أَوْ عَصْرًا , مَقْصُورَة أَوْ غَيْر مَقْصُورَة وَهَلْ يُحْتَاج فِي مِثْل هَذَا إِلَى تَعْيِين الْعَدَد ؟ فِيهِ بَحْث . وَالرَّاجِح الِاكْتِفَاء بِتَعْيِينِ الْعِبَادَة الَّتِي لَا تَنْفَكّ عَنْ الْعَدَد الْمُعَيَّن , كَالْمُسَافِرِ مَثَلًا لَيْسَ لَهُ أَنْ يَقْصُر إِلَّا بِنِيَّةِ الْقَصْر , لَكِنْ لَا يَحْتَاج إِلَى نِيَّة رَكْعَتَيْنِ لِأَنَّ ذَلِكَ هُوَ مُقْتَضَى الْقَصْر وَاَللَّه أَعْلَم . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( وَإِنَّمَا لِكُلِّ اِمْرِئٍ مَا نَوَى ) ‏&lt;br /&gt;‏قَالَ الْقُرْطُبِيّ : فِيهِ تَحْقِيق لِاشْتِرَاطِ النِّيَّة وَالْإِخْلَاص فِي الْأَعْمَال , فَجَنَحَ إِلَى أَنَّهَا مُؤَكَّدَة , وَقَالَ غَيْره : بَلْ تُفِيد غَيْر مَا أَفَادَتْهُ الْأُولَى ; لِأَنَّ الْأُولَى نَبَّهَتْ عَلَى أَنَّ الْعَمَل يَتْبَع النِّيَّة وَيُصَاحِبهَا , فَيَتَرَتَّب الْحُكْم عَلَى ذَلِكَ , وَالثَّانِيَة أَفَادَتْ أَنَّ الْعَامِل لَا يَحْصُل لَهُ إِلَّا مَا نَوَاهُ وَقَالَ اِبْن دَقِيق الْعِيد : الْجُمْلَة الثَّانِيَة تَقْتَضِي أَنَّ مَنْ نَوَى شَيْئًا يَحْصُل لَهُ - يَعْنِي إِذَا عَمِلَهُ بِشَرَائِطِهِ - أَوْ حَال دُون عَمَله لَهُ مَا يُعْذَر شَرْعًا بِعَدَمِ عَمَله وَكُلّ مَا لَمْ يَنْوِهِ لَمْ يَحْصُل لَهُ . وَمُرَاده بِقَوْلِهِ " مَا لَمْ يَنْوِهِ " أَيْ لَا خُصُوصًا وَلَا عُمُومًا , أَمَّا إِذَا لَمْ يَنْوِ شَيْئًا مَخْصُوصًا لَكِنْ كَانَتْ هُنَاكَ نِيَّة عَامَّة تَشْمَلهُ فَهَذَا مِمَّا اِخْتَلَفَتْ فِيهِ أَنْظَار الْعُلَمَاء . وَيَتَخَرَّج عَلَيْهِ مِنْ الْمَسَائِل مَا لَا يُحْصَى . وَقَدْ يَحْصُل غَيْر الْمَنَوِيّ لِمُدْرَكٍ آخَر كَمَنْ دَخَلَ الْمَسْجِد فَصَلَّى الْفَرْض أَوْ الرَّاتِبَة قَبْل أَنْ يَقْعُد فَإِنَّهُ يَحْصُل لَهُ تَحِيَّة الْمَسْجِد نَوَاهَا أَوْ لَمْ يَنْوِهَا ; لِأَنَّ الْقَصْد بِالتَّحِيَّةِ شَغْل الْبُقْعَة وَقَدْ حَصَلَ , وَهَذَا بِخِلَافِ مَنْ اِغْتَسَلَ يَوْم الْجُمُعَة عَنْ الْجَنَابَة فَإِنَّهُ لَا يَحْصُل لَهُ غُسْل الْجُمُعَة عَلَى الرَّاجِح ; لِأَنَّ غُسْل الْجُمُعَة يُنْظَر فِيهِ إِلَى التَّعَبُّد لَا إِلَى مَحْض التَّنْظِيم فَلَا بُدّ فِيهِ مِنْ الْقَصْد إِلَيْهِ , بِخِلَافِ تَحِيَّة الْمَسْجِد وَاَللَّه أَعْلَم . وَقَالَ النَّوَوِيّ : أَفَادَتْ الْجُمْلَة الثَّانِيَة اِشْتِرَاط تَعْيِين الْمَنْوِيّ كَمَنْ عَلَيْهِ صَلَاة فَائِتَة لَا يَكْفِيه أَنْ يَنْوِي الْفَائِتَة فَقَطْ حَتَّى يُعَيِّنهَا ظُهْرًا مَثَلًا أَوْ عَصْرًا , وَلَا يَخْفَى أَنَّ مَحَلّه مَا إِذَا لَمْ تَنْحَصِر الْفَائِتَة . وَقَالَ اِبْن السَّمْعَانِيّ فِي أَمَالِيهِ : أَفَادَتْ أَنَّ الْأَعْمَال الْخَارِجَة عَنْ الْعِبَادَة لَا تُفِيد الثَّوَاب إِلَّا إِذَا نَوَى بِهَا فَاعِلهَا الْقُرْبَةَ , كَالْأَكْلِ إِذَا نَوَى بِهِ الْقُوَّة عَلَى الطَّاعَة . وَقَالَ غَيْره : أَفَادَتْ أَنَّ النِّيَابَة لَا تَدْخُل فِي النِّيَّة , فَإِنَّ ذَلِكَ هُوَ الْأَصْل , فَلَا يَرِدُ مِثْل نِيَّة الْوَلِيّ عَنْ الصَّبِيّ وَنَظَائِره فَإِنَّهَا عَلَى خِلَاف الْأَصْل . وَقَالَ اِبْن عَبْد السَّلَام : الْجُمْلَة الْأُولَى لِبَيَانِ مَا يُعْتَبَر مِنْ الْأَعْمَال , وَالثَّانِيَة لِبَيَانِ مَا يَتَرَتَّب عَلَيْهَا . وَأَفَادَ أَنَّ النِّيَّة إِنَّمَا تُشْتَرَط فِي الْعِبَادَة الَّتِي لَا تَتَمَيَّز بِنَفْسِهَا , وَأَمَّا مَا يَتَمَيَّز بِنَفْسِهِ فَإِنَّهُ يَنْصَرِف بِصُورَتِهِ إِلَى مَا وُضِعَ لَهُ كَالْأَذْكَارِ وَالْأَدْعِيَة وَالتِّلَاوَة لِأَنَّهَا لَا تَتَرَدَّد بَيْن الْعِبَادَة وَالْعَادَة . وَلَا يَخْفَى أَنَّ ذَلِكَ إِنَّمَا هُوَ بِالنَّظَرِ إِلَى أَصْل الْوَضْع , أَمَّا مَا حَدَثَ فِيهِ عُرْف كَالتَّسْبِيحِ لِلتَّعَجُّبِ فَلَا , وَمَعَ ذَلِكَ فَلَوْ قَصَدَ بِالذِّكْرِ الْقُرْبَة إِلَى اللَّه تَعَالَى لَكَانَ أَكْثَر ثَوَابًا , وَمِنْ ثَمَّ قَالَ الْغَزَالِيّ : حَرَكَة اللِّسَان بِالذِّكْرِ مَعَ الْغَفْلَة عَنْهُ تُحَصِّل الثَّوَاب ; لِأَنَّهُ خَيْر مِنْ حَرَكَة اللِّسَان بِالْغِيبَةِ , بَلْ هُوَ خَيْر مِنْ السُّكُوت مُطْلَقًا , أَيْ الْمُجَرَّد عَنْ التَّفَكُّر . قَالَ : وَإِنَّمَا هُوَ نَاقِص بِالنِّسْبَةِ إِلَى عَمَل الْقَلْب اِنْتَهَى . وَيُؤَيِّدهُ قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " فِي بُضْع أَحَدكُمْ صَدَقَة " ثُمَّ قَالَ فِي الْجَوَاب عَنْ قَوْلهمْ " أَيَأْتِي أَحَدنَا شَهْوَته وَيُؤْجَر ؟ " : " أَرَأَيْت لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَام " . وَأُورِدَ عَلَى إِطْلَاق الْغَزَالِيّ أَنَّهُ يَلْزَم مِنْهُ أَنَّ الْمَرْء يُثَاب عَلَى فِعْل مُبَاح لِأَنَّهُ خَيْر مِنْ فِعْل الْحَرَام , وَلَيْسَ ذَلِكَ مُرَاده . وَخُصَّ مِنْ عُمُوم الْحَدِيث مَا يُقْصَد حُصُوله فِي الْجُمْلَة فَإِنَّهُ لَا يَحْتَاج إِلَى نِيَّة تَخُصّهُ كَتَحِيَّةِ الْمَسْجِد كَمَا تَقَدَّمَ , وَكَمَنَ مَاتَ زَوْجهَا فَلَمْ يَبْلُغهَا الْخَبَر إِلَّا بَعْد مُدَّة الْعِدَّة فَإِنَّ عِدَّتهَا تَنْقَضِي ; لِأَنَّ الْمَقْصُود حُصُول بَرَاءَة الرَّحِم وَقَدْ وُجِدَتْ , وَمِنْ ثَمَّ لَمْ يَحْتَجْ الْمَتْرُوك إِلَى نِيَّة . وَنَازَعَ الْكَرْمَانِيُّ فِي إِطْلَاق الشَّيْخ مُحْيِي الدِّين كَوْن الْمَتْرُوك لَا يَحْتَاج إِلَى نِيَّة بِأَنَّ التَّرْك فِعْل وَهُوَ كَفّ النَّفْس , وَبِأَنَّ التُّرُوك إِذَا أُرِيدَ بِهَا تَحْصِيل الثَّوَاب بِامْتِثَالِ أَمْر الشَّارِع فَلَا بُدّ فِيهَا مِنْ قَصْد التَّرْك , وَتُعُقِّبَ بِأَنَّ قَوْله " التَّرْك فِعْل " مُخْتَلَف فِيهِ , وَمِنْ حَقّ الْمُسْتَدِلّ عَلَى الْمَانِع أَنْ يَأْتِي بِأَمْرٍ مُتَّفَق عَلَيْهِ . وَأَمَّا اِسْتِدْلَاله الثَّانِي فَلَا يُطَابِق الْمَوْرِد ; لِأَنَّ الْمَبْحُوث فِيهِ هَلْ تَلْزَم النِّيَّة فِي التُّرُوك بِحَيْثُ يَقَع الْعِقَاب بِتَرْكِهَا ؟ وَاَلَّذِي أَوْرَدَهُ هَلْ يَحْصُل الثَّوَاب بِدُونِهَا ؟ وَالتَّفَاوُت بَيْن الْمَقَامَيْنِ ظَاهِر . وَالتَّحْقِيق أَنَّ التَّرْك الْمُجَرَّد لَا ثَوَاب فِيهِ , وَإِنَّمَا يَحْصُل الثَّوَاب بِالْكَفِّ الَّذِي هُوَ فِعْل النَّفْس , فَمَنْ لَمْ تَخْطِر الْمَعْصِيَة بِبَالِهِ أَصْلًا لَيْسَ كَمَنْ خَطَرَتْ فَكَفَّ نَفْسه عَنْهَا خَوْفًا مِنْ اللَّه تَعَالَى , فَرَجَعَ الْحَال إِلَى أَنَّ الَّذِي يَحْتَاج إِلَى النِّيَّة هُوَ الْعَمَل بِجَمِيعِ وُجُوهه , لَا التَّرْك الْمُجَرَّد . وَاَللَّه أَعْلَم . ‏&lt;br /&gt;‏( تَنْبِيه ) : ‏&lt;br /&gt;‏قَالَ الْكَرْمَانِيُّ : إِذَا قُلْنَا إِنَّ تَقْدِيم الْخَبَر عَلَى الْمُبْتَدَأ يُفِيد الْقَصْر فَفِي قَوْله " وَإِنَّمَا لِكُلِّ اِمْرِئٍ مَا نَوَى " نَوْعَانِ مِنْ الْحَصْر : قَصْر الْمُسْنَد عَلَى الْمُسْنَد إِلَيْهِ إِذْ الْمُرَاد إِنَّمَا لِكُلِّ اِمْرِئٍ مَا نَوَاهُ , وَالتَّقْدِيم الْمَذْكُور . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَته إِلَى دُنْيَا ) ‏&lt;br /&gt;‏كَذَا وَقَعَ فِي جَمِيع الْأُصُول الَّتِي اِتَّصَلَتْ لَنَا عَنْ الْبُخَارِيّ بِحَذْفِ أَحَد وَجْهَيْ التَّقْسِيم وَهُوَ قَوْله " فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَته إِلَى اللَّه وَرَسُوله إِلَخْ " قَالَ الْخَطَّابِيُّ : وَقَعَ هَذَا الْحَدِيث فِي رِوَايَتنَا وَجَمِيع نُسَخ أَصْحَابنَا مَخْرُومًا قَدْ ذَهَبَ شَطْره , وَلَسْت أَدْرِي كَيْفَ وَقَعَ هَذَا الْإِغْفَال , وَمِنْ جِهَة مَنْ عَرَضَ مِنْ رُوَاته ؟ فَقَدْ ذَكَرَهُ الْبُخَارِيّ مِنْ غَيْر طَرِيق الْحُمَيْدِيّ مُسْتَوْفًى , وَقَدْ رَوَاهُ لَنَا الْأَثْبَاتُ مِنْ طَرِيق الْحُمَيْدِيّ تَامًّا , وَنَقَلَ اِبْن التِّين كَلَام الْخَطَّابِيّ مُخْتَصَرًا وَفُهِمَ مِنْ قَوْله مَخْرُومًا أَنَّهُ قَدْ يُرِيد أَنَّ فِي السَّنَد اِنْقِطَاعًا فَقَالَ مِنْ قِبَل نَفْسه لِأَنَّ الْبُخَارِيّ لَمْ يَلْقَ الْحُمَيْدِيّ , وَهُوَ مِمَّا يُتَعَجَّب مِنْ إِطْلَاقه مَعَ قَوْل الْبُخَارِيّ " حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيّ " وَتَكْرَار ذَلِكَ مِنْهُ فِي هَذَا الْكِتَاب , وَجَزَمَ كُلّ مَنْ تَرْجَمَهُ بِأَنَّ الْحُمَيْدِيّ مِنْ شُيُوخه فِي الْفِقْه وَالْحَدِيث , وَقَالَ اِبْن الْعَرَبِيّ فِي مَشْيَخَته : لَا عُذْر لِلْبُخَارِيِّ فِي إِسْقَاطه لِأَنَّ الْحُمَيْدِيّ شَيْخه فِيهِ قَدْ رَوَاهُ فِي مُسْنَده عَلَى التَّمَام . قَالَ : وَذَكَرَ قَوْم أَنَّهُ لَعَلَّهُ اِسْتَمْلَاهُ مِنْ حِفْظ الْحُمَيْدِيّ فَحَدَّثَهُ هَكَذَا فَحَدَّثَ عَنْهُ كَمَا سَمِعَ أَوْ حَدَّثَهُ بِهِ تَامًّا فَسَقَطَ مِنْ حِفْظ الْبُخَارِيّ . قَالَ : وَهُوَ أَمْر مُسْتَبْعَد جِدًّا عِنْد مَنْ اِطَّلَعَ عَلَى أَحْوَال الْقَوْم . وَقَالَ الدَّاوُدِيّ الشَّارِح : الْإِسْقَاط فِيهِ مِنْ الْبُخَارِيّ فَوُجُوده فِي رِوَايَة شَيْخه وَشَيْخ شَيْخه يَدُلّ عَلَى ذَلِكَ اِنْتَهَى . وَقَدْ رُوِّينَاهُ مِنْ طَرِيق بِشْر بْن مُوسَى وَأَبِي إِسْمَاعِيل التِّرْمِذِيّ وَغَيْر وَاحِد عَنْ الْحُمَيْدِيّ تَامًّا , وَهُوَ فِي مُصَنَّف قَاسِم بْن أَصْبَغ وَمُسْتَخْرَجَيْ أَبِي نُعَيْم وَصَحِيح أَبِي عَوَانَة مِنْ طَرِيق الْحُمَيْدِيّ , فَإِنْ كَانَ الْإِسْقَاط مِنْ غَيْر الْبُخَارِيّ فَقَدْ يُقَال : لِمَ اِخْتَارَ الِابْتِدَاء بِهَذَا السِّيَاق النَّاقِص ؟ وَالْجَوَاب قَدْ تَقَدَّمَتْ الْإِشَارَة إِلَيْهِ , وَأَنَّهُ اِخْتَارَ الْحُمَيْدِيّ لِكَوْنِهِ أَجَلّ مَشَايِخه الْمَكِّيِّينَ إِلَى آخِر مَا تَقَدَّمَ فِي ذَلِكَ مِنْ الْمُنَاسَبَة , وَإِنْ كَانَ الْإِسْقَاط مِنْهُ فَالْجَوَاب مَا قَالَهُ أَبُو مُحَمَّد عَلِيّ بْن أَحْمَد بْن سَعِيد الْحَافِظ فِي أَجْوِبَة لَهُ عَلَى الْبُخَارِيّ : إِنَّ أَحْسَن مَا يُجَاب بِهِ هُنَا أَنْ يُقَال : لَعَلَّ الْبُخَارِيّ قَصَدَ أَنْ يَجْعَل لِكِتَابِهِ صَدْرًا يَسْتَفْتِح بِهِ عَلَى مَا ذَهَبَ إِلَيْهِ كَثِير مِنْ النَّاس مِنْ اِسْتِفْتَاح كُتُبهمْ بِالْخُطَبِ الْمُتَضَمِّنَة لِمَعَانِي مَا ذَهَبُوا إِلَيْهِ مِنْ التَّأْلِيف , فَكَأَنَّهُ اِبْتَدَأَ كِتَابه بِنِيَّةٍ رَدَّ عِلْمهَا إِلَى اللَّه , فَإِنْ عَلِمَ مِنْهُ أَنَّهُ أَرَادَ الدُّنْيَا أَوْ عَرَضَ إِلَى شَيْء مِنْ مَعَانِيهَا فَسَيَجْزِيهِ بِنِيَّتِهِ . وَنَكَبَ عَنْ أَحَدِ وَجْهَيْ التَّقْسِيم مُجَانَبَة لِلتَّزْكِيَةِ الَّتِي لَا يُنَاسِب ذِكْرهَا فِي ذَلِكَ الْمَقَام . اِنْتَهَى مُلَخَّصًا . وَحَاصِله أَنَّ الْجُمْلَة الْمَحْذُوفَة تُشْعِر بِالْقُرْبَةِ الْمَحْضَة , وَالْجُمْلَة الْمُبْقَاة تَحْتَمِل التَّرَدُّد بَيْن أَنْ يَكُون مَا قَصَدَهُ يُحَصِّل الْقُرْبَة أَوْ لَا , فَلَمَّا كَانَ الْمُصَنِّف كَالْمُخْبِرِ عَنْ حَال نَفْسه فِي تَصْنِيفه هَذَا بِعِبَارَةِ هَذَا الْحَدِيث حَذَفَ الْجُمْلَة الْمُشْعِرَة بِالْقُرْبَةِ الْمَحْضَة فِرَارًا مِنْ التَّزْكِيَة , وَبَقِيت الْجُمْلَة الْمُتَرَدِّدَة الْمُحْتَمِلَة تَفْوِيضًا لِلْأَمْرِ إِلَى رَبّه الْمُطَّلِع عَلَى سَرِيرَته الْمُجَازِي لَهُ بِمُقْتَضَى نِيَّته . وَلَمَّا كَانَتْ عَادَة الْمُصَنِّفِينَ أَنْ يُضَمِّنُوا الْخُطَب اِصْطِلَاحهمْ فِي مَذَاهِبهمْ وَاخْتِيَارَاتهمْ , وَكَانَ مِنْ رَأْي الْمُصَنِّف جَوَاز اِخْتِصَار الْحَدِيث وَالرِّوَايَة بِالْمَعْنَى وَالتَّدْقِيق فِي الِاسْتِنْبَاط وَإِيثَار الْأَغْمَض عَلَى الْأَجْلَى وَتَرْجِيح الْإِسْنَاد الْوَارِد بِالصِّيَغِ الْمُصَرِّحَة بِالسَّمَاعِ عَلَى غَيْره , اِسْتَعْمَلَ جَمِيع ذَلِكَ فِي هَذَا الْمَوْضِع بِعِبَارَةِ هَذَا الْحَدِيث مَتْنًا وَإِسْنَادًا . وَقَدْ وَقَعَ فِي رِوَايَة حَمَّاد بْن زَيْد فِي بَاب الْهِجْرَة تَأَخُّر قَوْله " فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَته إِلَى اللَّه وَرَسُوله " عَنْ قَوْله " فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَته إِلَى دُنْيَا يُصِيبهَا " , فَيُحْتَمَل أَنْ تَكُون رِوَايَة الْحُمَيْدِيّ وَقَعَتْ عِنْد الْبُخَارِيّ كَذَلِكَ فَتَكُون الْجُمْلَة الْمَحْذُوفَة هِيَ الْأَخِيرَة كَمَا جَرَتْ بِهِ عَادَة مَنْ يَقْتَصِر عَلَى بَعْض الْحَدِيث . وَعَلَى تَقْدِير أَنْ لَا يَكُون ذَلِكَ فَهُوَ مَصِير مِنْ الْبُخَارِيّ إِلَى جَوَاز الِاخْتِصَار فِي الْحَدِيث وَلَوْ مِنْ أَثْنَائِهِ . وَهَذَا هُوَ الرَّاجِح , وَاَللَّه أَعْلَم . وَقَالَ الْكَرْمَانِيُّ فِي غَيْر هَذَا الْمَوْضِع : إِنْ كَانَ الْحَدِيث عِنْد الْبُخَارِيّ تَامًّا لِمَ خَرَمَهُ فِي صَدْر الْكِتَاب , مَعَ أَنَّ الْخَرْم مُخْتَلَف فِي جَوَازه ؟ قُلْت : لَا جَزْم بِالْخَرْمِ ; لِأَنَّ الْمَقَامَات مُخْتَلِفَة , فَلَعَلَّهُ - فِي مَقَام بَيَان أَنَّ الْإِيمَان بِالنِّيَّةِ وَاعْتِقَاد الْقَلْب - سَمِعَ الْحَدِيث تَامًّا , وَفِي مَقَام أَنَّ الشُّرُوع فِي الْأَعْمَال إِنَّمَا يَصِحّ بِالنِّيَّةِ سَمِعَ ذَلِكَ الْقَدْر الَّذِي رُوِيَ . ثُمَّ الْخَرْم يُحْتَمَل أَنْ يَكُون مِنْ بَعْض شُيُوخ الْبُخَارِيّ لَا مِنْهُ , ثُمَّ إِنْ كَانَ مِنْهُ فَخَرَمَهُ ثَمَّ لِأَنَّ الْمَقْصُود يَتِمّ بِذَلِكَ الْمِقْدَار . فَإِنْ قُلْت : فَكَانَ الْمُنَاسِب أَنْ يَذْكُر عِنْد الْخَرْم الشِّقّ الَّذِي يَتَعَلَّق بِمَقْصُودِهِ , وَهُوَ أَنَّ النِّيَّة يَنْبَغِي أَنْ تَكُون لِلَّهِ وَرَسُوله . قُلْت : لَعَلَّهُ نَظَرَ إِلَى مَا هُوَ الْغَالِب الْكَثِير بَيْن النَّاس . اِنْتَهَى . وَهُوَ كَلَام مَنْ لَمْ يَطَّلِع عَلَى شَيْء مِنْ أَقْوَال مَنْ قَدَّمْت ذِكْره مِنْ الْأَئِمَّة عَلَى هَذَا الْحَدِيث , وَلَا سِيَّمَا كَلَام اِبْن الْعَرَبِيّ . وَقَالَ فِي مَوْضِع آخَر : إِنَّ إِيرَاد الْحَدِيث تَامًّا تَارَة وَغَيْر تَامّ تَارَة إِنَّمَا هُوَ اِخْتِلَاف الرُّوَاة , فَكُلّ مِنْهُمْ قَدْ رَوَى مَا سَمِعَهُ فَلَا خَرْم مِنْ أَحَد , وَلَكِنَّ الْبُخَارِيّ يَذْكُرهَا فِي الْمَوَاضِع الَّتِي يُنَاسِب كُلًّا مِنْهَا بِحَسَبِ الْبَاب الَّذِي يَضَعهُ تَرْجَمَة لَهُ , اِنْتَهَى وَكَأَنَّهُ لَمْ يَطَّلِع عَلَى حَدِيث أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيّ بِسَنَدٍ وَاحِد مِنْ اِبْتِدَائِهِ إِلَى اِنْتِهَائِهِ فَسَاقَهُ فِي مَوْضِع تَامًّا وَفِي مَوْضِع مُقْتَصِرًا عَلَى بَعْضه , وَهُوَ كَثِير جِدًّا فِي الْجَامِع الصَّحِيح , فَلَا يَرْتَاب مَنْ يَكُون الْحَدِيث صِنَاعَته أَنَّ ذَلِكَ مِنْ تَصَرُّفه ; لِأَنَّهُ عُرِفَ بِالِاسْتِقْرَاءِ مِنْ صَنِيعه أَنَّهُ لَا يَذْكُر الْحَدِيث الْوَاحِد فِي مَوْضِع عَلَى وَجْهَيْنِ , بَلْ إِنْ كَانَ لَهُ أَكْثَر مِنْ سَنَد عَلَى شَرْطه ذَكَرَهُ فِي الْمَوْضِع الثَّانِي بِالسَّنَدِ الثَّانِي وَهَكَذَا مَا بَعْده , وَمَا لَمْ يَكُنْ عَلَى شَرْطه يُعَلِّقهُ فِي الْمَوْضِع الْآخَر تَارَة بِالْجَزْمِ إِنْ كَانَ صَحِيحًا وَتَارَة بِغَيْرِهِ إِنْ كَانَ فِيهِ شَيْء , وَمَا لَيْسَ لَهُ إِلَّا سَنَد وَاحِد يَتَصَرَّف فِي مَتْنه بِالِاقْتِصَارِ عَلَى بَعْضه بِحَسَبِ مَا يَتَّفِق , وَلَا يُوجَد فِيهِ حَدِيث وَاحِد مَذْكُور بِتَمَامِهِ سَنَدًا وَمَتْنًا فِي مَوْضِعَيْنِ أَوْ أَكْثَر إِلَّا نَادِرًا , فَقَدْ عَنِيَ بَعْض مَنْ لَقِيته بِتَتَبُّعِ ذَلِكَ فَحَصَّلَ مِنْهُ نَحْو عِشْرِينَ مَوْضِعًا . ‏&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( هِجْرَته ) الْهِجْرَة : التَّرْك , وَالْهِجْرَة إِلَى الشَّيْء : الِانْتِقَال إِلَيْهِ عَنْ غَيْره . وَفِي الشَّرْع : تَرْك مَا نَهَى اللَّه عَنْهُ . وَقَدْ وَقَعَتْ فِي الْإِسْلَام عَلَى وَجْهَيْنِ : الْأَوَّل الِانْتِقَال مِنْ دَار الْخَوْف إِلَى دَار الْأَمْن كَمَا فِي هِجْرَتَيْ الْحَبَشَة وَابْتِدَاء الْهِجْرَة مِنْ مَكَّة إِلَى الْمَدِينَة , الثَّانِي الْهِجْرَة مِنْ دَار الْكُفْر إِلَى دَار الْإِيمَان وَذَلِكَ بَعْد أَنْ اِسْتَقَرَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ وَهَاجَرَ إِلَيْهِ مَنْ أَمْكَنَهُ ذَلِكَ مِنْ الْمُسْلِمِينَ . وَكَانَتْ الْهِجْرَة إِذْ ذَاكَ تَخْتَصّ بِالِانْتِقَالِ إِلَى الْمَدِينَة , إِلَى أَنْ فُتِحَتْ مَكَّة فَانْقَطَعَ مِنْ الِاخْتِصَاص , وَبَقِيَ عُمُوم الِانْتِقَال مِنْ دَار الْكُفْر لِمَنْ قَدَرَ عَلَيْهِ بَاقِيًا . فَإِنْ قِيلَ : الْأَصْل تَغَايُر الشَّرْط وَالْجَزَاء فَلَا يُقَال مَثَلًا : مَنْ أَطَاعَ أَطَاعَ وَإِنَّمَا يُقَال مَثَلًا : مَنْ أَطَاعَ نَجَا , وَقَدْ وَقَعَا فِي هَذَا الْحَدِيث مُتَّحِدَيْنِ , فَالْجَوَاب أَنَّ التَّغَايُر يَقَع تَارَة بِاللَّفْظِ وَهُوَ الْأَكْثَر , وَتَارَة بِالْمَعْنَى وَيُفْهَم ذَلِكَ مِنْ السِّيَاق , وَمِنْ أَمْثِلَته قَوْله تَعَالَى ( وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوب إِلَى اللَّه مَتَابًا ) وَهُوَ مُؤَوَّل عَلَى إِرَادَة الْمَعْهُود الْمُسْتَقِرّ فِي النَّفْس , كَقَوْلِهِمْ : أَنْتَ أَنَا . أَيْ : الصَّدِيق الْخَالِص , وَقَوْلهمْ : هُمْ هُمْ . أَيْ : الَّذِينَ لَا يُقَدَّر قَدْرهمْ , وَقَوْل الشَّاعِر ‏ ‏أَنَا أَبُو النَّجْم وَشِعْرِي شِعْرِي ‏ ‏, أَوْ هُوَ مُؤَوَّل عَلَى إِقَامَة السَّبَب مَقَام الْمُسَبَّب لِاشْتِهَارِ السَّبَب . وَقَالَ اِبْن مَالِك : قَدْ يُقْصَد بِالْخَبَرِ الْفَرْد بَيَان الشُّهْرَة وَعَدَم التَّغَيُّر فَيَتَّحِد بِالْمُبْتَدَأِ لَفْظًا كَقَوْلِ الشَّاعِر : ‏ ‏خَلِيلِي خَلِيلِي دُون رَيْب وَرُبَّمَا ‏ ‏أَلَانَ اِمْرُؤٌ قَوْلًا فَظُنَّ خَلِيلًا ‏ ‏وَقَدْ يُفْعَل مِثْل هَذَا بِجَوَابِ الشَّرْط كَقَوْلِك : مَنْ قَصَدَنِي فَقَدْ قَصَدَنِي . أَيْ : فَقَدْ قَصَدَ مَنْ عُرِفَ بِإِنْجَاحِ قَاصِده , وَقَالَ غَيْره : إِذَا اِتَّحَدَ لَفْظ الْمُبْتَدَأ وَالْخَبَر وَالشَّرْط وَالْجَزَاء عُلِمَ مِنْهُمَا الْمُبَالَغَة إِمَّا فِي التَّعْظِيم وَإِمَّا فِي التَّحْقِير . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( إِلَى دُنْيَا ) ‏&lt;br /&gt;‏بِضَمِّ الدَّال , وَحَكَى اِبْن قُتَيْبَة كَسْرهَا , وَهِيَ فُعْلَى مِنْ الدُّنُوّ أَيْ : الْقُرْب , سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِسَبْقِهَا لِلْأُخْرَى . وَقِيلَ : سُمِّيَتْ دُنْيَا لِدُنُوِّهَا إِلَى الزَّوَال . وَاخْتُلِفَ فِي حَقِيقَتهَا فَقِيلَ مَا عَلَى الْأَرْض مِنْ الْهَوَاء وَالْجَوّ , وَقِيلَ كُلّ الْمَخْلُوقَات مِنْ الْجَوَاهِر وَالْأَعْرَاض , وَالْأُولَى أَوْلَى . لَكِنْ يُزَاد فِيهِ مِمَّا قَبْل قِيَام السَّاعَة , وَيُطْلَق عَلَى كُلّ جُزْء مِنْهَا مَجَازًا . ثُمَّ إِنَّ لَفْظهَا مَقْصُور غَيْر مُنَوَّن , وَحُكِيَ تَنْوِينهَا , وَعَزَاهُ اِبْن دِحْيَة إِلَى رِوَايَة أَبِي الْهَيْثَم الْكُشْمِيهَنِيّ وَضَعَّفَهَا , وَحُكِيَ عَنْ اِبْن مُغَاوِر أَنَّ أَبَا الْهَرَوِيّ فِي آخِر أَمْره كَانَ يَحْذِف كَثِيرًا مِنْ رِوَايَة أَبِي الْهَيْثَم حَيْثُ يَنْفَرِد ; لِأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْل الْعِلْم . قُلْت : وَهَذَا لَيْسَ عَلَى إِطْلَاقه , فَإِنَّ فِي رِوَايَة أَبِي الْهَيْثَم مَوَاضِع كَثِيرَة أَصْوَب مِنْ رِوَايَة غَيْره , كَمَا سَيَأْتِي مُبَيَّنًا فِي مَوَاضِعه . وَقَالَ التَّيْمِيُّ فِي شَرْحه : قَوْله " دُنْيَا " هُوَ تَأْنِيث الْأَدْنَى لَيْسَ بِمَصْرُوفٍ , لِاجْتِمَاعِ الْوَصْفِيَّة وَلُزُوم حَرْف التَّأْنِيث . وَتُعُقِّبَ بِأَنَّ لُزُوم التَّأْنِيث لِلْأَلِفِ الْمَقْصُورَة كَافٍ فِي عَدَم الصَّرْف , وَأَمَّا الْوَصْفِيَّة فَقَالَ اِبْن مَالِك : اِسْتِعْمَال دُنْيَا مُنَكَّرًا فِيهِ إِشْكَال ; لِأَنَّهَا فِعْل التَّفْضِيل , فَكَانَ مِنْ حَقّهَا أَنْ تُسْتَعْمَل بِاللَّامِ كَالْكُبْرَى وَالْحُسْنَى , قَالَ : إِلَّا أَنَّهَا خُلِعَتْ عَنْهَا الْوَصْفِيَّة أَوْ أُجْرِيَتْ مَجْرَى مَا لَمْ يَكُنْ وَصْفًا قَطّ , وَمِثْله قَوْل الشَّاعِر : ‏ ‏وَإِنْ دَعَوْت إِلَى جُلَّى وَمَكْرُمَة ‏ ‏يَوْمًا سَرَاة كِرَام النَّاس فَادْعِينَا ‏ ‏وَقَالَ الْكَرْمَانِيُّ : قَوْله " إِلَى " يَتَعَلَّق بِالْهِجْرَةِ إِنْ كَانَ لَفْظ كَانَتْ تَامَّة , أَوْ هُوَ خَبَر لِكَانَتْ إِنْ كَانَتْ نَاقِصَة . ثُمَّ أُورِدَ مَا مُحَصَّله : أَنَّ لَفْظ كَانَ إِنْ كَانَ لِلْأَمْرِ الْمَاضِي فَلَا يُعْلَم مَا الْحُكْم بَعْد صُدُور هَذَا الْقَوْل فِي ذَلِكَ . وَأَجَابَ بِأَنَّهُ يَجُوز أَنْ يُرَاد بِلَفْظِ كَانَ الْوُجُود مِنْ غَيْر تَقْيِيد بِزَمَانٍ , أَوْ يُقَاس الْمُسْتَقْبَل عَلَى الْمَاضِي , أَوْ مِنْ جِهَة أَنَّ حُكْم الْمُكَلَّفِينَ سَوَاء . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( يُصِيبهَا ) ‏&lt;br /&gt;‏أَيْ يُحَصِّلهَا ; لِأَنَّ تَحْصِيلهَا كَإِصَابَةِ الْغَرَض بِالسَّهْمِ بِجَامِعِ حُصُول الْمَقْصُود . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( أَوْ اِمْرَأَة ) ‏&lt;br /&gt;‏قِيلَ التَّنْصِيص عَلَيْهَا مِنْ الْخَاصّ بَعْد الْعَامّ لِلِاهْتِمَامِ بِهِ . وَتَعَقَّبَهُ النَّوَوِيّ بِأَنَّ لَفْظ دُنْيَا نَكِرَة وَهِيَ لَا تَعُمّ فِي الْإِثْبَات فَلَا يَلْزَم دُخُول الْمَرْأَة فِيهَا . وَتُعُقِّبَ بِكَوْنِهَا فِي سِيَاق الشَّرْط فَتَعُمّ , وَنُكْتَة الِاهْتِمَام الزِّيَادَة فِي التَّحْذِير ; لِأَنَّ الِافْتِتَان بِهَا أَشَدّ . وَقَدْ تَقَدَّمَ النَّقْل عَمَّنْ حَكَى أَنَّ سَبَب هَذَا الْحَدِيث قِصَّة مُهَاجِر أُمّ قَيْس وَلَمْ نَقِفْ عَلَى تَسْمِيَته . وَنَقَلَ اِبْن دِحْيَة أَنَّ اِسْمهَا قَيْلَة بِقَافٍ مَفْتُوحَة ثُمَّ تَحْتَانِيَّة سَاكِنَة , وَحَكَى اِبْن بَطَّال عَنْ اِبْن سِرَاج أَنَّ السَّبَب فِي تَخْصِيص الْمَرْأَة بِالذِّكْرِ أَنَّ الْعَرَب كَانُوا لَا يُزَوِّجُونَ الْمَوْلَى الْعَرَبِيَّة , وَيُرَاعُونَ الْكَفَاءَة فِي النَّسَب , فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَام سَوَّى بَيْن الْمُسْلِمِينَ فِي مُنَاكَحَتهمْ فَهَاجَرَ كَثِير مِنْ النَّاس إِلَى الْمَدِينَة لِيَتَزَوَّج بِهَا مَنْ كَانَ لَا يَصِل إِلَيْهَا قَبْل ذَلِكَ اِنْتَهَى . وَيَحْتَاج إِلَى نَقْل ثَابِت أَنَّ هَذَا الْمُهَاجِر كَانَ مَوْلًى وَكَانَتْ الْمَرْأَة عَرَبِيَّة , وَلَيْسَ مَا نَفَاهُ عَنْ الْعَرَب عَلَى إِطْلَاقه بَلْ قَدْ زُوِّجَ خَلْق كَثِير مِنْهُمْ جَمَاعَة مِنْ مَوَالِيهمْ وَحُلَفَائِهِمْ قَبْل الْإِسْلَام , وَإِطْلَاقه أَنَّ الْإِسْلَام أَبْطَلَ الْكَفَاءَة فِي مَقَام الْمَنْع . ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏قَوْله : ( فَهِجْرَته إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ ) ‏&lt;br /&gt;‏يُحْتَمَل أَنْ يَكُون ذَكَرَهُ بِالضَّمِيرِ لِيَتَنَاوَل مَا ذُكِرَ مِنْ الْمَرْأَة وَغَيْرهَا , وَإِنَّمَا أَبْرَزَ الضَّمِير فِي الْجُمْلَة الَّتِي قَبْلهَا وَهِيَ الْمَحْذُوفَة لِقَصْدِ الِالْتِذَاذ بِذِكْرِ اللَّه وَرَسُوله وَعِظَم شَأْنهمَا , بِخِلَافِ الدُّنْيَا وَالْمَرْأَة فَإِنَّ السِّيَاق يُشْعِر بِالْحَثِّ عَلَى الْإِعْرَاض عَنْهُمَا . وَقَالَ الْكَرْمَانِيُّ : يُحْتَمَل أَنْ يَكُون قَوْله " إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ " مُتَعَلِّقًا بِالْهِجْرَةِ , فَيَكُون الْخَبَر مَحْذُوفًا وَالتَّقْدِير قَبِيحَة أَوْ غَيْر صَحِيحَة مَثَلًا , وَيُحْتَمَل أَنْ يَكُون خَبَر فَهِجْرَته وَالْجُمْلَة خَبَر الْمُبْتَدَأ الَّذِي هُوَ " مَنْ كَانَتْ " اِنْتَهَى . وَهَذَا الثَّانِي هُوَ الرَّاجِح ; لِأَنَّ الْأَوَّل يَقْتَضِي أَنَّ تِلْكَ الْهِجْرَة مَذْمُومَة مُطْلَقًا , وَلَيْسَ كَذَلِكَ , إِلَّا إِنْ حُمِلَ عَلَى تَقْدِير شَيْء يَقْتَضِي التَّرَدُّد أَوْ الْقُصُور عَنْ الْهِجْرَة الْخَالِصَة كَمَنْ نَوَى بِهِجْرَتِهِ مُفَارَقَة دَار الْكُفْر وَتَزَوُّج الْمَرْأَة مَعًا فَلَا تَكُون قَبِيحَة وَلَا غَيْر صَحِيحَة , بَلْ هِيَ نَاقِصَة بِالنِّسْبَةِ إِلَى مَنْ كَانَتْ هِجْرَته خَالِصَة , وَإِنَّمَا أَشْعَرَ السِّيَاق بِذَمِّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ بِالنِّسْبَةِ إِلَى مَنْ طَلَبَ الْمَرْأَة بِصُورَةِ الْهِجْرَة الْخَالِصَة , فَأَمَّا مَنْ طَلَبَهَا مَضْمُومَة إِلَى الْهِجْرَة فَإِنَّهُ يُثَاب عَلَى قَصْد الْهِجْرَة لَكِنْ دُون ثَوَاب مَنْ أَخْلَصَ , وَكَذَا مَنْ طَلَبَ التَّزْوِيج فَقَطْ لَا عَلَى صُورَة الْهِجْرَة إِلَى اللَّه ; لِأَنَّهُ مِنْ الْأَمْر الْمُبَاح الَّذِي قَدْ يُثَاب فَاعِله إِذَا قَصَدَ بِهِ الْقُرْبَة كَالْإِعْفَافِ . وَمِنْ أَمْثِلَة ذَلِكَ مَا وَقَعَ فِي قِصَّة إِسْلَام أَبِي طَلْحَة فِيمَا رَوَاهُ النَّسَائِيُّ عَنْ أَنَس قَالَ : تَزَوَّجَ أَبُو طَلْحَة أُمّ سُلَيْمٍ فَكَانَ صَدَاق مَا بَيْنهمَا الْإِسْلَام , أَسْلَمَتْ أُمّ سُلَيْمٍ قَبْل أَبِي طَلْحَة فَخَطَبَهَا فَقَالَتْ : إِنِّي قَدْ أَسْلَمْت , فَإِنْ أَسْلَمْت تَزَوَّجْتُك . فَأَسْلَمَ فَتَزَوَّجَتْهُ . وَهُوَ مَحْمُول عَلَى أَنَّهُ رَغِبَ فِي الْإِسْلَام وَدَخَلَهُ مِنْ وَجْهه وَضَمَّ إِلَى ذَلِكَ إِرَادَة التَّزْوِيج الْمُبَاح فَصَارَ كَمَنْ نَوَى بِصَوْمِهِ الْعِبَادَة وَالْحَمِيَّة , أَوْ بِطَوَافِهِ الْعِبَادَة وَمُلَازَمَة الْغَرِيم . وَاخْتَارَ الْغَزَالِيّ فِيمَا يَتَعَلَّق بِالثَّوَابِ أَنَّهُ إِنْ كَانَ الْقَصْد الدُّنْيَوِيّ هُوَ الْأَغْلَب لَمْ يَكُنْ فِيهِ أَجْر , أَوْ الدِّينِيّ أُجِرَ بِقَدْرِهِ , وَإِنْ تَسَاوَيَا فَتَرَدَّدَ الْقَصْد بَيْن الشَّيْئَيْنِ فَلَا أَجْر . وَأَمَّا إِذَا نَوَى الْعِبَادَة وَخَالَطَهَا بِشَيْءٍ مِمَّا يُغَايِر الْإِخْلَاص فَقَدْ نَقَلَ أَبُو جَعْفَر بْن جَرِير الطَّبَرِيّ عَنْ جُمْهُور السَّلَف أَنَّ الِاعْتِبَار بِالِابْتِدَاءِ , فَإِنْ كَانَ اِبْتِدَاؤُهُ لِلَّهِ خَالِصًا لَمْ يَضُرَّهُ مَا عَرَضَ لَهُ بَعْد ذَلِكَ مِنْ إِعْجَاب أَوْ غَيْره . وَاَللَّه أَعْلَم . وَاسْتُدِلَّ بِهَذَا الْحَدِيث عَلَى أَنَّهُ لَا يَجُوز الْإِقْدَام عَلَى الْعَمَل قَبْل مَعْرِفَة الْحُكْم ; لِأَنَّ فِيهِ أَنَّ الْعَمَل يَكُون مُنْتَفِيًا إِذَا خَلَا عَنْ النِّيَّة , وَلَا يَصِحّ نِيَّة فِعْل الشَّيْء إِلَّا بَعْد مَعْرِفَة الْحُكْم , وَعَلَى أَنَّ الْغَافِل لَا تَكْلِيف عَلَيْهِ ; لِأَنَّ الْقَصْد يَسْتَلْزِم الْعِلْم بِالْمَقْصُودِ وَالْغَافِل غَيْر قَاصِد , وَعَلَى أَنَّ مَنْ صَامَ تَطَوُّعًا بِنِيَّةٍ قَبْل الزَّوَال أَنْ لَا يُحْسَبَ لَهُ إِلَّا مِنْ وَقْت النِّيَّة وَهُوَ مُقْتَضَى الْحَدِيث , لَكِنْ تَمَسَّكَ مَنْ قَالَ بِانْعِطَافِهَا بِدَلِيلٍ آخَر , وَنَظِيره حَدِيث " مَنْ أَدْرَكَ مِنْ الصَّلَاة رَكْعَة فَقَدْ أَدْرَكَهَا " أَيْ : أَدْرَكَ فَضِيلَة الْجَمَاعَة أَوْ الْوَقْت , وَذَلِكَ بِالِانْعِطَافِ الَّذِي اِقْتَضَاهُ فَضْل اللَّه تَعَالَى , وَعَلَى أَنَّ الْوَاحِد الثِّقَة إِذَا كَانَ فِي مَجْلِس جَمَاعَة ثُمَّ ذَكَرَ عَنْ ذَلِكَ الْمَجْلِس شَيْئًا لَا يُمْكِن غَفْلَتهمْ عَنْهُ وَلَمْ يَذْكُرهُ غَيْره أَنَّ ذَلِكَ لَا يَقْدَح فِي صِدْقه , خِلَافًا لِمَنْ أُعِلَّ بِذَلِكَ ; لِأَنَّ عَلْقَمَة ذَكَرَ أَنَّ عُمَر خَطَبَ بِهِ عَلَى الْمِنْبَر ثُمَّ لَمْ يَصِحّ مِنْ جِهَة أَحَد عَنْهُ غَيْر عَلْقَمَة . وَاسْتُدِلَّ بِمَفْهُومِهِ عَلَى أَنَّ مَا لَيْسَ بِعَمَلٍ لَا تُشْتَرَط النِّيَّة فِيهِ , وَمِنْ أَمْثِلَة ذَلِكَ جَمْع التَّقْدِيم فَإِنَّ الرَّاجِح مِنْ حَيْثُ النَّظَر أَنَّهُ لَا يُشْتَرَط لَهُ نِيَّة , بِخِلَافِ مَا رَجَّحَهُ كَثِير مِنْ الشَّافِعِيَّة وَخَالَفَهُمْ شَيْخنَا شَيْخ الْإِسْلَام وَقَالَ : الْجَمْع لَيْسَ بِعَمَلٍ , وَإِنَّمَا الْعَمَل الصَّلَاة . وَيُقَوِّي ذَلِكَ أَنَّهُ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام جَمَعَ فِي غَزْوَة تَبُوك وَلَمْ يَذْكُر ذَلِكَ لِلْمَأْمُومِينَ الَّذِينَ مَعَهُ , وَلَوْ كَانَ شَرْطًا لَأَعْلَمَهُمْ بِهِ , وَاسْتُدِلَّ بِهِ عَلَى أَنَّ الْعَمَل إِذَا كَانَ مُضَافًا إِلَى سَبَب وَيَجْمَع مُتَعَدِّده جِنْس أَنَّ نِيَّة الْجِنْس تَكْفِي , كَمَنْ أَعْتَقَ عَنْ كَفَّارَة وَلَمْ يُعَيِّن كَوْنهَا عَنْ ظِهَار أَوْ غَيْره ; لِأَنَّ مَعْنَى الْحَدِيث أَنَّ الْأَعْمَال بِنِيَّاتِهَا , وَالْعَمَل هُنَا الْقِيَام بِاَلَّذِي يَخْرَج عَنْ الْكَفَّارَة اللَّازِمَة وَهُوَ غَيْر مُحْوِج إِلَى تَعْيِين سَبَب , وَعَلَى هَذَا لَوْ كَانَتْ عَلَيْهِ كَفَّارَة - وَشَكَّ فِي سَبَبهَا - أَجْزَأَهُ إِخْرَاجهَا بِغَيْرِ تَعْيِين . وَفِيهِ زِيَادَة النَّصّ عَلَى السَّبَب ; لِأَنَّ الْحَدِيث سِيقَ فِي قِصَّة الْمُهَاجِر لِتَزْوِيجِ الْمَرْأَة , فَذِكْر الدُّنْيَا فِي الْقِصَّة زِيَادَة فِي التَّحْذِير وَالتَّنْفِير . وَقَالَ شَيْخنَا شَيْخ الْإِسْلَام : فِيهِ إِطْلَاق الْعَامّ وَإِنْ كَانَ سَبَبه خَاصًّا , فَيُسْتَنْبَط مِنْهُ الْإِشَارَة إِلَى أَنَّ الْعِبْرَة بِعُمُومِ اللَّفْظ لَا بِخُصُوصِ السَّبَب , وَسَيَأْتِي ذِكْر كَثِير مِنْ فَوَائِد هَذَا الْحَدِيث فِي كِتَاب الْإِيمَان حَيْثُ قَالَ الْمُصَنِّف فِي التَّرْجَمَة فَدَخَلَ فِيهِ الْعِبَادَات وَالْأَحْكَام إِنْ شَاءَ اللَّه تَعَالَى , وَبِاَللَّهِ التَّوْفِيق&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari كتب السنة التسعة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah antum apa itu niat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda : innamal `amaalu binniyaati wa innamaa likullim ri in ma nawa, fa man kaanat hijratuhu ila dunyaa yushibuhaa aw ila imroatin yan kihuhaa fahijratuhu ilaa ma hajara ilaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;innaml `amalu binniyaati artinya sesungguhnya setiap amal / perbuatan itu tergantung pada niatnya.Sesungguhnya tempat niat adalah di hati ( qolbun ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-6172910649848317280?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/6172910649848317280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=6172910649848317280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/6172910649848317280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/6172910649848317280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2009/01/hadits-niat.html' title='Hadits Niat صحيح البخاري'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-3215663944477539288</id><published>2008-05-06T05:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T06:01:06.314-07:00</updated><title type='text'>Menyiapkan Wanita Ideal Pra Nikah</title><content type='html'>Menyiapkan Wanita Ideal Pra Nikah &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah berfirman dalam al-Qur'an: "Hai manusia sekalian, bertakwalah kepada tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan  yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS. An-Nisa: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setiap manusia pasti menginginkan keluarganya menjadi keluarga yang baik, hal ini bukan mimpi dari umat Islam saja, melainkan semua orang selain muslimpun telah lama bermimpi untuk membangun atau memiliki keluarga yang bahagia. Tapi sayang, nilai kebahagiaan yang hakiki itu hanya dimiliki oleh manusia yang mengamalkan syari'at Islam melalui jasad dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju nilai kebahagian yang hakiki (di dunia dan akhirat), hendaknya bagi wanita dan pria yang ingin melangsungkan pernikahan haruslah mempersiapkan diri mereka masing-masing dengan ilmu dan perubahan. Sehingga mereka tidak salah mengambil langkah untuk berjalan menelusuri kehidupan baru yang ada di depan mata.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    Pernikahan adalah proses menyatukan dua individu yang masih asing dalam kehidupan mereka, maka bila pernikahan ini tidak disertai dengan ilmu dan rasa kasih sayang yang dibangun atas pondasi Islam, tak heran bila keluarga ini nantinya akan menghalami broken home seperti yang telah terjadi belakangan ini. Untuk itu, hendaknya para pemuda dan pemudi yang ingin membangun komunitas baru dalam masyarakat haruslah melaksanakannya dengan metode yang telah disyari'atkan Islam semenjak awal pernikahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Khitbah dan pernak-perniknya&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam bukunya Al-Majmû' Syarhul Muhadzzab menyatakan bahwa khitbah itu merupakan ungkapan hasrat untuk menikahi seorang wanita tertentu.&lt;br /&gt;Apabila wanita tersebut dan keluarganya menyetujuinya, maka khitbah lelaki tersebut dianggap sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitbah merupakan suatu hal yang disyariatkan oleh Islam, karena khitbah ini memiliki hikmah yang sangat berarti untuk kelangsungan bahtera rumah tangga yang bahagia. Sebagaimana kita ketahui bahwa khitbah adalah salah satu mukaddimah sebelum penyelenggaraan nikah, maka khitbah tersebut berfungsi sebagai sarana bagi calon kedua mempelai untuk mengetahui karakter kepribadian masing-masing. Sehingga nantinya tidak timbul rasa penyesalan yang dapat meruntuhkan bangunan keluarga yang kokoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitbah ini dapat dicapai dengan dua cara yang masyhur dalam Islam, yaitu dengan cara sharâhah (berterus terang) dan bitta'rîdh (bahasa kiasan). Cara khitbah yang pertama bisa berupa ungkapan,"saya ingin menjadikanmu sebagai istriku".  Contoh cara yang kedua yaitu, "saya sekarang sedang mencari pendamping hidup seperti dirimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan khitbah yang terdahului sebelumnya dengan khitbah orang lain? Dalam hal ini Islam sangat bijaksana dalam keputusannya. Apabilah khâtib yang kedua telah mengetahui bahwa wanita tersebut telah dikhitbah dan mendapat persetujuannya, maka hukum khitbah yang kedua adalah haram. Namun apabila khâtib yang kedua belum mengetahuinya atau khitbah yang pertama mengalami pembatalan, maka hukumnya makruh menurut mazhab Hanafi dan boleh bagi kebanyakan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, Rasulullah Saw. bersabda:&lt;br /&gt;لا يبع أحدكم علي بيع أخيه ولا يخطب علي خطبة أخيه الا أن يأذن له (رواه أحمد و مسلم)&lt;br /&gt;    Artinya:"Janganlah kamu menjual atas jualan saudaranya, dan janganlah kamu meminang atas pinangan saudaranya, kecuali ia memang mengijinkannya". (HR. Ahmad dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa bentuk larangannya adalah pengharaman. Dan hikmah yang terkandung di dalamnya antara lain dapat menjauhkan diri dari kemungkinan pertikaian antara sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita idaman muslim sejati&lt;br /&gt;Sebagaimana tujuan nikah itu sendiri sangat suci dan mulia, hendaknya ketika mengkhitbah seorang wanita atau calon pendamping yang akan menemani kita dalam menghadapi pahit manis kehidupan melalui seleksi yang baik. Memang banyak sekali standar tipologi wanita idaman seorang pria, tapi sebaiknya perkara tersebut benar-benar mewakili dari karakter pilihan seorang muslim sejati. Rasulullah Saw pernah bersabda:&lt;br /&gt;تنكح المرأة لأربع : لمالها و لحسبها و لجمالها و لدينها فاظفر بذات الدين تربت يداك (متفق عليه)&lt;br /&gt;Artinya : "Wanita itu dinikahi atas empat perkara : Sebab hartanya, garis keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah yang teguh agamanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Saw bersabda : "Janganlah kamu menikahi wanita dikarenakan kecantikannya, karena ia bisa saja pudar. Dan janganlah dikarenakan hartanya, karena ia bisa saja lenyap. Maka nikahilah mereka dikarenakan agamanya,  walaupun ia hitam legam jika berpegang teguh pada agama itu yang lebih utama." (HR. Ibnu Majah, Bazar dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah Saw ditanya perihal ciri-ciri wanita terbaik untuk dinikahi. Beliau menjawab, apabila dipandang ia sangat menyenangkan, apabila diperintah ia selalu menaatinya, dan tidak pernah berbuat sesuatu yang dibenci pada diri dan hartanya. Dari sini semua dapat kita simpulkan bahwa Rasulullah Saw sangat memperhatikan sekali maslahat umat dan nilai etika moral yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab apabila seorang muslim salah melangkah dan memilih pasangan hidupnya, maka ancaman terberat yang akan hadir adalah tendesi dan dekadensi moral masyarakat sekitarnya. Masyarakat akan terbiasa mendengar pertengkaran dua pasang sejoli yang terikat dengan akad yang sah, mereka juga terpaksa harus menerima kehadiran satu elemen masyarakat baru yang tidak amanah bagi diri, keluarga apalagi masyarakat tempat ia tinggal. Ditambah lagi bahwa ia akan melahirkan anak-anak yang tidak bisa menjamin ketentraman dan kenyamanan yang selama ini sudah terbina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama Hambali, Sayfi'i dan lainnya meletakkan beberapa alasan mengapa wanita itu pantas untuk dipinang ;&lt;br /&gt;Berpegang teguh pada agamanya&lt;br /&gt;Memiliki nasab yang banyak&lt;br /&gt;Masih memiliki dara perawan&lt;br /&gt;Berasal dari keluarga yang beragama baik dan qana'ah&lt;br /&gt;Berasal dari keturunan yang baik-baik dan memiliki karakter asli yang baik pula.&lt;br /&gt;Memiliki paras wajah yang cantik. Karena ia dapat menentramkan diri suaminya, menundukkan pandangannya, melengkapi kebahagiaannya.&lt;br /&gt;Sebaiknya tidak memiliki hubungan keluarga yang dekat&lt;br /&gt;Menikahi seorang wanita saja jika sudah dapat membahagiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitbah yang halal&lt;br /&gt;    Sebagaimana khitbah berperan sebagai kunci pintu pernikahan, maka apabila hukum menikahi wanita tersebut haram, maka secara otomatis hukum khitbahnyapun berubah menjadi haram. Begitu juga sebaliknya, jika menikahi wanita tersebut halal hukumnya, maka sudut pandang syari'at untuk mengkhitbahnyapun menjadi halal pula. Untuk kehalalan mengkhitbah seorang wanita terdapat dua syarat :&lt;br /&gt;Pertama, asal hukum menikahinya tidaklah haram.&lt;br /&gt;Kedua, Tidak ada khitbah sebelumnya dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang sang pinangan&lt;br /&gt;Walaupun sang pinangan bakal menjadi istri, tapi syari'at masih memberi batasan-batasan dalam hal melihatnya, karena pinangan bukanlah rekomendasi untuk memberikan keringanan bagi mereka dalam berbuat dari yang sewajarnya. Seperti pemahaman yang menyimpang di tengah-tengah masyarakat kita sekarang,&lt;br /&gt;mereka menganggap bahwa pinangan bisa dijadikan alasan untuk berjalan berduaan tanpa muhrim, saling berjabat tangan dan menggenggamnya, bahkan perilaku yang seharusnya tidak boleh terjadi sebelum ijabqabul nikah sudah terjadi sebelumnya. Supaya tidak menyesal kemudian katanya, makanya perkenalan itu harus lebih serius. Lucu memang, syari'at dipermainkan karena hawa nafsu yang sesaat. Apakah perkenalan serius itu haruslah diwujudkan dengan membantah syari'at? Atau apakah perkenalan itu baru dianggap serius bila calon istri sudah mengandung sebelum nikah? Seperti yang telah terjadi beberapa tahun ini, ini namanya menuai duluan sebelum masa panennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, seorang pria itu hanya diperbolehkan untuk melihat wanita yang bukan muhrimnya hanya sebatas wajah dan dua telapak tangannya. Karena penglihatan merupakan sumber fitnah yang paling utama. Dari banyaknya kecenderungan berbuat maksiat itu berawal dari penglihatan semata, serta ia dapat membangunkan syahwat yang sedang tidur. Maka wajar bila ada sya'ir yang berkata :&lt;br /&gt;”Ada lintah jatuh ke kali, dari mata jatuh ke hati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Al-Qur'an sendiri memberikan pernyataan tegas mengenai penglihatan ini :&lt;br /&gt;قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم  و يحفظوا فروجهم ذالك أزكي لهم ...(النور : 24-30)&lt;br /&gt;Artinya : "Katakanlah bagi orang-orang mukmin untuk menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya,itulah yang lebih suci bagi mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu hadits Rasulullah Saw bersabda dengan Imam Ali bin Abi Thalib, "Wahai Ali, janganlah kamu mengikuti penglihatan demi penglihatan, karena sesengguhnya yang pertama itu bagimu, dan yang terakhir bukanlah bagimu. (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi hadits yang berkenaan tentang anjuran bagi seorang muslim untuk selalu untuk menjinakkan pandangannya yang tidak mungkin ditulis semua dalam tulisan singkat ini, tapi esensinya sangat urgen dalam menjaga hati dan ketaatan pada Allah 'Aza Wajalla. Namun ini bukanlah harga mati, artinya Islam masih memberikan lisence untuk memandang wanita yang bukan muhrimnya bila ada sesuatu hajat yang ingin ditunaikan, seperti dalam kasus jual beli, penyewaan, menuntut ilmu, berobat dan peminangan (khitbah). Oleh sebab itu syari'at membenarkan dua jalan untuk mengetahui karakter calon wanita idaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan pendelegasian wanita yang dipercaya untuk melihat dan meneliti karakternya. Hal ini pernah dilakukan Rasul ketika masa khitbah, saat itu Rasulullah mendelegasikannya kepada Ummu Sulaim untuk melihat otot tumit belakang seorang wanita serta mencium aroma salah satu anggota tubuh wanita, atau gigi yang tampak di permukaan mulut. Adapun maksud untuk melihat otot tumit belakang adalah untuk meneliti kerajinan dan kecantikan sepasang kakinya, sedangkan mencium aromanya untuk mengetahui kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak untuk mendelegasian ini berlaku juga bagi wanita yang dikhitbah, wanita tersebut boleh mengutus seorang pria untuk menilai karakter dan jati diri orang yang meminangnya. Sehingga usaha ini dapat menarik hatinya untuk menerima kehadiran calon suaminya pada jenjang pernikahan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Melihat langsung sang pinangan. Dengan melihat langsung kedua calon mempelai dapat mengetahui kepribadian masing-masing. Seperti dengan melihat wajahnya dapat menggambarkan kecantikan, melihat telapak tangan dapat menggambarkan kesuburan serta melihat tinggi badan dapat mengetahui tinggi pendek tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hadits yang merupakan labelisasi halal untuk melihat sang pinangan, diantaranya :&lt;br /&gt;روي جابر عن رسول الله  صلي الله عليه و سلم  قال : (( اذا خطب أحدكم المرأة, فان استطاع أن ينظر منها الي ما يدعوه الي نكاحها, فليفعل  ))               &lt;br /&gt;Artinya : Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah Saw. berkata, "Jika salah seorang kamu hendak meminang wanita, maka selagi ia bisa melihatnya (pinangan untuk menarik hatinya dalam menikahinya, maka lakukanlah"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun objek penglihatan merupakan simbolisasi realitas, tapi perlu kiranya  dilakukan untuk berhati-hati dahulu sebelum melangkah pada jenjang setelahnya. Tidak ada gunanya lagi penyesalan setelah semuanya berlalu. Selektifitas ini dibutuhkan untuk membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, apalagi tujuan mulianya untuk mebangun komunitas kecil yang taat pada Allah dengan melahirkan anak-anak yang shaleh dengan bersama-sama mengembangkan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kelak keluarga yang diimpikan untuk menjadi surga kecil kehidupan malah menjelma menjadi neraka kecil yang penuh dengan hasad, pertengkaran, gunjingan, kemunafikan dan lainnya, maka komunitas kecil ini dapat menggeser tatanan masyarakat yang selama ini berjalan normal. Dan pada gilirannya statusnya berubah menjadi parasit masyarakat, bak benalu yang menumpang di pohon mangga dan sangat merugikan yang ditumpanginya. Berarti benar apa yang dislogankan oleh para dokter : The preventive is better than medicine (mencegah itu lebih baik daripada mengobati). Maksudnya, selagi masih bisa menjalankan langkah preventif kenapa harus menantang resiko yang bakal datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berpendapat bahwa yang dibolehkan untuk dilihat adalah sebatas wajah dan kedua telapak tangannya. Karena wajah merupakan simbol kecantikan atau sebaliknya, sedangkan telapak tangan adalah simbol kesuburan wanita. Imam Abu Hanifah membolehkan untuk melihat telapak kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meminang wanita diharapkan bagi seorang pria untuk tetap konsisten dan konsekwen, sehingga ia tidak dengan mudahnya untuk memutus ikatan khitbah yang sudah terjalin dengan wanita tersebut. Walaupun khitbah bukanlah akad nikah, tapi ia adalah seutas janji untuk mengarah pada itu. Maka bila ada keinginan untuk memutusnya haruslah ditempuh dengan alasan yang logis, agar silaturahmi antar keluarga tetap langgeng dan menjaga marwah si wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila khitbah tidak bisa dipertahankan lagi dan harus dihentikan (diputus), jika si pria sudah memberikan mahar kepadanya dalam masa khitbah, ia berhak untuk dikembalikan kembali padanya walaupun keadaannya sudah rusak atau cacat. Lantas bagaimana jika ia memberikan sesuatu kepada wanita itu dalam bentuk hadiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, Seperti mazhab Hanafi berpendapat bahwa hadiah tersebut termasuk dari jenis hibah yang tak harus dikembalikan bagi si wanita bila benda tersebut dinyatakan rusak atau cacat, sedangkan mazhab Maliki  berpendapat jika usulan putus tersebut berasal dari pria maka tidak harus dikembalikan, dan mazhab Hambali berpendapat bahwa hadiah tersebut berhak untuk dimiliki kembali oleh si pria, sedangkan mazhab Syafi'i berpendapat bahwa hadiah tersebut boleh dimilikinya kembali, karena bila hadiah yang dimaksud atas dasar pernikahan maka boleh dikembalikan jika masih utuh atau menggantinya jika rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat yang diatas, sepertinya penulis lebih setuju dengan pernyataan bahwa tidak harus dikembalikannya hadiah tersebut, sebab hadiah yang sudah diberikan kepada orang lain itu tidak wajar bila diminta kembali, dan hadiah merupakan alat silaturahmi yang melekatkan rasa ukhuwah sesama muslim, sehingga walaupun jalinan khitbah sudah terputus namun silaturahmi tetap terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah&lt;br /&gt;Secara etimologi jawâz (nikah) berarti: menghimpun atau mengumpulkan. Sedangkan menurut terminologi ia berarti: sebuah akad yang menghalalkan untuk melakukan hubungan intim dengan wanita, baik itu berupa ciuman, hubungan suami isteri dan sebagainya, dan wanita tersebut bukanlah termasuk dari muhrimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Nikah termasuk dari bagian agama yang tak dapat dipisahkan dari diri seorang muslim yang mengaku pengikut Rasulullah Saw. Literatur Islam banyak yang berisi anjuran bagi seorang muslim untuk melangsungkan pernikahan bila sudah sanggup untuk itu, karena nikah bisa menjadikan manusia itu lebih terhormat dan terhindar dari maksiat, juga ia berperan sebagai mesin umat yang meproduksi aset umat  yang unggul dalam kwalitas dan kuantitas. Maka wajar bila dikatakan bahwa nikah termasuk ibadah yang menggenapkan separuh agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebarapa dalil yang mensyari'atkan pernikahan adalah&lt;br /&gt;(( فا نكحوا ما طا ب لكم من النساء مثني و ثلاث و رباع )) &lt; النساء 3&lt;br /&gt;Artinya: "Maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi dua orang tiga, dan empat ...) (Q.S. An-Nisa 3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(( يا معشر الشباب, من استطاع منكم الباءة فلبتجوز, فانه أغض للبصر و أحصن للفرج, و من لم يستطع فعليه با الصيام, فانه له وجاء))&lt;br /&gt;Artinya: "Wahai para pemuda sekalian, bagi siapa diantara kamu yang sanggup untuk ba'ah (menikah) maka segerakanlah, karena sesungguhnya ia menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum sanggup maka baginya untuk berpuasa...) (H.R. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, para ulama muslim sepakat bahwa nikah adalah suatu syari'at yang dibebankan bagi seluruh umat Islam, oleh karenanya Islam menjadikannya sebagai ibadah bagi yang melaksanakannya, sampai-sampai semua buku fikih yang memuat hukum Islam selalu meletakkan bab nikah ini dalam satu bab khusus selain bab thaharah (bersuci), Ibadah, Mu'amalah (hubungan antara manusia) dan jinayat (kriminalitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah pernikahan  &lt;br /&gt;     Karena posisi nikah ini sangat mulia dalam Islam, tentu wajar pula ia jua menyimpan sejuta rahasia dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Nikah merupakan sarana untuk menjauhkan manusia baik lelaki ataupun wanita untuk terjerumus pada kubangan maksiat. Nikah ini juga berfungsi nntuk melanjutkan estafet kehidupan manusia, sehingga mereka bisa meninggalkan generasinya melalui reproduksi atau melahirkan keturunan, sehingga keturunan mereka bisa bertahan dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, nikah ini juga mengandung hikmah yang menyiratkan maslahat yang jauh lebih mulia. Yaitu bila keluarga yang dibangun kelak menjadi keluarga sakinah dan shalihah, maka keluarga tersebut dapat dijadikan pelengkap masyarakat yang madani, bahkan ia bisa menjadi keluarga teladan yang berstatus qudwah bagi seluruh tetangganya bahkan masyarakat sekitarnya. Nikah ini juga merupakan "lem perekat" silaturahmi antar sesama muslim, atau keluarga. Dan ia juga adalah nilai stimulus dalam menolong sesama muslim, karena nikah telah membantu untuk menumbuhkan sikap tolong-menolong antara dua sejoli dalam mengemban beban hidup dan sejuta teka-teki hidup yang kompleks melalui bibit  kasih sayang dan curahan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Nikah         &lt;br /&gt;     Dalam tulisan singkat ini, penulis ingin merincikan secara singkat hukum nikah melalui optik kondisi dan situasi.&lt;br /&gt;Wajib. Dalam hal ini hukumnya menjadi wajib, sebab jika ia tidak disegerakan dikhawatirkan dapat menjerumuskan pada perzinahan, bahkan orang tersebut tidak mampu untuk menghindarkan dirinya dari maksiat walaupun sudah berpuasa atau ibadah lainnya. Karena seluruh umat Islam  wajib untuk menjaga dirinya dari ancaman maksiat yang sewaktu-waktu dapat hadir. Perkara ini didukung oleh kaedah ushul fikih "mâlâ yatimmu bihil wâjibu fahual wâjib" (segala suatu kewajiban yang tak dapat terlaksana tanpanya maka hukumnya adalah wajib), hal ini berlaku jika orang tersebut sudah sanggup untuk memberikan nafkah lahiriyah dan bathiniyah kepada istrinya nanti.&lt;br /&gt;Haram. Nikah ini menjadi haram hukumnya jika dipastikan ia dapat membahayakan posisi sang isteri atau menzhaliminya, serta tidak dapat berbuat adil jika nikahnya dalam bentuk poligami. Karena ada kaedah ushul fikih "Apabila sudah berkumpul suatu hal yang haram dan halal, maka yang haram dimenangkan atas yang halal", perkara ini berlaku sebab segala bentuk kezhaliman hukumnya haram dalam agama Islam.  Maka bila keadaan ini terjadi pada diri seorang muslim hendaknya ia tetap bersabar dan memohon perlindungan dan permohonan kepada Allah Swt. Dalam al-Qur'an Allah Swt berfirman, "Dan orang-orang yang tak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunianya." (QS. An-Nur : 33)&lt;br /&gt;Makruh. Nikah menjadi makruh hukumnya jika orang tersebut dikhawatirkan akan terjerat dalam kesulitan rumah tangga kalau ia menikah, tapi kekhawatiran di sini belum sampai pada level keyakinan. Kesulitan itu bisa berupa dalam menafkahi keluarga, hubungan yang tak harmonis dan kesulitan dalam hubungan suami istri. Mazhab Hanafi berpendapat perkara ini termasuk dari tahrimiyah tanzîhiyah jika ditilik dari kadar kekhawatiran. Sedangkan mazhab Syafi'i menjadikannya makruh seandainya penyakitnya itu bakal dialaminya selamanya, dan mereka juga berpendapat senada ketika menyikapi nikah yang dilalui melalui hasil pinangan yang terdahului dengan pinangan orang lain yang sudah mendapat jawaban, juga nikah yang mengandung syarat di luar maknanya ketika dalam akad, serta nikah yang masih samar-samar, yaitu menikahi wanita yang belum jelas agamnya atau yang lainnya.&lt;br /&gt;Sunnah. Para ulama fikih selain mazhab Syafi'i berpendapat bahwa nikah itu dianggap sunnah jika walaupun orang tersebut belum menikah tapi tidak dikhawatirkan ia akan terjerumus pada perzinahan yang nista,  dan tidak dikhawatirkan juga akan menzhalimi istrinya. Kondisi ini kebanyakan dialami oleh manusia normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Nikah&lt;br /&gt;Menurut mazhab Hanafi bahwa rukun nikah itu berupa Ijabkabul saja. sedangkan jumhur ulama berpendapat bahwa rukunnya ada empat (Ijabkabul, mempelai wanita, mempelai pria dan seorang wali). Namun sebahagian ulama meletakkan rukunnya menjadi lima (dua mempelai wanita dan pria, ijabkabul, wali, saksi dan mahar). Perbedaan ini terjadi sebab beberapa ulama lainnya menjadikan mahar, saksi dan izin wali termasuk dari syarat nikah bukannya rukun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melafazkan shighah nikah haruskah berbahasa Arab? Para ulama sepakat bahwa bagi orang muslim yang tidak bisa sama sekali berbahasa Arab dibolehkan untuk melafazkannya dalam bahasa yang ia pahami. Namun bila ia sanggup untuk mengungkapkannya dalam bahasa Arab maka ia harus mengenakannya menurut mazhab Hanbali, sedangkan mazhab Syafi'i berpendapat ia tetap boleh untuk menggunakan bahasa lain yang dipahaminya. Karena inti lafaz tersebut terletak pada maknanya bukan bentuk bahasa yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan shigah yang diungkapkan dengan isyarat (tulisan)? Para ulama sepakat bahwa nikah tersebut tetap sah jika ia memang tidak bisa untuk mengungkapkannya dengan lafaz yang jelas, tapi bila ia sanggup untuk itu maka ia diharuskan untuk melafazkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin Wanita&lt;br /&gt;Sebagaimana disinggung di atas bahwa pernikahan merupakan akad yang didasari atas adanya keridhoan belah pihak. Tapi bagaimana jika mempelai wanitanya tidak setuju jika pria yang ingin menikahinya bakal menjadi pendampingnya seumur hidup? Para ulama menyerukan agar wali wanita tersebut membatalkan pernikahannya dan mencari pria lain yang lebih dikehendakinya menjadi suami. Hal ini berlaku pada setiap wanita baik janda maupun perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas Ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi, “seorang janda itu lebih berhak atas dirinya dari walinya, dan wanita perawan itu diminta izin darinya, dan diamnya merupakan izinnya.” (HR. jama’ah selain Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Imam Syaukani  dalam bukunya Nailul Authar menyatakan bahwa nikah yang tidak didasari oleh keridhoan  mempelai wanita maka hukumnya tidak sah. Pendapat ini juga diperkuat oleh pendapat Auzha’I, Tsauri, Atarah, mazhab Hanafi, dan seperti yang diceritakan Tirmidzi dari beberapa ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik, Syafi’I, Laits, Ibnu Laily, Ahmad dan Ishak memiliki pendapat yang berbeda, mereka menyatakan bahwa seorang ayah boleh menikahi putrinya walaupun tanpa seizin dirinya, mereka mengacu pada hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Nasai, “wanita perawan itu di bawah pengawasan bapaknya”. Imam Ibnu Qayyim dalam memandang hadits tersebut tetap menganggap bahwa wanita perawan sekalipun tidak boleh dipaksa untuk menikah, karena Islam sangat memperhatikan maslahat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika wanita tersebut belum sampai pada taraf baligh, maka diperbolehkan bagi bapaknya atau kakeknya untuk menikahkannya pada orang lain. Sama halnya ketika Abu Bakar menikahkan puterinya Aisyah pada Nabi Muhammad Saw ketika berumur enam tahun.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walimatul ‘Urs&lt;br /&gt;        Dalam agama Islam disunnahkan untuk menyiarkan resepsi pernikahan yang akan dilangsungkan agar orang lain mengetahui peristiwa sejarah tersebut, dan pernikahan tersebut tidak menjadi resepsi rahasia yang akan menimbulkan fitnah di kemudian hari. Di samping itu, penyiaran akad nikah merupakan simbol kebahagian yang layak untuk diketahui oleh para kerabat dan masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “syiarkanlah pernikahan ini dan rayakanlah dengan disertai rebana di dalam mesjid.” Hadis riwayat Ahmad, dan dihasankan oleh Tirmidzi. Dari sini, seyogyanyalah bagi umat Islam untuk merayakan akad nikah tersebut dengan semampunya yang tidak bercampur dengan suatu yang haram. Seperti, hiburan yang mengundang maksiat dan pembaziran makanan yang keterlaluan. Dan hendaklah ketika perayaan akad tersebut tetap dijaga adat-adat Islami yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahi Wanita Ahli Kitab&lt;br /&gt;        Menikah antar agama belakangan ini menjadi trend dan lumrah dalam tubuh masyarakat, lantas bagaimanakah Islam menyikapi hal ini? Sebelum kita berbicara lebih lanjut mari kita bedakan wanita ahlu kitab dengan wanita musyrik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wanita musyrik adalah wanita yang tidak memiliki agama yang mewajibkan baginya untuk memegang prinsip menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran, agamanya merupakan sandaran dari bisikan syaithan yang penuh dengan kemunafikan dan kesesatan (bukan agama samawi). Sedangkan wanita ahli kitab adalah wanita yang masih beriman kepada Allah, Nabi-Nabi, serta agama yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tapi, perbedaan yang paling kompleks adalah mereka tidak mengimani kenabian Muhammad Saw. dikarenakan ketidaktahuan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada dasarnya menikahi ahli kitab itu halal hukumnya bagi umat Islam, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur`an surat Al-Maidah, “pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-kitab halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka (dihalalkan wanita-wanita yang menjaga kehormatan) diantara wanita-waniota yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi al-kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Walaupun demikian, para ulama masih berbeda pendapat mengenai keabsahan menikahi ahli kitab zaman sekarang. Seperti Ibnu Umar ketika ditanya tentang hukum menikahi wanita nasrani atau yahudi, ia menyatakan hukumnya adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pernyataan ini dibantah oleh Imam Qurtubi dengan mengatakan bahwa pernyataan di atas telah keluar dari pernyataan mayoritas ulama. Karena para sahabat dan tabiin dulu masih memegang prinsip penghalalan dalam optik masalah ini. Hingga khalifah Utsman sendiri pernah menikahi wanita nashrani yang bernama Naillah binti furafashah yang akhirnya masuk Islam di tangan beliau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Walaupun hukumnya halal, namun mereka menganggap perkara ini termasuk dari hukumnya makruh. Sebab, tidak bisa dipastikan satu hari nanti akan timbul fitnah baru bagi agama Islam, bahkan sebagian ulama mengharamkan untuk menikahi harbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ibnu Abbas sepakat dengan pengharaman tersebut sambil membacakan surat at-Taubah ayat 29 ketika ditanya posisinya dalam menanggapi hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahi Pria non muslim&lt;br /&gt;Konsensus ulama menyatakan bahwa wanita muslim haram hukumnya untuk menikah kepada pria non muslim. Allah berfirman mengenai hal ini dalam surat al-Mumtahanah ayat 10, “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka pada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orangh-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah Swt menyerukan pada kaum muslimin untuk melacak sebab-musabab hijrahnya beberapa wanita Mekah ke Madinah, sekiranya mereka hijrah disebabkan mencari keridhoan Allah dan cintanya pada Allah dan Rasulnya Muhammad Saw serta menjaga diri mereka dari fitnah yang keji, maka tidak patutlah bagi mereka untuk kembali pada suaminya yang masih belum masuk Islam. Ayat yang kita singgung di atas merupakan dasar hukum pengharaman menikahi pria non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari sikap Islam tersebut adalah penjagaan Islam seputar maslahat agama dan keturunan wanita muslim tersebut. walaupun pria tersebut sudah terkenal sebagai sosok yang bertanggungjawab namun belum bisa dijadikan landasan utama, sebab sejak semula ia belum pernah menghargai agama si wanita serta hukum-hukumnya. Dan pria merupakan pemimpin bagi keluarganya termasuk istrinya, maka bagaimana sang istri hendak bertanya tentang hukum Islam sedangkan suaminya tidak faham sama sekali mengenai hal itu. Dan dalam pendidikan anak sang wanita akan lebih kesulitan untuk mengarahkan mereka pada agama dan akhlak Islami  yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pernikahan adalah ikatan suci dua insan yang dirajut dengan perjanjian yang sangat agung (mitsâqan ghalîzan). Seyogianyalah bagi setiap Muslim untuk mempersiapkan dirinya sebelum melangkah dari garis ‘start’ kehidupan baru yang akan dilaluinya bersama sang istri tercinta. Lika-liku perjalanan yang bakal dilalui belum bisa ditebak sampai kapan akan berakhir, tapi yang pasti ia harus dilalui juga walaupun sampai peringkat kesuksesan ke berapa kelak. Merupakan istri yang sangat diidamkan setiap pria jika ia mampu untuk mengurangi  atau membantu pendampingnya dalam mengemban amanah kehidupan bersama-sama, bukannya malah menambah problem baru yang butuh penyelesaian segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreteria Islam adalah kreteria yang paling sesuai bagi calon seorang suami dalam mencari pasangan hidupnya, maka hendaknya sejak dini wanita muslim sudah membenahi dirinya untuk menjadi wanita dan istri shalehah yang melahirkan para mujahid-mujahid muda Islam, serta menumbuhkan kedamaian bagi siapa saja yang melihatnya, menentramkan hati suaminya, menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan agamanya,  menjadi panutan para tetangganya dan menjadi perhiasan dunia yang sangat indah. Seakan-akan dunia ini kurang sempurna keindahannya tanpa dirinya yang mulia. Dialah wanita idaman yang dicari-cari setiap orang sampai saat ini. Siapakah dia kini? Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-3215663944477539288?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/3215663944477539288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=3215663944477539288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/3215663944477539288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/3215663944477539288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2008/05/menyiapkan-wanita-ideal-pra-nikah.html' title='Menyiapkan Wanita Ideal Pra Nikah'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-3245357804471055164</id><published>2008-01-16T03:24:00.001-08:00</published><updated>2008-01-16T04:04:53.052-08:00</updated><title type='text'>Bermuamalah Dengan Kalamullah</title><content type='html'>Shirathal Mustaqim – Vol. 5, No. 10 Al-Quran merupakan kitab yang diwahyukan kepada Rasul terakhir, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia adalah kitab yang dijaga kemurniannya oleh Allah sendiri. Ia adalah pedoman bagi siapa saja yang menginginkan keselamatan. Ahlus sunnah wal jama’ah adalah kelompok yang paling dekat dengan Al-Quran. Mereka adalah yang paling berusaha menepati dan menetapi apa yang ada di dalamnya. Apakah kita juga telah bersikap terhadap Al-Quran sebagaimana pendahulu-pendahulu kita yang shalih dari kalangan ahlus sunnah? Hari ini, kita menemukan sikap-sikap  yang tak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh para pendahulu kita. Apa sajakah itu? Sekadar Hiasan Al-Quran bisa jadi merupakan barang yang biasa dijadikan mahar pernikahan selain seperangkat alat shalat. Selain ‘fungsi’-nya sebagai mahar pernikahan, Al-Quran juga sering dijadikan hiasan pajangan di ruang tamu atau ruang keluarga. Yang sering terjadi kemudian adalah mahar hanyalah mahar dan hiasan hanyalah hiasan. Sentuhan sewaktu menyimpan di almari menjadi sentuhan yang terakhir. Berbeda dengan yang dilakukan para salaf. Mereka tidak memajang Al-Quran sebagai hiasan; mereka membacanya, menghafalnya, mentadabburinya, mempelajarinya, dan mengamalkannya. Yang disyariatkan sebagai hak bagi orang Islam adalah selalu menjaga untuk membaca Al-Quran dan melakukannya sesuai kemampuan sebagai pelaksanaan atas firman Allah ta'ala. “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran).” (Al-Ankabut: 45) “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Quran).” (Al-Kahfi: 27) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya dia datang memberi syafa’at bagi pembacanya di hari kiamat.” (Riwayat Muslim) Masalah membaca dan menghafal Al-Quran, para salaf sangat hebat dalam hal ini. Zaman ulama  salaf dahulu, anak kecil hafal Al-Quran adalah suatu hal yang biasa. Gelar Al-Hafizh dulu tidak diberikan kepada orang yang hafal Al-Quran karena hafal Al-Quran sudah biasa; gelar ini diberikan kepada orang-orang yang hafal ribuan hadits. Sekadar Bacaan Beberapa kaum muslim sudah ada yang sampai ke tingkat membaca Al-Quran secara rutin. Namun bacaan mereka hanyalah sekadar bacaan;  yang tidak ditadabburi dan tidak dipelajari. Allah berfirman tentang perintah mengambil pelajaran dari Al-Quran ini, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami (Allah) turunkan kepadamu, yang di dalamnya penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapatkan pelajaran bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya.” (Shad: 19) Bacaan yang ditadabburi dan ditafahhumi (dipahami maknanya) tentu lebih baik daripada bacaan yang berlalu begitu saja. Beginilah cerita Hudzaifah radhiallahu 'anhu saat shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “…Apabila bacaan beliau melewati ayat yang berkaitan dengan pujian, maka beliau pun bertasbih, dan apabila bacaan beliau melewati ayat permohonan, maka beliau pun memohon. Lalu apabila bacaan beliau melewati ayat yang berkaitan dengan perlindungan, maka beliau pun memohon perlindungan.” (Riwayat Muslim dan An-Nasa’i) Mentadabburi dan mempelajari Al-Quran selayaknya dilanjutkan dengan mengamalkannya. Sia-sialah jika ilmu tidak diamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan kelak juga harus dipertanggungjawabkan. Benarlah, Al-Quran adalah hujah bagi kita atau hujah atas diri kita. Sebagai Sandaran Hukum Iman terhadap Al-Quran merupakan unsur iman kepada kitab-kitab Allah. Iman terhadap Al-Quran juga harus memasukkan unsur mengimani Al-Quran sebagai salah satu sumber hukum. Ini berarti setiap muslim harus mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dalam Al-Quran dan harus menghalalkan apa yang telah dihalalkan Allah dalam Al-Quran. Hal ini juga termasuk unsur beriman bahwa hanya syariat Allah-lah yang layak untuk diterapkan di muka bumi. Hukum selain hukum Allah adalah tidak layak untuk diterapkan kepada manusia. Setiap muslim wajib meyakini hanya syariat Allah-lah yang harus dan layak diterapkan untuk manusia di bumi ini. “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50) Sebagian kaum muslim memang membaca Al-Quran, mentadabburinya, mempelajarinya, namun mereka menganggap kitab Allah ini hanya sebagai bacaan dan pelajaran bagi umat Islam semata. Sebagian ada yang tidak tahu, ada yang tidak mau tahu, dan ada yang menolak bahwa kitab Allah ini juga harus menjadi sumber hukum umat manusia, di samping sumber hukum Islam lainnya. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (Al-Maidah: 49) Dengan demikian, kita harus menerapkan hukum-hukum Al-Quran yang bisa diterapkan dengan situasi dan kondisi saat ini, sedangkan hukum-hukum yang hanya bisa tegak dengan syarat dan kondisi tertentu, harus  ditegakkan jika syarat dan kondisi tertentu itu telah tercapai. Sebagai Obat Penyembuh Ada kaum muslim yang sudah membaca, mentadabburi, dan mempelajari Al-Quran, namun mereka tidak menggunakan bacaan Al-Quran sebagai pengobatan. Padahal Al-Quran adalah penyembuh, penawar, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Al-Quran adalah penyembuh baik bagi penyakit ruhani maupun jasmani. Allah befirman, yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Al-Isra’: 82) “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57) Dalam Al-Quran, Allah telah menyebutkan berbagai penyakit hati, beberapa sebabnya, sekaligus cara menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut. Adapun mengenai penyakit badan, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengobati orang yang tersengat kalajengking dengan bacaan surah Al-Fatihah. Namun ada juga yang melakukan penyimpangan dalam hal pengobatan dengan Al-Quran ini. Di antara mereka ada yang menulis ayat Al-Quran dan menggunakannya sebagai jimat yang dikalungkan atau dipasang. Hal ini tidak diperbolehkan karena sama saja dengan menggunakan tamimah yang dilarang. Malahan saat ini ada yang terang-terangan mempromosikan pengobatan dengan Al-Quran dengan cara yang tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lewat media cetak. Metode mereka mengatakan bahwa setiap orang mempunyai juz-juz Al-Quran bersesuaian dengan diri orang tersebut. Untuk pengobatan, hendaknya seseorang membaca juz yang bersesuaian dengannya. Anehnya, saat membaca juz tersebut malah dianjurkan untuk tidak membaca ta’awudz dan basmalah. Na’udzubillah…. Tafsir yang Benar Banyak terjadi juga para da’i, khatib, atau penceramah berani menafsirkan ayat Al-Quran sesuai pengetahuan dan pemahaman mereka. Apakah ada yang menjamin tafsiran mereka benar? Dengan bekal apakah mereka berani menafsirkan firman Allah? Menafsirkan kalam Allah dengan sekadar menebak-nebak sesuai akal kita adalah tidak diperbolehkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengancam orang yang berbuat demikian dengan neraka, “Barangsiapa yang berkata tentang Al-Quran dengan pendapatnya (pandangannya pribadi), maka dia telah menyediakan tempat duduknya di neraka.” (Riwayat At-Tirmidzi, didha'ifkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Adh-Dha'ifah -red) Metode penafsiran yang benar adalah sebagai berikut, pertama, tafsir Al-Quran dengan Al-Quran. Maksudnya, jika ada kesulitan memahami satu ayat, maka keterangan ayat tersebut kita cari pada ayat lain sebelum kita mencari sumber lain. Sebab, Allah, sang pemilik ayat adalah lebih memahami suatu ayat. Kedua, tafsir Al-Quran dengan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu kita merujuk kepada sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum kepada sumber lainnya, karena Al-Quran dan sunnah memiliki kedudukan yang sama sebagai hujah. Sebab, Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling mengerti wahyu Allah dibanding manusia lainnya. Ketiga, tafsir Al-Quran dengan keterangan sahabat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika kita tidak menemukan keterangan dari sunnah Nabi, kita mencari keterangan dari para sahabat sebelum orang lain. Sebab, merekalah generasi terbaik umat ini, merekalah yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui sebab turunnya wahyu, bahkan menjadi sebab dan objek turunnya wahyu tersebut. Keempat, tafsir Al-Quran dengan keterangan tabi’in sebelum orang lain. Sebab, mereka adalah murid para sahabat. Kelima, kembali kepada ahli bahasa Arab, sebab Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Itulah beberapa perbedaan sikap kebanyakan kaum muslim hari ini dengan apa yang seharusnya kita amalkan terhadap Al-Quran dari manhaj salafus shalih. Semoga dengan beramal sesuai manhaj yang benar, kita tidak termasuk orang-orang yang dikeluhkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan.” (Al-Furqan: 30)&lt;em&gt;(aboe okasha)&lt;/em&gt;     Sumber: &lt;em&gt;Pengantar Studi Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah&lt;/em&gt;, Dr. Ibrahim bin Muhammad Al-Buraikan; &lt;em&gt;Fathul Majid&lt;/em&gt;, Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh; &lt;em&gt;As-Sunnah&lt;/em&gt; 06/IX/2005; &lt;em&gt;Di Bawah Naungan Cinta&lt;/em&gt;, Abdul Hadi Hasan Wahbi.&lt;br /&gt;&lt;script language="JavaScript" type="text/javascript" src="http://quran.islamdotnet.com/randomquran.php?maxchar=500"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-3245357804471055164?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/3245357804471055164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=3245357804471055164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/3245357804471055164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/3245357804471055164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2008/01/bermuamalah-dengan-kalamullah.html' title='Bermuamalah Dengan Kalamullah'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314737619088332581.post-2759822628800734816</id><published>2008-01-16T03:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T01:32:32.399-08:00</updated><title type='text'>Bermuamalah Dengan Kalamullah</title><content type='html'>Shirathal Mustaqim – Vol. 5, No. 10 Al-Quran merupakan kitab yang diwahyukan kepada Rasul terakhir, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia adalah kitab yang dijaga kemurniannya oleh Allah sendiri. Ia adalah pedoman bagi siapa saja yang menginginkan keselamatan. Ahlus sunnah wal jama’ah adalah kelompok yang paling dekat dengan Al-Quran. Mereka adalah yang paling berusaha menepati dan menetapi apa yang ada di dalamnya. Apakah kita juga telah bersikap terhadap Al-Quran sebagaimana pendahulu-pendahulu kita yang shalih dari kalangan ahlus sunnah? Hari ini, kita menemukan sikap-sikap  yang tak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh para pendahulu kita. Apa sajakah itu? Sekadar Hiasan Al-Quran bisa jadi merupakan barang yang biasa dijadikan mahar pernikahan selain seperangkat alat shalat. Selain ‘fungsi’-nya sebagai mahar pernikahan, Al-Quran juga sering dijadikan hiasan pajangan di ruang tamu atau ruang keluarga. Yang sering terjadi kemudian adalah mahar hanyalah mahar dan hiasan hanyalah hiasan. Sentuhan sewaktu menyimpan di almari menjadi sentuhan yang terakhir. Berbeda dengan yang dilakukan para salaf. Mereka tidak memajang Al-Quran sebagai hiasan; mereka membacanya, menghafalnya, mentadabburinya, mempelajarinya, dan mengamalkannya. Yang disyariatkan sebagai hak bagi orang Islam adalah selalu menjaga untuk membaca Al-Quran dan melakukannya sesuai kemampuan sebagai pelaksanaan atas firman Allah ta'ala. “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran).” (Al-Ankabut: 45) “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Quran).” (Al-Kahfi: 27) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya dia datang memberi syafa’at bagi pembacanya di hari kiamat.” (Riwayat Muslim) Masalah membaca dan menghafal Al-Quran, para salaf sangat hebat dalam hal ini. Zaman ulama  salaf dahulu, anak kecil hafal Al-Quran adalah suatu hal yang biasa. Gelar Al-Hafizh dulu tidak diberikan kepada orang yang hafal Al-Quran karena hafal Al-Quran sudah biasa; gelar ini diberikan kepada orang-orang yang hafal ribuan hadits. Sekadar Bacaan Beberapa kaum muslim sudah ada yang sampai ke tingkat membaca Al-Quran secara rutin. Namun bacaan mereka hanyalah sekadar bacaan;  yang tidak ditadabburi dan tidak dipelajari. Allah berfirman tentang perintah mengambil pelajaran dari Al-Quran ini, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami (Allah) turunkan kepadamu, yang di dalamnya penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapatkan pelajaran bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya.” (Shad: 19) Bacaan yang ditadabburi dan ditafahhumi (dipahami maknanya) tentu lebih baik daripada bacaan yang berlalu begitu saja. Beginilah cerita Hudzaifah radhiallahu 'anhu saat shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “…Apabila bacaan beliau melewati ayat yang berkaitan dengan pujian, maka beliau pun bertasbih, dan apabila bacaan beliau melewati ayat permohonan, maka beliau pun memohon. Lalu apabila bacaan beliau melewati ayat yang berkaitan dengan perlindungan, maka beliau pun memohon perlindungan.” (Riwayat Muslim dan An-Nasa’i) Mentadabburi dan mempelajari Al-Quran selayaknya dilanjutkan dengan mengamalkannya. Sia-sialah jika ilmu tidak diamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan kelak juga harus dipertanggungjawabkan. Benarlah, Al-Quran adalah hujah bagi kita atau hujah atas diri kita. Sebagai Sandaran Hukum Iman terhadap Al-Quran merupakan unsur iman kepada kitab-kitab Allah. Iman terhadap Al-Quran juga harus memasukkan unsur mengimani Al-Quran sebagai salah satu sumber hukum. Ini berarti setiap muslim harus mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dalam Al-Quran dan harus menghalalkan apa yang telah dihalalkan Allah dalam Al-Quran. Hal ini juga termasuk unsur beriman bahwa hanya syariat Allah-lah yang layak untuk diterapkan di muka bumi. Hukum selain hukum Allah adalah tidak layak untuk diterapkan kepada manusia. Setiap muslim wajib meyakini hanya syariat Allah-lah yang harus dan layak diterapkan untuk manusia di bumi ini. “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50) Sebagian kaum muslim memang membaca Al-Quran, mentadabburinya, mempelajarinya, namun mereka menganggap kitab Allah ini hanya sebagai bacaan dan pelajaran bagi umat Islam semata. Sebagian ada yang tidak tahu, ada yang tidak mau tahu, dan ada yang menolak bahwa kitab Allah ini juga harus menjadi sumber hukum umat manusia, di samping sumber hukum Islam lainnya. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (Al-Maidah: 49) Dengan demikian, kita harus menerapkan hukum-hukum Al-Quran yang bisa diterapkan dengan situasi dan kondisi saat ini, sedangkan hukum-hukum yang hanya bisa tegak dengan syarat dan kondisi tertentu, harus  ditegakkan jika syarat dan kondisi tertentu itu telah tercapai. Sebagai Obat Penyembuh Ada kaum muslim yang sudah membaca, mentadabburi, dan mempelajari Al-Quran, namun mereka tidak menggunakan bacaan Al-Quran sebagai pengobatan. Padahal Al-Quran adalah penyembuh, penawar, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Al-Quran adalah penyembuh baik bagi penyakit ruhani maupun jasmani. Allah befirman, yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Al-Isra’: 82) “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57) Dalam Al-Quran, Allah telah menyebutkan berbagai penyakit hati, beberapa sebabnya, sekaligus cara menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut. Adapun mengenai penyakit badan, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengobati orang yang tersengat kalajengking dengan bacaan surah Al-Fatihah. Namun ada juga yang melakukan penyimpangan dalam hal pengobatan dengan Al-Quran ini. Di antara mereka ada yang menulis ayat Al-Quran dan menggunakannya sebagai jimat yang dikalungkan atau dipasang. Hal ini tidak diperbolehkan karena sama saja dengan menggunakan tamimah yang dilarang. Malahan saat ini ada yang terang-terangan mempromosikan pengobatan dengan Al-Quran dengan cara yang tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lewat media cetak. Metode mereka mengatakan bahwa setiap orang mempunyai juz-juz Al-Quran bersesuaian dengan diri orang tersebut. Untuk pengobatan, hendaknya seseorang membaca juz yang bersesuaian dengannya. Anehnya, saat membaca juz tersebut malah dianjurkan untuk tidak membaca ta’awudz dan basmalah. Na’udzubillah…. Tafsir yang Benar Banyak terjadi juga para da’i, khatib, atau penceramah berani menafsirkan ayat Al-Quran sesuai pengetahuan dan pemahaman mereka. Apakah ada yang menjamin tafsiran mereka benar? Dengan bekal apakah mereka berani menafsirkan firman Allah? Menafsirkan kalam Allah dengan sekadar menebak-nebak sesuai akal kita adalah tidak diperbolehkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengancam orang yang berbuat demikian dengan neraka, “Barangsiapa yang berkata tentang Al-Quran dengan pendapatnya (pandangannya pribadi), maka dia telah menyediakan tempat duduknya di neraka.” (Riwayat At-Tirmidzi, didha'ifkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Adh-Dha'ifah -red) Metode penafsiran yang benar adalah sebagai berikut, pertama, tafsir Al-Quran dengan Al-Quran. Maksudnya, jika ada kesulitan memahami satu ayat, maka keterangan ayat tersebut kita cari pada ayat lain sebelum kita mencari sumber lain. Sebab, Allah, sang pemilik ayat adalah lebih memahami suatu ayat. Kedua, tafsir Al-Quran dengan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu kita merujuk kepada sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum kepada sumber lainnya, karena Al-Quran dan sunnah memiliki kedudukan yang sama sebagai hujah. Sebab, Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling mengerti wahyu Allah dibanding manusia lainnya. Ketiga, tafsir Al-Quran dengan keterangan sahabat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika kita tidak menemukan keterangan dari sunnah Nabi, kita mencari keterangan dari para sahabat sebelum orang lain. Sebab, merekalah generasi terbaik umat ini, merekalah yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui sebab turunnya wahyu, bahkan menjadi sebab dan objek turunnya wahyu tersebut. Keempat, tafsir Al-Quran dengan keterangan tabi’in sebelum orang lain. Sebab, mereka adalah murid para sahabat. Kelima, kembali kepada ahli bahasa Arab, sebab Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Itulah beberapa perbedaan sikap kebanyakan kaum muslim hari ini dengan apa yang seharusnya kita amalkan terhadap Al-Quran dari manhaj salafus shalih. Semoga dengan beramal sesuai manhaj yang benar, kita tidak termasuk orang-orang yang dikeluhkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan.” (Al-Furqan: 30)&lt;em&gt;(aboe okasha)&lt;/em&gt;     Sumber: &lt;em&gt;Pengantar Studi Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah&lt;/em&gt;, Dr. Ibrahim bin Muhammad Al-Buraikan; &lt;em&gt;Fathul Majid&lt;/em&gt;, Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh; &lt;em&gt;As-Sunnah&lt;/em&gt; 06/IX/2005; &lt;em&gt;Di Bawah Naungan Cinta&lt;/em&gt;, Abdul Hadi Hasan Wahbi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0032-white.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314737619088332581-2759822628800734816?l=hu5n119525.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hu5n119525.blogspot.com/feeds/2759822628800734816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314737619088332581&amp;postID=2759822628800734816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/2759822628800734816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314737619088332581/posts/default/2759822628800734816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hu5n119525.blogspot.com/2008/01/bermuamalah-dengan-kalamullah_16.html' title='Bermuamalah Dengan Kalamullah'/><author><name>hu5n11</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00164986841152068945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
